Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Perhatian lembut dari Raphaelo


__ADS_3

Camp Militer_


"Yang mulia terburu-buru dengan pakaian bagus sebenarnya ingin kemana? juga tak pernah terpikirkan rencana yang mulia memprovokasi bangsa Mole agar menyerang dengan jarak dekat." Ucap Louis fan tengah berbicara dengan Azra si penyihir Kekaisaran.


"Kamu tidak tau apa, yang mulia katanya akan pergi menghadiri undangan acara pesta temannya!" Ucap santai Azra.


"Apa? Pesta ulang tahun? Dari teman yang mulia? Apa yang mulia punya teman yang berulang tahun? Juga... Yang mulia bukannya tidak memiliki teman, dan yang mulia tidak akan menyia-nyiakan waktunya hanya untuk sebuah pesta!" Seru Louis fan dalam mode banyak pertanyaan dan masih menyangkal bahwa yang mulianya pergi terburu-buru karena sebuah pesta.


"Kamu tanya aja sendiri, yang jelas teman yang berulang tahun katanya seorang wanita." Ucap Azra tidak ingin ikut campur dan beranjak pergi meninggalkan Louis fan sendirian berbicara.


"Apa? Seorang wanita?! Hei hei! Kamu mau kemana? Aku belum selesai bertanya... Huh, dasar penyihir sombong." Celetuk Louis fan sebal.


Kamar Cayena_


Cayena dan Raphaelo duduk di sofa dekat jendela kamar Cayena.


Setelah menjahit ulang luka yang robek, Cayena pun membalut luka yang telah diolesi dengan krim obat di sekujur bagian luka tersebut dengan hati-hati dan diperlakukan dengan begitu lembut.


"Aku tidak tahu ada luka di lenganmu, aku benar-benar minta maaf sekali."


"Tidak apa, jangan terus menyalahkan dirimu. Ini tidak seberapa, aku tidak apa-apa kok."


"Tapi luka ini... Bagaimana kamu mendapatkan nya?" Tanya nya dengan memasang raut wajah penasaran dan tampak begitu cemas.


"Mm, itu... Aku..." Ucap Raphaelo terbata-bata seraya menggaruk pipi dan melihat kesegala arah yang bingung mau beralasan apa.


Cayena mengerutkan dahinya yang melihat sikap Raphaelo tak jelas dan tengah berpikir keras.

__ADS_1


"Apa... Luka ini karena peperangan?" Tanya Cayena memandang tajam Raphaelo.


"Hah? Kamu tau dari mana?"


Raphaelo sontak kaget mendengar pertanyaan Cayena dan dia pun keceplosan dengan pernyataan yang ingin disembunyikan nya itu.


"Ternyata benar. Aku hanya menebaknya dan itu ternyata memang benar!" Ucap Cayena dengan nada suara yang rendah.


"Aku hanya menebak karena dia orang yang gila perang. Nyatanya dia memang telah berperang dan mencoba menyembunyikan itu dariku." Batin Cayena merasa bersalah.


"Eh? Menebak? Jadi kamu tidak tau dan hanya menebaknya saja?"


"Duh... Kenapa aku kecolongan gini sih." Batin Raphaelo panik.


"Ak, aku... Aku memang tidak hati-hati dan sedikit ceroboh, tapi jangan khawatir ini hanya luka kecil saja." Ungkap Raphaelo.


Cayena tak menggubris dan hanya terdiam saja sambil menunduk dengan suasana suram.


"Kenapa. Kenapa yang mulia bela-belain datang ke acara ulang tahun ku dengan kondisi seperti ini...? Apa yang mulai datang telat karena menangani perang itu juga?" Tanya Cayena dengan suara rendah dan aura tampak suram.


"Aku sudah janji untuk datang di acara pestamu. Aku mana bisa mengingkarinya." Ucapnya.


"Tapi tidak disaat situasi seperti itu yang mulia bisa-bisa nya masih dapat menepati janji yang tidak penting." Lanjut nya dengan wajah bersalah.


"Janji adalah janji, aku tidak bisa tidak menepati janjiku, juga..." Ucap Raphaelo terhenti di akhir.


"Juga janji mu sangatlah penting bagiku..." Sambung Raphaelo dalam batinnya.

__ADS_1


"Juga apa?" Sahut Cayena bertanya.


"Ah, tidak ada. Oh ya, bagaimana kamu bisa tau caranya menjahit luka yang robek? Kamu terlihat ahli." Ucapnya mengalihkan pembicaraan.


"Aku selalu menyediakan peralatan lengkap di kotak obat, juga dulu aku pernah luka robek dan belajar sedikit cara mengatasi nya."


"Apa kamu sudah terluka sampai luka robek?" Tanya Raphaelo.


"Dia sengaja mengalihkan pembicaraan, padahal aku sangat ingin tahu, karena ini juga kelalaian ku. Aku lupa akan isi cerita nya, yang dimana Raphaelo akan berperang diutus sendiri oleh baginda kaisar, dan tidak salah mereka berperang di perbatasan Hesh." Batin Cayena merasa bersalah.


"Aku bertanya, mengapa yang mulia begitu mementingkan janji yang mulia dan sampai terluka yang mulia masih saja datang." Ucapnya dengan suara lirih.


"Setahuku Raphaelo tidak pernah terluka dalam peperangan, dia sama sekali tidak akan terkecoh kan. Apa gara-gara janji yang harus ditepati dia berusaha mengalahkan lawan dan mencoba mengejar waktu...?! Aku tidak bisa menebak dirinya." Batin Cayena merasa bersalah.


Suasana tampak suram dan hening seketika. Cayena terus merasa gelisah dan di selimuti rasa bersalah nya.


"Aku takut kamu salah paham dan tidak menyapaku lagi. Aku berusaha dapat hadir karena malam ini adalah malam yang kamu nantikan dan kamu bilang pesta ini perayaan mu yang pertama kalinya." Ucap Raphaelo dengan suara berat.


Cayena tertegun akan ucapan Raphaelo yang peduli dengan dirinya. Ia semakin merasa bersalah dan sesak. Peperangan bukanlah hal yang biasa yang dapat dilakukan dengan begitu mudahnya.


Cayena sudah tidak bisa berkata-kata lagi, tiba-tiba saja air matanya menetes dengan perlahan tanpa dia sadari air mata nya tengah membasahi pipi mulusnya itu.


Melihat hal yang tak terduga dari Cayena, Raphaelo pun cemas dan mencoba mengulurkan kedua tangannya ke pipi Cayena dan mengusap air mata yang menetes dengan lembut.


"Mengapa kau menangis, kamu tidak usah meneteskan air matamu ini karena ku. Kamu tidak perlu cemas dan merasa bersalah, karena aku menginginkan nya maka dari itu aku pergi." Ucap lembut Raphaelo seraya membelai pipi Cayena dengan penuh kasih sayang.


"Hangat... Hangat sekali! Tangan yang besar khas pria tengah membelai pipiku. Aku belum pernah diperlakukan lembut oleh seseorang pria seperti ini.

__ADS_1


Siapa dia? Mengapa perlakuannya dan suaranya begitu lembut kepada ku!" Batin Cayena yang tengah memandang sayu Raphaelo dengan mata yang berkaca-kaca.


Suasana haru beserta kehangatan di rasakan oleh Cayena yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Yang dulunya hanya merasakan pahitnya kedinginan dan kegelapan dalam kesepiannya. Kini telah berubah seperti taman bunga yang mekar dan hangatnya musim panas.


__ADS_2