Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Berusaha menjadi pria sejati


__ADS_3

"Wah... Itu Nona Aester, ya! Dia cantik sekali."


"Benar, dia juga terlihat anggun!"


Semua mata tertuju pada Cayena Seorang yang tengah turun dari tangga. Dengan anggun Cayena tunjukkan pada mereka semua yang berada di aula pesta, juga tak lupa senyuman manis terukir dari wajahnya yang cantik.


Semua para undangan telah terpukau dengan kemunculan Cayena pada pesta tersebut. Cayena pemilik acara pesta juga sang tokoh utama pesta itu tak ada yang mengalahkan kecantikan nya pada saat ini.


Tanpa basa-basi Zionn yang sudah hadir di acara tersebut langsung menghampiri Cayena yang akan satu langkah lagi turun dari anak tangga, Zionn mengulurkan tangannya dengan lembut di hadapan Cayena.


"Nona Cayena, malam ini anda sangat cantik melampaui seluruh wanita di samudra! Sebuah kehormatan dapat menghadiri pesta Nona yang cantik. Selamat ulang tahun!" Ucap Zionn begitu sopan dan lembut dengan dibarengi gombalan darinya.


"Zionn..."


"Sejak kapan anak ini begitu pandai menggombal perkataan receh." Batin Cayena tak menyangka seorang Zionn yang dulunya berkepribadian tenang memiliki sisi agresif.


Pada saat sebelum berangkat ke kediaman Aester, Zionn telah mencoba belajar cara memperagakan sebagai seorang pria sejati di hadapan seorang wanita yang di sukai, tak lupa juga dengan kata-kata manis agar membuat wanita semakin tertarik.


*Pada saat itu...


Zionn yang sebelum berangkat dari kediaman Aester ....


Di menara sihir_


Ruang pribadi miliki Zionn . . .


"Ini benar-benar sulit bagiku yang tidak terbiasa, lain halnya dengan Grish yang tiap hari menggoda wanita. Tapi aku tidak boleh kalah darinya, bagaimanapun aku harus bisa seperti pria sejati yang dapat diandalkan."


"Nona Cayena, terimalah uluran tanganku yang tulus ini..." Tanpa basa-basi Zionn memperagakan cara untuk menjadi pria sejati.


Namun tetap saja, meragakan hal yang tak pernah ia lakukan sangatlah sulit dan gerakan badannya tetap saja kaku.

__ADS_1


"Tidak, tidak! Ini tidak seperti pria sejati. Coba kata-kata lain."


Beberapa menit kemudian...


"Haa... Ini suatu hal yang sangat sulit menurutku, tapi setidaknya aku ada kemajuan dari sebelumnya.


Ini memerlukan mental dan keterampilan, jika tidak ada salah satu dari kedua syarat tersebut tidak akan menjadi sempurna.


Hais! Sebaiknya aku segera berangkat saja."


*Kembali ke sebelumnya


Aula pesta ...


"Aku sudah berusaha keras sebelum kesini, dan dengan cepat aku bertindak, sepertinya Nona Cayena tidak akan menolak uluran tanganku ini di depan banyak orang, kan? Semoga saja begitu." Batin Zionn banyak berharap.


Melihat uluran tangan Zionn untuknya, Cayena tak bisa menolak dan hendak membalas uluran tangan pria di hadapan nya itu, namun siapa sangka Grish tiba-tiba datang juga mengulurkan tangan nya di hadapan Cayena pula.


Dengan santai perkataan dia lontarkan, tak tanggung-tanggung Grish tidak akan membiarkan saingannya beraksi sendirian mengambil perhatian Cayena tanpa dirinya.


"Grish..."


"Apa-apaan ini, kenapa datang satu pengacau lagi..?!" Batin Cayena tak bisa berkata-kata lagi.


"Uluran tanganku ini sangat berarti dan hanya untuk Nona manis seorang." Ucap Grish dengan tatapan yang menggoda.


"Argh! Bocah tengik ini bisa-bisanya menyelinap dan mengambil alih kesempatan emasku ini." Batin Zionn tengah melototi Grish dan menggerutu di dalam hatinya yang telah dibuat geram.


"Duh... Situasi macam apa ini, mengapa dua orang ini mengacau ketenanganku di saat aku tengah mencoba tidak panik.


Bagaimana cara mengatasi ini... Benar-benar deh, mengapa aku mengundang mereka sih... Argh!!!" Batin Cayena tengah bingung dan dibuat kacau oleh dua pria dihadapannya itu.

__ADS_1


...*****...


Camp Militer_


Ruang militer pribadi milik pangeran


"Huftt...! Syukurlah goresan dari anak panah tidak terlalu dalam, tapi goresannya sedikit panjang dan sudah terlalu banyak mengeluarkan darah, yang mulia sebaiknya istirahat yang cukup nantinya, ini setidaknya 3-5 hari bisa sembuh total." Ucap dokter pribadi kemiliteran tersebut yang tengah membalut perban di lengan Raphaelo yang terluka gores.


"Apa tidak bisa lebih cepat?!"


"Membalut perban harus berhati-hati agar jahitannya tidak ikut tersangkut, yang mulia." Ujar dokter tersebut dengan sopan dan wanti-wanti.


"Sudah kan? Aku sedang terburu-buru sekarang."


"Yang mulia! Anda sebenarnya hendak kemana begitu terburu-buru? Bukannya anda terluka? sebaiknya yang mulia istirahat dahulu." Ujar Louis fan cemas.


"Tidak ada waktu! Dimana Ezra? Cepat panggil dia!" Suruh Raphaelo pada ajudannya.


"Baik."


Beberapa menit kemudian...


"Ada perlu apa, yang mulia?"


"Kamu bisa berteleport dengan sihirmu kan?"


"Benar!"


"Kamu cepat berteleport ke istana tengah dan ambilkan pakaian yang sudah dipisahkan sendiri di lemari kamarku.


Lima menit, aku memberikan kamu waktu lima menit dan segera kembali kesini." Perintah Raphaelo pada Ezra si penyihir Kekaisaran.

__ADS_1


"Baik, yang mulia. Sesuai perintah anda!" Ucap Ezra dengan patuh dan segera beranjak pergi dengan berteleport.


__ADS_2