Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Pangeran yang dingin berubah menjadi si penggoda hati!


__ADS_3

Tanpa ragu-ragu Raphaelo menggandeng tangan Cayena ke depan banyak orang.


Semua mata tertuju padanya, lampu-lampu juga tengah menyoroti keberadaan mereka berdua. Terlihat begitu jelas di raut wajah semua orang yang bertanya-tanya siapa wanita yang sedang digandeng oleh pangeran l, begitu riuh ditempat aula itu dibuat mereka berdua, semua tengah heboh membicarakan mereka yang seperti sepasang kekasih itu.


"Apa? Yang mulia pangeran bersama Cayena? Bagaimana bisa, mengapa juga mereka bergandengan tangan dan mengarah ke tengah aula pesta?" Iriana kaget tak percaya dia begitu bertanya-tanya didalam hatinya melihat sang kakak tirinya bersama pria pujaan semua wanita.


"Ternyata ini tidak mudah!" Gumam Iriena dengan sorot matanya yang tajam menatap Cayena seperti akan mengutuk nya.


"Siapa wanita cantik yang bersama yang mulia pangeran itu? Mengapa juga mereka begitu mesra bergandengan tangan." Gaduh para Lady.


"Yang benar saja yang mulia pangeran begitu akrab dengan wanita! Oh tidak, apa aku sedang bermimpi sekarang." Sambung yang lainnya.


"Kyaaa! Mereka begitu serasi... Aku seperti tengah melihat lukisan nyata sekarang. Bagaimana ini... Apa aku harus mendukung hubungan mereka...." Seru yang lainnya lagi sangat antusias melihat keserasian mereka berdua.


"Tampaknya ini akan jadi rumit! kalian jangan salah paham ya, aku ini dipaksa." Batin Cayena yang tengah memerhatikan orang-orang terhadapnya.


Pertanyaan yang tak tersampaikan dari para penonton! Ada yang iri, ada juga yang mendukung hubungan tiba-tiba mereka berdua. Semua yang ada di aula tersebut di buat gaduh oleh mereka berdua. Lain halnya dengan Cayena yang sebagai sorotan puluhan orang, dia terus berdoa agar bisa tenang, tetapi badannya tidak bisa terkontrol dan terus saja bergetar hebat, andai saja dia bisa berteleport, dia ingin berteleport sekarang juga ke tempat yang sepi dan gelap seperti gua, itu yang terlintas dipikiran nya sekarang.


Dansa akan segera dimulai, tentu saja sebagai pangeran sebuh negara yang harus jadi pertama untuk memimpin dansa tersebut. Karena Raphaelo sudah memiliki partner dansa maka dansa pun akan segera di mulai.


Begitu musik akan di mulai, Raphaelo hendak mengulurkan tangannya dengan pelan di hadapan Cayena. Cayena pula menerima uluran tangan dengan lembut yang terlapisi sarung tangan hitam.


Mereka berdua bersiap-siap mengatur posisi, Raphaelo dan Cayena berhadapan, badan mereka berdekatan sekitaran setengah meter, Raphaelo meletakkan tangan kanannya dengan lembut ke pinggang ramping milik Cayena, begitu pula Cayena yang ragu-ragu meletakkan tangan kirinya ke bahu Raphaelo.


Raphaelo yang melihat tingkah malu menggemaskan Cayena itu tergerak dan membisik pelan pada wanita dihadapannya itu "Santai saja, tapi jangan menggunakan kekuatan untuk menekan bahuku, ya!" Begitu cara Raphaelo menggoda Cayena.

__ADS_1


Sontak Cayena pun semakin canggung dan pipinya memerah malu, namun ia mencoba menahan godaan tersebut dengan menutup matanya keras.


Jarak di antara mereka berdua terlalu renggang, alhasil Raphaelo menarik pinggang Cayena agar badan nya dapat berdekatan.


"Kyaa! Pria ini mengapa begitu bersemangat, apa dia ingin menindasku. Tubuhku sudah mati rasa rasanya." Batin Cayena tak kuasa.


"Apa sudah siap?" Bisiknya dengan suara yang halus.


"Belum siap, aku juga tidak mau siap." Bisik Cayena.


"Pliss deh! Situasi macam apa ini, aku tidak terbiasa." Batin Cayena tengah meronta-ronta.


"Ops! tunggu, sepertinya ada sedikit coretan merah di luar garis bibirmu." Ucapnya seraya mengusap coretan lipstik yang terlihat berantakan itu di bibir Cayena.


"Papapapapa... Pangeran tolong berhenti... Ap, apa yang telah anda lakukan." Ucapnya dengan terbata-bata.


"Ke, kenapa dia jadi penggoda dan semenggodakan ini! Pangeran yang dingin sudah berubah drastis menjadi pangeran penggoda. Ugh, aku tak tahan." Batin Cayena.


"Puftt!!" Tawa kecil keluar dari mulut Raphaelo, ia pun cepat-cepat mengatupkan bibir nya menahan tawa agar tidak berlebihan.


"Ingin rasanya mencubit pipi yang tengah memerah itu." Batin Raphaelo ikut gemas.


Dansa pun dimulainya saat musik di bunyikan.


Dansa yang diiringi musik santai Sofias Brudfals dari perpaduan jazz menambah kerileksan sang pedansa untuk menikmati irama musik.

__ADS_1


Suara syahdu nan romantis itu dinikmati oleh para orang yang tengah menonton pembukaan dansa itu. Begitu mata dan mulut mereka bekerja tak henti-hentinya.


Setelah pertengahan dansa sudah berlangsung, para bangsawan yang memiliki pasangan pun memulai dansa mengikuti irama musik.


Semua menikmati momen dansa yang menggemparkan itu, kedua pasangan dansa yang sangat mencolok ialah pasangan Cayena dan Raphaelo sendiri. Meskipun banyak yang sudah berpartisipasi dalam dansa, namun mata hanya terus memandang mereka berdua. Mereka takjub akan keserasian seperti tiada tara itu.


"Wah... Wanita itu sungguh beruntung dapat berdansa bersama yang mulia pangeran l. Sungguh iri sekali." Celetuk para Lady yang tidak ikut berdansa.


Sudah hampir satu musik akan segera habis, yang dinanti-nanti kan oleh Kahil tentunya juga ingin menikmati dansa bersama Cayena di tahap berikutnya.


"Sudah hampir waktunya, pada saat itu aku akan mengeluarkan pamungkas penggodaku." Gumam Kahil yang tengah berada di pojokan sembari memegang secangkir gelas berisian Wine.


...*****...


Dansa sudah berakhir, semua bubar ketempat semulanya.


Ditengah keramaian, tiba-tiba saja Iriena muncul di hadapan Cayena dengan amarah dan ketidak terimaan dari raut wajahnya.


"Kak, bisa kita bicara?" Ucapnya dengan raut wajah geramnya.


Iriena, mau bicarakan apa?" Tanya Cayena dengan santai.


"Tidak perlu basa-basi, kita bicarakan di teras balkon sekarang." Balasnya dan langsung beranjak pergi menuju ke teras balkon.


"Ada apa dengan anak itu. Raut wajahnya juga sikapnya seperti benci sekali melihatku! Kenapa aku merasakan firasat yang aneh,ya." Batin Cayena merasakan ada keanehan dari adik tirinya itu.

__ADS_1


__ADS_2