
"Bisakah kalian jangan bahas itu lagi, aku ingin tahu kenapa aku memiliki kekuatan petir?" tanya Cayena yang masih bingung dengan dirinya.
"Itu adalah hal spesial dari Nona Cayena, bila memiliki elemen petir, pasti memiliki elemen air, dengan begitu Nona Cayena akan mendapatkan tiga elemen. Maksudku elemen air dan petir nantinya akan menyatu menetralkan dan menjadi elemen Es." ucap Zionn.
"Apa, elemen Es?"
"Benar!" balas Zionn.
"Tapi aku tidak tahu cara mengendalikan kekuatan apalagi menyatukan seperti yang dimaksud."
Cayena bingung dengan perkataan Zionn, dia baru saja mengetahui memiliki kekuatan petir, dia masih belum percaya akan kekuatan dirinya.
"Aku akan mengajarimu mengendalikannya!" ucap Zionn.
"Benarkah?!" sahut Cayena bersemangat.
"Aku juga ikut!" sambung Grish tak mau kalah dengan Zionn.
"Apa kamu tahu cara menggunakan kekuatan?" ejek Zionn.
"Tidak, tapi aku memiliki roh jiwa pedang. Aku bisa mengajari Cayena cara berpedang agar bisa bertarung nantinya."
Grish dan Zionn terus beradu mulut, mereka berdua tak henti sling mengatai.
__ADS_1
"Haish.. direbutkan oleh dua pria tampan mengapa begitu melelahkan, aku pikir ini menyenangkan, nyatanya nggak, malahan aku tidak dipeduliin." batin Cayena, dia merasa seperti orang ketiga sekarang.
"Cukup!!" teriak Cayena.
Cayena tidak tahan melihat mereka terus ribut dihadapannya, Cayena pun berteriak untuk menghentikan perdebatan mereka. Grish dan Zionn pun terkaget dengan Cayena yang tiba-tiba teriak di hadapan mereka.
"Apa kalian berniat mengajari aku atau tidak, atau kalian hanya ingin terus beradu dan saling merebut tak jelas seperti ini?" ucap Cayena dibuat pusing oleh mereka.
"Cayena, apa yang kamu maksud? tapi Cayena, apa kamu benar ingin belajar berpedang?" tanya Grish pada Cayena.
"Ti,tidak aku tidak pernah bilang ingin belajar berpedang.. eh, eh..."
"Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo, aku ajarkan!"
"Nona Cayena bilang dia tidak mau belajar pedang, kamu malah memaksa dia dan menyeretnya pergi ikut denganmu?"
Zionn melihat saingannya membawa paksa Cayena, dia pun tidak diam saja dan mencegah Grish membawa pergi Cayena.
"Aku seperti tawanan para serigala, apa aku akan seperti ini terus?" batin Cayena tertekan.
...*****...
"Dia pasti masih hidup, aku yakin! Tapi aku kenapa ya, begitu ingin mencari wanita itu?"
__ADS_1
Pangeran Raphaelo mengingat perkataan ajudannya.
"Yang mulia pangeran! anda yakin akan pergi mencari putri dari Count Roisen yang hilang itu? Apa sebaiknya aku juga ikut dengan anda?"
"Tidak perlu, aku ingin pergi sendiri, sebaiknya kamu diam disini dan jaga istana."
"Baiklah, jika itu kemauan anda. Tapi.. pangeran tidak seperti biasanya yang selalu acuh terhadap orang sekitar, pangeran seperti menaruh perhatian terhadap Nona Cayena." ucap Louis fan si ajudan pangeran.
.....
"Aku tidak menaruh perhatian pada wanita itu, aku hanya kasihan saja dengan nya dan keluarga nya." gumam pangeran Raphaelo.
"Sekarang, dimana lagi tempat aku mencari putri Roisen, apa sebaiknya aku bertanya pada warga sekitar saja..."
...*****...
Di halaman depan menara sihir
"Pertama-tama, pikiran kita harus rileks, setelah itu, pejamkan mata dan rasakan energi tubuh kita yang sedang mengalir..."
Zionn mengarahkan pada Cayena tahap-tahap pertama untuk mengendalikan emosinya agar bisa dengan mudah mengendalikan kekuatan di dalam tubuh Cayena.
Sedangkan Grish sudah mengalah dan dia sedang menyandar di bawah pohon dengan wajah yang cemberut sambil memantau mereka berdua yang sedang berlatih.
__ADS_1