
"Cepat Nona! Tuan count sudah menunggu anda di luar."
Ina begitu panik dan begitu repot setelah merias Cayena dengan mendadak. Cayena juga ikut tergesa-gesa karena penyebab dia ketiduran dan lupa waktu.
"Aduh duh... Kenapa begini sih... Ina, kenapa kamu tidak membangunkan aku!"
"Nona, saya sudah berkali-kali membangun kan Nona, tapi Nona nya saja tidur dengan begitu pulas, saya tidak tega, jadi saya hanya bisa menunggu Nona bangun sendiri."
"Kamu tegain aja, aku nggak bakal marah kalau ada alasannya." Ujar Cayena.
"Duh, kakiku sempatnya keseleo!" Gumam Cayena yang tengah melangkah namun kakinya keseleo karena pijakan tak tentu.
"Hati-hati Nona, mari saya papah."
Setelah selesai merias dengan tergesa-gesa, Cayena pun turun ke bawah yang sudah ditunggu oleh sang ayah dan adik tirinya Iriena.
"Kak, kenapa lama sekali, apa butuh lima jam untuk berias?" Celetuk Iriena yang tengah kesal sudah menunggu lama.
"Cayena, hati-hati... Jangan begitu tergesa-gesa, kita masih punya waktu, jadi tenanglah." Ujar sang ayah yang cemas melihat putrinya begitu terburu-buru keluar.
"Hehe... Maaf, tadi aku ketiduran jadi kalian sudah menunggu lama, ya?" Ucapnya.
__ADS_1
"Tidak, tidak! Ayah dan Iriena juga baru keluar, kalau begitu kita berangkat sekarang."
Mereka bertiga pun pergi menggunakan kereta kuda menuju Istana negara.
Setibanya di Istana negara, mereka disambut dengan sambutan yang mewah oleh pelayan dan sebagian tamu undangan tersebut. Begitu ramai, sudah banyak para undangan yang datang dan tengah menyantap sajian seperti minuman dan dessert di setiap tempat taman dan dalam Istana.
Acara di selenggarakan pada saat sudah terbenam matahari dan seterusnya. Di pesta tersebut banyak bangsawan dengan mengenakan pakaian pesta yang mewah-mewah dan dengan bentuk yang cantik berbagai macam rupa. Di pesta ini juga, banyak para bangsawan yang tengah memamerkan kekayaan mereka dengan berbagai macam cara. Terutama para nyonya dan Lady sekalian yang sangat memandang tinggi kemewahan seperti fashion dan sebagainya.
"Hah... Ini lah pesta dimana tempat menyombongkan dan memamerkan kemewahan. Bosan sekali, ini pertama kalinya aku ikut pesta para bangsawan atas, melihat saja sudah melelahkan." Batin Cayena tengah memerhatikan keramaian.
"Hoho... Lady Cayena! Lama tak jumpa!" Sapa Lady Roselin yang tiba-tiba muncul.
"Ah! Ternyata Lady Roselin, ya! Bagimana kabar Lady?" Tanya Cayena.
"Sangat baik! Lady Roselin malam ini begitu cantik, ya!" Sanjung Cayena untuk basa-basi.
"Oho! Pujian anda sangat berlebihan. Kecantikan Lady juga tidak diragukan lagi, memang Lady Cayena sangat cantik, menurutku Lady terlihat menonjol di pesta ini karena kecantikan Lady. Hohoho..." Pujinya sambil mengkibaskan kipas di dekat dagunya.
"A, hahaha! Lady sangat bersemangat ya malam ini." Singkat Cayena.
"Benarkah? Karena malam ini malam spesial untuk bisa bertemu pria tampan, hahaha..."
__ADS_1
"Haha. Lady begitu antusias karena bertujuan demikian, ya! Semoga Lady Roselin bertemu dengan pria yang tampan malam ini."
Oho... Ini sebuah kehormatan bisa di doakan oleh Lady Cayena."
"Lady terlalu berlebihan!"
"Bagaimana kalau Lady ikut saya ke kelompok para Lady di sebelah sana!" Tunjuknya.
Ah... Lady Roselin duluan saja, aku ingin berkeliling dulu disini." Ucap Cayena.
"Hoo... Begitu ya! Ya sudah, saya kesana dulu, ya!" Ucap Lady Roselin dan beranjak pergi.
"Ya, sampai jumpa Lady Roselin." Balasnya.
"Haah... Baru berbincang sedikit saja mengapa begitu melelahkan, bibirku terasa pegal terus tersenyum palsu sambil bicara. Apa mereka tidak lelah apa, pasti mereka juga sama bicara dengan ria dan tersenyum lebar hanya sebagai loyalitas saja." Gumam Cayena merasa tertekan.
"Kemana ya tempat yang sunyi tanpa ada orang! Ahh... Apa sebaiknya aku ke teras balkon saja di sana pasti sepi tidak ada keramaian." Batin Cayena.
Cayena ingin menenangkan diri di tempat yang tidak ada orang, ia pun menemukan tempat yang menurutnya sepi tidak banyak orang menempatinya, yaitu teras balkon. Cayena pun bergegas menuju teras balkon di ujung aula pesta tersebut.
"Haah... Leganya! Disini aku bisa menghirup udara malam yang segar. Lumayan sejuk sih... Tapi disini lebih menyenangkan daripada di dalam begitu bising dan tentunya membosankan." Ucap Cayena lepas dan dirinya bisa sedikit tenang karena udara angin malam yang nyaman.
__ADS_1
Di saat itu pula, tiba-tiba ada hentakan kaki mendekat dan suara seorang pria tengah menyapa nya dari belakang.
"...Ternyata masih ada Lady yang tidak suka keramaian dan lebih suka menyendiri di pojokan." Sahut seorang pria yang menghampiri Cayena dari belakang.