
"Tidak ada lagi petunjuk atau barang milik Nona Cayena, Tuan. Tebing ini begitu tinggi, bila orang terjatuh di tebing ini, orang itu akan mati atau terluka parah, dan juga hutan ini banyak binatang buas. Nona sampai sekarang belum ditemukan juga." ujar Philip tangan kanan Count Roisen.
Count Roisen dan para rombongan kesatria pulang ke kediaman Aester. Dengan putus asa, Count Roisen bejalan begitu tak bertenaga tubuhnya lemas dan pikirannya kosong.
Di waktu itu, datanglah pangeran Raphaelo di kediaman Aester dengan tergesa-gesa ingin bertemu dengan Count Roisen.
Count Roisen sedang berada di ruang utaman miliknya, dia hanya duduk terdiam dan menatap terus ke arah jendela. Pikirannya sudah kacau karena dia tidak percaya putri tertuanya sudah mati.
Di luar pintu ruangan Count
"Pangeran, anda tidak diizinkan masuk, Tuan kami sedang tidak ingin bertemu siapapun sekarang." larang Philip kepada pangeran Raphaelo yang ingin bertemu count Roisen.
"Oh, begitu ya! Philip, aku memdengar bahwa Nona Cayena kecelakaan dan belum ada kabar, apa Nona Cayena belum ditemukan?" tanya pangeran Raphaelo ikut cemas.
"Benar, yang mulia pangeran, karena itu Tuan murung setelah pulang dari investigasi tempat kecelakaan Nona Cayena." ucap Philip.
"Sampai sekarang Nona Cayena belum juga ditemukan, bila sudah tidak terselamatkan, pasti tubuhnya berada di tempat jatuhnya, jika dimakan oleh binatang buas pasti bekas nya juga ada. Akan tetapi tidak ada tanda demikian, jadi Nona Cayena masih hidup dan mungkin saja para pemburu menemukan dia saat masih bisa tertolong. Lebih baik aku juga mencari dia, aku tidak ingin keluarga nya begitu sedih dan bimbang tanpa kabar yang pasti." batin pangeran Raphaelo.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu!" ucap pangeran Raphaelo.
"Eh! yang mulia pangeran, apa ada yang ingin di sampaikan pada Tuan?" sahut Philip.
"Tidak jadi, kamu jaga saja dia dengan baik." ujar pangeran Raphaelo.
"Baiklah, yang mulia pangeran biar saya antar sampai pintu depan."
"Tidak perlu, kamu tetaplah disini." tolak pangeran Raphaelo.
__ADS_1
Pangeran Raphaelo yang akan keluar dari kediaman Aester tiba-tiba ada yang memanggil dirinya.
"Yang mulia pangeran, tunggu!" panggil Iriena.
"Nona Iriena! ada perlu apa?" tanya pangeran Raphaelo.
"Pangeran kenapa begitu cepat akan pergi, memangnya urusan anda dengan ayah saya sudah selesai?"
"Oh ya, Nona Iriena bukannya juga ikut kecelakaan saat itu, apa Nona Iriena tahu kejadiannya?" tanya pangeran Raphaelo yang tidak menanggapi pertanyaan Iriena sebelumnya.
"Kereta kuda yang kami tumpangi menabrak pohon besar dan kami terlempar keluar, di saat itu aku kena luka memar saat terlempar, tapi aku sudah membaik, yang mulia pangeran tidak perlu khawatir." ucap Iriena.
"Jadi begitu kejadian nya, syukurlah kamu tidak apa-apa, tapi Nona Cayena bukannya jatuh dari tebing dan sampai sekarang belum ditemukan, jadi aku ingin mencari nya sekarang."
"Begitulah, gara-gara kak Cayena ayah jadi terus-terusan bersedih." ucap Iriena menyalahkan Cayena.
"Bu,bukan, bukan begitu maksudku, aku sangat cemas karena kakak belum juga ditemukan, aku juga cemas dengan ayah yang berlarut dengan kesedihannya, aku bukan bermaksud menyalahkan kak Cayena!" panik Iriena.
"Oh! baiklah, aku tidak bisa lama-lama disini, aku pergi sekarang." ucap pangeran Raphaelo dan langsung berjalan pergi.
"Hati-hati yang mulia!"
"Huft.. kenapa aku bisa-bisanya mengatakan seperti itu dihadapan pangeran, dia hampir saja salah paham dengan ucapanku." gumam Iriena ketakutan.
...*****...
"Aku tidak percaya, di dunia ini masih ada orang yang memiliki elemen petir."
__ADS_1
"Aku juga tidak percaya, kenapa aku memiliki kekuatan petir."
"Jadi benar yang tertulis di buku peninggalan guru." gumam Zionn.
"Nona Cayena, menikahkan denganku!" ungkap Zionn tiba-tiba kepada Cayena.
"Eh?! ap,apa kamu bilang, me,menikah?" tanya Cayena yang kaget sampai pupil bergetar.
"Iya! mari kita menikah!" ungkap lagi Zionn sangat antusias dan memegang kedua tangan Cayena.
"Hei, Zionn! kamu jangan ngelantur, ada apa denganmu, kamu tidak seperti Zionn yang kalem, apa kamu kesambet petir?" sambung Grish yang bingung dengan sikap temannya.
"Aku sangat baik, karena aku sudah menemukan takdirku!" ucap Zionn.
"Zi,Zionn, kamu jangan aneh-aneh, aku baru pertama kali bertemu denganmu dan kamu sudah mengajakku menikah?!"
Cayena benar-benar bingung akan situasinya sekarang, pria yang baru bertemu dengannya tiba-tiba mengajak menikah.
"Hei, hei! dia milikku, aku yang telah menyelamatkan hidupnya, menjauhlah dari Cayena."
Grish menarik Cayena ke dekapannya, entah kenapa dia tidak suka melihat mereka berpegangan tangan.
"Dia milikmu? tapi dia adalah takdirku! kembalikan." ucap Zionn mengambil kembali Cayena.
"Enak saja!" tarik lagi oleh Grish.
"Aduh.. kalian jangan tarik aku lagi, kalian kira aku barang apa yang bisa kalian rebut." belas Cayena tak tahan dengan dua pria yang sedang merebutkan dirinya.
__ADS_1
"Kalau begitu, biar Cayena saja yang memilih, siapa yang terpilih dan tidaknya itu tergantung keberuntungan. Cayena kamu pilih aku atau Zionn?" tanya Grish dengan bersemangat.