
Pangeran Raphaelo yang datang di kediaman Aester itu membuat kediaman itu semakin berwarna, dimana kesannya dari keluarga Count.
"Ah, aku datang kesini sudah menyiapkan hadiah sederhana untuk kalian. Louis, ambilkan hadiah nya."
"Baik, yang mulia."
"Oho... yang mulia pangeran tidak perlu repot sampai membawakan kami hadiah segala."
"Tidak, aku sama sekali tidak repot. Louis, berikan!"
Ada tiga kotak disana, Count Roisen diberi kotak kayu dengan ukiran, Cayena dapat kotak kado berwarna biru dan pita kuning, sedangkan Iriena diberi kotak kado berwarna kuning dan pita hijau.
Cayena dan Iriena membuka hadiah yang diberikan oleh pangeran tersebut.
"Wah.. jepit rambut yang sangat cantik."
Begitu dibuka Iriena yang melihat hadiah tersebut sebuah jepit rambut berbentuk bunga mawar merah kecil-kecil dengan sedikit daun dan garis-garis lengkokan.
"Wah.. jepit rambut yang sangat cantik Iriena." sahut Cayena untuk basa-basi.
"Iya, makasih yang mulia, jepit rambut yang anda hadiahkan sangat cantik, aku sangat suka sekali."
"Syukurlah jika nona Iriena menyukai nya. Nona Cayena, apa kamu juga suka hadiah nya."
__ADS_1
"Pangeran Raphaelo mengalihkan ke Cayena lagi"
"Sangat suka. Aku mendapatkan jepit rambut berbentuk bunga Lily, jepit rambut ini sama dengan lambang keluarga Aester kami, trimakasih yang mulia."
Cayena setelah itu memakai jepit rambut yang diberikan pangeran, menaruhnya ke rambut samping kanannya. Cayena begitu tambah cantik, karena serasi dengan dirinya.
"Itu cocok sekali dengan Nona Cayena, jadi tambah cantik." puji pangeran Raphaelo yang melihat Cayena memakai jepit rambut yang ia hadiahkan.
"Makasih yang mulia, sepertinya anda pintar memuji ya."
"Kalau aku yang mulia, apa aku cocok dengan jepit rambut yang anda berikan ini?"
Iriena tak mau kalah, dia juga ingin dipuji oleh sang pangeran.
"Makasih yang mulia."
"Hoho.. putri-putri ku memang sudah cantik, dengan mengenakan hadiah yang diberikan oleh yang mulia pangeran akan jadi semakin cantik." sahut Count Roisen yang melihat putri mereka memakai hadiah yang diberikan pangeran l.
Begitu perjamuan berlalu, Cayena yang tidak ada kerjaan setelah perjamuan berakhir, ia pun jalan-jalan keliling ke kediaman Aester.
"Seingatku, di ceritakan di novel, kalau kediaman ini memiliki taman bunga di rumah kaca, taman bunga itu dulunya sering di rawat oleh ibu Cayena. Hm.. aku penasaran, seperti apa taman bunga di rumah kaca itu, aku kesana aja deh!"
"Di lorong sebelah kanan, maju sedikit... sampai! Untung aku mengingatnya.
__ADS_1
Wah... rumah kaca yang begitu besar, indah sekali, ini pertama kali aku melihat taman bunga yang sangat cantik. Di pinggir kaca tertanam berbagai macam spesies mawar, dan di depan terdapat bunga lavender, dan banyak lagi bunga-bunga yang sangat cantik, sungguh memanjakan mata. Dan yang paling utama di sini adalah bunga lily, bunga lily adalah lambang keluarga Aester jadi di tanam pada tengah-tengah dari rumah kaca ini, indah sekali."
Cayena terpana dengan keindahan bunga di hadapannya sekarang, sampai-sampai tidak menghiraukan langkahnya sendiri.
"Kyaa...!!!" teriak Cayena, kakinya terpeleset oleh batu yang dia injak.
Cayena yang akan jatuh terpeleset, tiba-tiba tubuhnya terhenti dan terjaga.
"Eh, aku gak jadi jatuh?!!"
Cayena terheran, mengapa ia tidak jadi jatuh ke tanah melainkan tubuhnya seperti melayang, tidak dia sadari bahwa seseorang telah menangkap nya saat waktu hampir terjatuh. Cayena yang mulai sadar akan seseorang yang sedang menjaga tubuhnya itu, dia pun langsung menoleh ke depan dan melihat sesosok pria di hadapannya. Cayena sontak kaget karena wajah dia dan pria itu berdekatan.
"Kyaa!!!"
Cayena yang kaget, langsung mengeluarkan teriakannya dan meronta-ronta di dekapan pria tersebut.
Cayena yang berteriak dan meronta sangat kencang membuat pertahanan tangan pria tersebut melemah dan akhirnya mereka berdua terselungkur jatuh.
Saat terjatuh Cayena menutup matanya karena takut, di saat membuka matanya, ia melihat pria itu dengan jelas dihadapannya sangat dekat, pria itu ternyata pangeran Raphaelo yang menangkapnya di saat ia hampir terjatuh, mereka berdua terdiam membeku saling menatap.
"Ra,Raphaelo!!"
Tak disadari Cayena yang melihatnya tanpa sadar menyebut nama pangeran begitu saja.
__ADS_1