
Di waktu yang sama
"Bagaimana kabar Nona Cayena sekarang, apa dia sudah sampai rumah dengan selamat... Aku khawatir Grish tidak membawanya dengan baik. Kenapa aku rindu dengan Nona Cayena, padahal baru setengah hari tidak melihatnya. Hais.. kenapa aku jadi begini!!" gumam Zionn.
Zionn merasa kesepian, tidak ada yang membuatnya gundah oleh seseorang. Zionn berada di ruang pribadinya di menara sihir, dia duduk sambil melamunkan Cayena.
Zionn yang melihat kebawah lantai tak sengaja menemukan jepit rambut milik Cayena yang terjatuh di lantai.
"Hah! Ini... Bukannya jepit rambut milik Nona Cayena? Mungkin tidak sengaja terjatuh saat terjadi kekacauan si saat Nona Cayena memegang bola penentuan itu."
"Aha! Bagaimana kalau aku melihat kondisi Nona Cayena melalui penerawangan lewat jepit rambut ini. Karena jepit rambut ini pasti sudah bersentuhan dengan kulit Cayena sendiri!"
Dengan adanya jepit rambut milik Cayena, Zionn dapat terhubung dan dapat melihat apa yang sedang Cayena lakukan pada saat itu.
Zionn pun tak perlu lama-lama langsung menerawang dengan cara memegang jepit rambut tersebut dan ia sambil menutup matanya agar fokus pada satu titik, ia mencoba merasakan hawa keberadaan Cayena lewat jepit rambut itu.
Begitu tengah menerawang, akhirnya Zionn menemukan gambaran tempat kediaman Aester dan melaju ke tempat Cayena berada. Disana Zionn melihat Cayena sedang makan malam bersama tiga lainnya. Begitu dia memperjelas trawangnya dia melihat Grish yang juga ikut makan malam disana. Seperti biasa, Grish tengah sibuk memperhatikan Cayena.
"Gr,Grish! Dia... Ternyata sedang merayu Nona Cayena saat aku tidak ada!! Dia juga dengan leluasa merayu Nona Cayena didepan calon ayah mertua ku... Calon ayah mertua juga tampak bahagia..!!
Itu bocah... Kamu kira aku tidak ada dia bisa seenaknya merayu Nona Cayena! ...Tapi aku memang tidak bisa apa-apa sekarang, Mana ku belum kuat total untuk serangan jarak jauh. Tapi awas saja, aku tidak akan kalah dari dia, bila aku bertemu lagi dengan Nona Cayena, akan aku buktikan kehebatanku." gerutu Zionn yang tak tahan melihat kelakuan Grish.
...*****...
Makan malam telah usai, mereka pun pergi meninggalkan meja makan tersebut. Grish yang akan pamit pulang kepada Count Roisen malah melarangnya pulang dan menyuruhnya menginap satu malam. Begitu juga dengan Raphaelo, Count Roisen menawarkan dia untuk menginap satu malam, dengan cepatnya Raphaelo menyetujui tawaran tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana dengan yang mulia pangeran, sebuah kehormatan bagi kami bila yang mulia pangeran juga berkenan untuk menginap."
"Baiklah, karena ini sudah malam dan tidak dapat melihat dengan baik bila pulang memakai kuda, pengawal ku juga tidak ada, jadi hari ini aku menginap saja." ucap Raphaelo.
"Hoho... Benar, banar! Kalau begitu silakan, kami sudah menyiapkan kamar untuk kalian berdua."
"Huh, alasan! Sepertinya dia adalah sangianku juga, bertambah satu lagi saingan." batin Grish mulai menandai Raphaelo sebagai saingan cintanya.
...*****...
Kamar Cayena
"Hah... membosankan! Apa yang harus kulakukan sekarang... Seandainya ponselku juga ikut melintas denganku, itu akan sangat membantu ku untuk menghilangkan kebosanan. Juga, disana ada tabungan uang hasil kerja kerasku selama satu tahun, bukankah uang itu akan sia-sia! Awalnya tujuanku menabung untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya dan pergi berlibur ke luar negeri...!!
Tapi apa? Kerja keras yang aku lalui hingga satu tahun sudah sia-sia.
Tapi... Bukankah kehidupanku kali ini diganti dengan sangat mewah! Sudah punya kamar besar dan mewah, punya dayang yang baik seperti Ina, juga ayah yang penyayang... Bukan kah kehidupan ku yang sekarang sangat-sangat bagus! Tuhan memang adil.
Maka dari itu, di kehidupan ku kali ini, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menikmati kemewahan, aku akan baik-baik menghabiskan uang untuk membeli barang dan makanan sepuasnya! Hwahahaha....!!!" ucap Cayena dengan semangat berkobar-kobar.
Cayena tak tahu harus lakukan apa untuk mengisi waktu kosongnya, ia sangat merindukan ponsel dan memikirkan uang tabungan miliknya yang sia-sia tak terpakai. Cayena pun bertekad di kehidupan keduanya ini, dia akan baik-baik menggunakan uang sepuasnya dan merasakan apa artinya hidup mewah.
Setelah Cayena lama bergumam, jendela kamarnya terbuka oleh angin yang bertiup kencang, ia pun bangun dari duduk nya untuk menutup jendela... Akan tetapi, di saat hendak menutup jendela, dia melihat pemandangan malam yang dihiasi milyaran bintang yang memanjakan mata. Cayena akhirnya keluar ke teras balkon dan menyaksikan bintang yang cantik dan hembusan angin malam menyegarkan pikiran.
"Uwah... Cantiknya...! Ini pertama kali aku melihat bintang dan sinar bulan yang sangat menakjubkan... Benar-benar memanjakan mata.
__ADS_1
...Oh ya, bagaimana dengan Grish, apa dia sudah pulang, ya? Aku belum mengucapkan terima kasih, dan mengantar dia pulang..."
"Cayena, apa kamu merindukanku... Aku tidak akan pulang kalau kamu begitu merindukan aku!" sahut Grish tiba-tiba.
"Eh! Grish!"
Cayena yang mendengar suara Grish itu pun langsung menoleh ke sebelah kiri dimana sumber suara itu berada.
"Hai!" sapa hangat Grish diiringi lambaian tangan dan senyumannya.
"Kamu... kenapa..."
Cayena yang masih belum mencerna situasi kenapa Grish berada di kamar tamu itu. Pada saat itu juga di sebelah Cayena tiba-tiba terdengar lagi suara.
"Ekhem!"
"Eh! Apa itu suaramu?" tanya Cayena pada Grish.
Grish pun menjawabnya dengan menaikkan pundaknya mengisyaratkan dia tidak tahu.
"Terus..."
Cayena dengan cepat menoleh ke sumber suara tersebut, saat menoleh ke arah sebelah kanannya terdapat Raphaelo berdiri di teras balkon itu.
"Pa, pangeran Raphaelo?!" ucap Cayena sontak kaget.
__ADS_1
Cayena pun bolak-balik menoleh ke arah kiri dan kanannya seperti orang bodoh, ia masih tak percaya kedua pria itu akan menginap di rumahnya.
"Mungkinkah... Mungkinkah mereka akan menginap disini malam ini?!!" histeris Cayena.