Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Kena prank dari pria tampan


__ADS_3

"Bagaimana bisa seperti ini! kenapa kalian sebagai dayang tidak bisa menjaga putriku Cayena! seharusnya kalian saja yang menghilang, kenapa putriku."


Sang Count Aester marah besar mendengar putri tertua nya menghilang saat kecelakaan, dia begitu stres dan membuat keributan. Dayang dan kusir yang bersama Cayena terus disalahkan karena tidak bisa menjaga baik putrinya.


Saya minta maaf Tuan, saya bersalah tidak menjaga Nona dengan baik, saya akan menanggung semua kesalahan.


Ina si dayang Cayena begitu terisak menangis dengan histeris menyalahkan dirinya. Ina terus bersujud di lantai tidak henti-hentinya


Suruh para kesatria di kediaman Aester berkumpul dan cari putriku Cayena di kejadian itu sampai ketemu.


"Baik Tuan." ucap si tangan kanan Count Roisen


...*****...


"Ugh! kepalaku sakit sekali."


Lirih Cayena merasa badan dan kepalanya terasa sakit, dan Cayena membuka matanya dengan perlahan.


"Aku dimana sekarang, sepertinya ini bukan kamarku. Aku bermimpi di gendong pria tampan dengan menunggangi kuda.. tapi pria itu wajahnya aku tidak lihat jelas, tapi terlihat tampan walaupun tidak begitu jelas, sih."


Cayena yang terbangun sudah bergumam membicarakan mimpinya.


"Itu bukan mimpi melainkan kenyataan!" sambung orang yang berada di depan pintu.


Cayena yang mendengar perkataan itu pun mencari dimana suara itu berada.


"Ka,kamu siapa? kenapa kamu ada di kamarku?"


Cayena kaget dengan kehadiran sesosok pria di pintu kamar tersebut.


"Kamarmu? tapi ini kamar yang aku sewa, jadi ini kamarku! kamu siapa?"


Pria itu mendekat dan membuat pertanyaan yang membingungkan pada Cayena.


"Aku? aku, aku dimana? ini bukan seperti kamarku, kamarku begitu cantik dan dibuat dengan beton, tapi kamar ini terlihat bobrok dan kumuh dibuat dengan kayu biasa."


"Ka,kamu sampai sedetail itu!" pria tersebut tidak bisa berkata-kata.

__ADS_1


"Jangan-jangan?!" gumam Cayena.


Cayena memeriksa tubuhnya apakah ada yang tidak beres dengannya.


"Jangan khawatir, aku tidak apa-apain kamu, kok!"


Pria itu berjalan mendekati Cayena.


"Jangan mendekat!!" larang Cayena pada pria tersebut yang ingin menghampirinya.


"Kamu tidak tahu, apa yang telah terjadi denganmu?" tanya pria itu ke Cayena.


"Seingatku... aku terjatuh keluar dari kereta kuda, dan sudah berada disini!" jawab Cayena dengan apa yang telah terjadi dengannya.


"Apa kamu yang menolongku dan membawaku kesini?"


Cayena penasaran kenapa dia sudah berada disini dan juga ada seorang pria.


"Benar, aku yang menolongmu, dan akulah pria tampan yang menunggangi kuda itu. Namuku Grish!" ucapnya.


"Kalau selengkapnya aku tidak perlu memberitahukanmu!"


"Oh, tidak masalah! namaku Cayena, terimakasih sudah menolongku, Grish!"


"(Grish! nama yang tidak biasa, dia begitu bersih, tinggi dan tampan. Tutur katanya juga seperti bangsawan. Rambut berwarna biru tua dan bola mata berwarna ungu muda.. Hm.. siapa sebenarnya pria ini)"


"Kamu tidak perlu berterimakasih, aku hanya lewat dan mendapatkan seseorang yang terkapar di rerumputan, aku tidak bisa meninggalkan nya begitu saja, jadi aku bawa kamu sementara disini, untung kamu hanya luka ringan saja." ucap Grish.


"Anu... sudah berapa hari aku pingsan?" tanya Cayena


"Sekitar dua jam, kamu kira sudah pingsan beberapa hari?"


"Um.. ti,tidak! aku hanya penasaran saja."


"(Dia tau aja kalau aku berpikir begitu)" dalam benak Cayena.


"Jadi... apa balasan yang akan kamu berikan karena telah menolongmu?"

__ADS_1


Grish meminta imbalan pada Cayena karena telah menyelamatkan dirinya, Grish sambil mengangkat dagu Cayena perlahan.


"Ap,apa yang kamu inginkan?" tanya Cayena sedari kaget dengan dagunya yang tiba-tiba dipegang oleh Grish.


"Apa kamu akan memberikan apapun yang aku minta?" balik tanya Grish.


"Tentu, karena kamu sudah menyelamatkan aku, jadi apa yang kamu inginkan, cepat?"


Cayena sudah tidak tahan dengan Grish yang memperlakukan dirinya tidak sopan. Dan Grish, terus memandangi bagian kaki sampai kepala Cayena, membuat Cayena semakin jengkel dengan Grish.


"Apa sih yang kamu lihat, kamu jangan macam-macam ya!" ujar Cayena yang cemas dengan sikap pria yang ada di depannya itu.


"Umur kamu berapa?" tanya Grish sedari memandang Cayena.


"Itu bukan urusanmu!" ketus Cayena.


"Bentuk tubuh kamu boleh juga, sepertinya kamu masih dibawah umur, tapi tubuhmu lumayan seksi, ya!"


Perkataan yang tak sewajarnya yang dilontarkan Grish ke Cayena, Cayena pun semakin tak tahan dengan kelakuan Grish.


"Apa-apaan sih! kamu jangan berfikir yang aneh-aneh ya. Kamu boleh minta uang atau yang lainnya, tapi tidak dengan diriku." ujar Cayena sambil menepis tangan Grish yang sedari memegang dagunya.


"Santai! aku tidak butuh uang, kok, aku juga tidak kekurangan uang. Tapi.. kamu imut juga kalau lagi marah, aku semakin tertarik." ucap Grish sambil tersenyum jahil.


"Ka,kamu jangan Macam-macam ya!"


Cayena ketakutan begitu mendengar ucapan si Grish, dia pun mundur perlahan di tempat ranjang yang ia duduki.


"Hahaha... aku bercanda, aku tidak akan senekat itu kok. Kamu juga masih kecil, aku hanya suka menggodamu, karena kamu sangat lucu saat ketakutan, haha..!!"


Begitu suasana yang tegang menjadi candaan si Grish yang menggoda Cayena hingga ia ketakutan.


"Hah.. haha, kamu bisa-bisa nya menggodaku seperti itu! jadi apa yang kamu inginkan kalau tidak meinginkan uang?"


Cayena begitu lega karena itu hanya candaan dari Grish.


"Hm... entahlah, aku belum tahu yang aku inginkan, aku pikir-pikir dulu."

__ADS_1


__ADS_2