
Malam pesta masih berlangsung ramai, lalu lalang kerumunan orang tengah sibuk dengan berbincang dan sebagainya.
Di satu sisi dimana Iriena sedang berbincang hangat bersama Lady sebayanya, di tempat keramaian orang, para Lady tengah bersenda gurau membicarakan kisah mereka.
Belum saatnya dimana acara utama dimulai, acara tersebut yaitu dansa berpasangan. Nilai yang sudah menguak dalam sosial, dansa adalah salah satu kebutuhan dalam bentuk hiburan di berbagai macam acara pesta.
Dansa sendiri sangat dikagumi dan dipelajari oleh para bangsawan di mana akan sangat dibutuhkan bila saat nya ada acara-acara seperti pesta.
Saat para Lady yang bersama Iriena tengah membicarakan kedua pangeran Lancaster, dimana para Lady sibuk membandingkan pangeran mereka.
"Tadi apa kalian sudah melihat yang mulia pangeran l, beliau sangat gagah meskipun seluruh pakaiannya serba hitam. Saat aku melihat sekelebat badanya aku sudah tahu itu adalah yang mulia pangeran l... Beliau memang pujaan hati." Seru para Lady membicarakan ketampanan sang pangeran.
"Aku juga melihatnya! Beruntung sekali malam ini aku bisa melihat wajah tampan yang mulia pangeran l meskipun hanya bisa melihatnya dari arah samping." Sambung yang lainnya.
"Benar, walaupun yang mulia pangeran l tampak dingin dan acuh terhadap wanita, tapi beliau tetaplah pujaan hati kita." Serunya dengan semangat.
__ADS_1
"Yang mulia pangeran ll juga tidak kalah tampan, yah.. Walaupun beliau terkenal dengan sebutan pria play boy, tapi sikap pangeran l dan pangeran ll bertolak belakang.
Jadi, kalian lebih suka siapa?" Tanya Lady lainnya.
"Aku lebih suka yang mulia pangeran l, aku suka sifat beliau yang dingin, tapi menurutku beliau adalah orang yang hangat." Jawab Lady lainnya yang sangat antusias.
"Duh... Lady tahu apa, tidak ada yang tahu dengan sifat dalamnya yang mulia pangeran l kerena beliau sangat tertutup. Yang lebih jelasnya yang mulia pangeran ll lah pria yang hangat, aku lebih suka sifat beliau." Sambung Lady lainnya.
"Tapi Ngomong-ngomong yang mulia pangeran l dan yang mulia pangeran ll ada dimana, ya? Tadi belum lama masih ada." Ucap Lady yang tengah memerhatikan pangeran di kerumunan orang.
"Aku juga tidak melihat Cayena, dimana dia pergi..." Batin Iriena yang juga kepikiran dengan kakak tirinya itu.
Lady itu terus mengelilingi pandangannya di setiap tempat dan ia pun akhirnya menemukan pangeran tengah berdiri di teras balkon.
"Eh! Sepertinya beliau ada di teras balkon sana, itu tampak yang mulia pangeran ll... Eh, yang mulia pangeran l juga ada disana, tapi beliau sepertinya tengah menggandeng wanita di sisinya." Seru Lady tersebut yang menemukan mereka.
__ADS_1
"Mana, mana?! Lady jangan bohong, mana ada yang mulia pangeran l bersama wanita, palingan salah lihat kali." Sahut para Lady.
"Iya, mungkin Lady salah lihat, kalian kan tahu kalau pangeran l tidak pernah dekat dengan wanita." Lirih Lady lainnya.
Meskipun para Lady tidak percaya akan omongan salah satu Lady tersebut yang melihat kedua pangeran tengah bersama wanita, tapi mereka sangat penasaran dan mencoba mengurai omongan yang belum jelas itu, mereka sangat semangat akan omongan tersebut dan tampak nya disaat mereka sedari menengok ke arah teras balkon itu, mereka benar-benar menemukan kedua pangeran tengah mengobrol bersama wanita.
Lirih mereka termenggu tak percaya akan penglihatan mereka yang tak masuk akal. Namun setelah beberapa menit mereka memproses penglihatan mereka, akhirnya mereka menggeleng-gelengkan kepala karena bingung ingin mengambil kesimpulan apa, meskipun sekarang percaya akan hal itu tapi tidak sepenuhnya percaya akan situasi sebenarnya.
"Yang mulia pangeran l dan yang mulia pangeran ll mungkinkah sedang... Berseteru merebutkan satu wanita?"
Cahaya lampu tidak terlalu menyoroti di sudut teras balkon, sinar lampu hanya dapat menerangi setengah dari teras balkon, dimana setengah badan Cayena tidak terlalu kelihatan karena gelap. Para Lady jadi tidak bisa melihat dengan jelas wajah wanita yang bersama kedua pangeran tersebut.
"Ihh, siapa sih wanita yang bersama yang mulia pangeran, wajahnya tidak terlalu jelas." Celetuk para Lady.
"Benar! Tapi lihat deh dari lekukan tubuh wanita itu begitu bagus, sepertinya orang nya cantik." Sambung Lady lainnya.
__ADS_1
Komat kamit para Lady yang tengah memerhatikan wanita itu, mereka dibaluti oleh perasaan yang membingungkan dan penasaran.
"Tunggu! Itu kan seperti gaun yang dikenakan Cayena! Apa jangan-jangan..." Ucap Iriena dalam batinnya yang sembari ikut memerhatikan wanita tersebut.