Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Bersaing mendapatkan hati Cayena


__ADS_3

"Bagaimana ini! pria-pria ini sangat aneh." batin Cayena tertekan.


"Nona Cayena, siapa yang akan kamu pilih?" sahut Zionn tak sabaran.


"Huft..."


Kakak-kakak sekalian, kalian jangan gegabah untuk mengambil keputusan, aku mana ada menolak pria tampan yang ingin menikah dengan ku, tapi aku sekarang tidak bisa menikah dengan siapapun!


"Nona Cayena tidak akan menikah selamanya?" ucap Zionn.


"Bu,bukan, aku tentu saja akan menikah, tapi umurku masih kecil untuk yang sekarang, umurku masih 14 tahun, bila menikah akan di kenakan sangsi.


Jadi kalian jangan memaksa anak dibawah umur untuk menikah!" ujar Cayena memutar kepalannya untuk beralasan.


"Tapi disini umur 10 tahun sudah menikah!" ucap Grish.


"Nona Cayena sudah bisa menikah! umur Nona Cayena 14 dan aku 17 tahun, hanya beda tiga tahun saja. Ini adalah jarak umur yang serasi bagi pria dan wanita menikah." seru Zionn lagi-lagi menggenggam tangan Cayena dengan penuh harapan.


"Itu...."

__ADS_1


"Benar, kenapa aku melupakan ini, di dunia ini dan dunia ku sebelumnya memiliki peraturan yang berbeda, memang disini menikah pada usia belia sudah biasa. Bila aku menolak mereka dengan keras entah hati ini kenapa tidak bisa menolak dua pria tampan ini. Apa ini efek dari nasibku di dunia sebelumnya yang jomblo akut, dan aku yang sekarang direbutin oleh dua pria tampan, oh tidak." Batin Cayena yang sedang prihatin.


"Aku tak kuasa melihat pemandangan yang indah ini, mereka begitu berharap aku akan menerima. Ayolah Cayena jangan macam-macam, berfikir, berfikir... ayo kepala mencairlah!" batin Cayena sedang memikirkan alasan lain.


"Yes, aku dapat ide brilian, jika aku mengatakan ide ini pada mereka, pasti mereka akan menyerah, hehehe..." batin Cayena sambil tersenyum licik.


"Baiklah, kalian dengarkan aku dulu! aku tidak akan memilih di antara kalian berdua, karena aku sudah punya 'tunangan'." ucap Cayena dengan percaya diri.


"Tunangan? siapa pria itu?" sahut Grish tak terima.


"Kalian jangan sembarangan, tunangan ku adalah seorang pangeran mahkota atau putra mahkota di kota ku! apa kalian dengar?"


"Apa? sudah bertunangan!" serempak Zionn dan Grish.


Di waktu bersamaan ...


"Hatchiuu!!! Kenapa pundakku terasa dingin" gumam pangeran Raphaelo sembari mengusap hidungnya yang gatal, dia juga sedang menunggangi kudanya.


......

__ADS_1


"Nona Cayena, pasti kamu berbohong, kan?"


Zionn masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Cayena, dia berkata begitu sambil memegang pundak Cayena dengan erat.


"Ak,aku mana ada berbohong, sebaiknya kalian tidak menggangu aku lagi, aku tidak mau tunangan ku marah." ujar Cayena sambil menepis tangan Zionn yang berada di pundaknya.


"Ini tidak benar, dia adalah takdir aku yang guru katakan, aku tidak boleh melepasnya." batin Zionn.


"Apa benar Cayena sudah memiliki tunangan? tapi meskipun sudah punya tunangan pun masih bisa saja di batalkan, aku tidak boleh melepasnya, saat aku bersama Cayena, entah kenapa aku merasa nyaman dan senang." batin Grish.


"Ini baru awal perang, sainganku hanya dua orang saja, aku pasti bisa mendapatkan hati Cayena/Nona Cayena." batin Grish dan Zionn bersamaan.


Zionn dan Grish saling memandang, waspada akan saingan nya.


"Kalian...."


"Ya Nona Cayena/Cayena, ada apa?" serempak Zionn dan Grish, mereka langsung berpaling melihat Cayena.


"kalian begitu serempak." batin Cayena tak bisa berkata-kata.

__ADS_1


__ADS_2