
"Ugh... Pinggangku..." Ucap Jack dengan suara menjerit kesakitan.
Jack terjatuh nyungsep menyium rerumputan dan dia pun pingsan ditempat.
"No, Nona! Sepertinya itu bukan burung besar melainkan manusia."
Ina pun tersadar bahwa yang jatuh dari pohon itu bukan seekor burung besar.
"Eh, iya! Tapi kenapa ada orang yang masih manjat pohon... Apa dia hobi ya?"
"Mungkin saja, Nona!"
"Hei, halo... Apa kamu baik-baik saja?" Ucap Cayena sembari menyolek pelan lengan orang itu dengan jari telunjuknya.
"Kayaknya postur tubuh ini pernah aku lihat, dimana ya..."
"Nona, orang itu sepertinya pingsan."
"Hm... Jatuh dari pohon yang begitu tinggi tentu saja pingsan atau bisa tulangnya patah, dia juga masih bocah badannya begitu kurus, sepertinya dia kurang nutrisi." Ucap Cayena melihat dengan detail.
"Iya, sepertinya orang ini kekurangan makanan yang bernutrisi." Sambung Ina ikut prihatin.
"Ugh... Uhuk, uhuk!" Jack yang sadar dan terbatuk.
"Nona dia sudah sadar."
"Akhirnya kamu sadar juga."
__ADS_1
"Uhuk! Aahh... Wajah tampan ku... Bisa-bisanya aku hilang kendali dan terjatuh begini." Gumam Jack sembari mengkibas-kibas tangannya ke pakaian yang terkena rumput.
"Eh! Kamu kan si pria cantik!" Sahut Cayena tengah memerhatikan Jack.
"Aku bukan pria cantik! Aku punya nama, tahu!" Ketus Jack.
"Ya, ya... Namamu Jack, kan?" Tanya Cayena padahal dia sudah tahu.
"Huh, nama ku Jack Izardo putra dari Marquess Dorn Izardo." Ucapnya sembari bangkit memapah dirinya berdiri.
"Ternyata kamu seorang putra dari Marquess..."
"Pantas saja dia selalu di kejar-kejar para kesatria, biasanya kalau model kayak Jack ini... Mungkin saja dia tidak suka belajar dan kabur saat pelajaran." Batin Cayena.
"Terus kamu kenapa ada si atas pohon, apa di rumahmu tidak ada tempat bermain sehingga pohon umum pun kamu panjat."
"Ohhhh.... Ternyata begitu! Aku melihat mereka ada di toko ujung sana..."
"Apa, para kesatria bodoh itu ada di sini?
Aku lengah karena ketiduran." Gumam Jack.
"Eh, itu mereka!" Tunjuk Cayena.
Cayena melihat para kesatria itu tengah keluar dari toko.
"Ssttt... Diam, bisa-bisa aku ketahuan nanti."
__ADS_1
Jack yang waspada menekan tubuh Cayena ke pohon sembari menutup mulut Cayena dengan cepat memakai tangan nya.
"Umh!"
Jack yang masih waspada melihat ke arah para kesatria itu sambil mencegah mulut Cayena agar tidak bicara. Tanpa dia sadari wajahnya berdekatan dengan wajah Cayena. Di saat para kesatria itu sudah pergi menjauh, Jack pun menoleh ke arah Cayena dan melihat wajah wanita itu begitu dekat yang hampir hidung mereka bertabrakan.
Begitu terjadi, mata Jack terpaku dan tubuhnya membeku seakan dirinya tidak tahu harus melakukan apa. Nafas mereka menyatu, kedua bola mata mereka tidak berkedip seakan waktu terhenti begitu saja.
Namun... Cayena yang diperlakukan demikian pun merasa dia sedang dipermainkan oleh bocah ingusan, tanpa berpikir panjang Cayena memegang pinggang Jack membuat Jack jadi salah paham dengan tingkah wanita di hadapannya itu, Jack yang berpikir akan terjadi hal menggelikan membuat wajahnya pun memerah malu.
Cayena yang memegang pinggang Jack itu pun langsung melakukan aksinya, ia menendang milik Jack begitu kuat dengan lutut nya seakan melawan penjahat yang akan melukai dirinya.
Begitu tendangan sudah mengenai targetnya... Sontak reaksi Jack pun tak main-main. Jack memutar tubuhnya seperti gasing dan menjerit kesakitan.
"Ah... Apa aku terlalu keras, ya!" Gumam Cayena.
"Akhhh! Ukhh!! Sakit, sakit, sakit...." Jerit Jack.
"No, Nona! Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Panik Ina.
"........"
"Taktik terbaik dari segala taktik adalah ... Kabur!!!"
"No, Nona...! Tunggu!!"
Cayena dan Ina pun kabur setelah menganiaya Jack... Entah apa yang Jack lakukan untuk mengatasi sakitnya sekarang.
__ADS_1