Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Teh bernilai


__ADS_3

"Bagaimana tehnya, apa sesuai dengan seleramu?" Tanya Raphaelo yang tengah melihat Cayena menyeruput teh tersebut.


"Hm... Ini teh sungguh nikmat, saya hampir melayang sangat menikmatinya. Rasa pahit yang unik dan rasa manis yang sesuai di lidah juga ada sedikit rasa asam... Ini adalah teh hitam musim panas dari daerah Krangbert yang terkenal.


Saya dengar teh ini cocok untuk musim panas karena dapat menurunkan suhu tubuh.


Sebuah kehormatan bisa mencicipi teh bernilai ini." Ucap Cayena menikmati.


"Nona Cayena tahu betul ya dengan ciri khas teh tersebut, sampai tahu tempat produksi nya, juga!" Sahut Raphaelo.


"Aku tahu persis karena aku pernah membaca cerita tentang teh ini di novel tentunya. Teh ini memang sangat enak dan juga bisa sebagai obat penyembuhan, karena tidak terlalu memiliki kadar tinggi dan dibuat dengan bahan alami. Tidak heran para penguasa negara-negara di berbagai belahan dunia sangat memburu teh hitam buatan dari daerah Krangbert ini." Batin Cayena.


"Ah.. Haha, karena saya sudah lama ingin mencicipi teh yang bernilai ini. Teh ini sangat sulit didapatkan bagi bangsawan biasa atau atas sekalipun karena harga yang fantastis. Teh ini hanya diproduksi untuk para petinggi dan Kekaisaran saja, jadi sebagai bangsawan seperti keluarga saya mana mampu membeli teh yang sungguh bernilai ini.


Tapi saya sudah mencicipi teh yang bernilai ini sekali dalam seumur hidup, jadi matipun tidak akan sia-sia. Fufu!" Ucapnya seraya memegang sebelah pipinya menunjukkan kebanggaan nya.


Cayena memberi kesan yang luar biasa pada teh tersebut, ia sungguh menikmati teh yang membuat ia penasaran saat membaca plot novel dimana para kaisar di negara-negara lain juga sungguh menjunjung teh ini menjadi teh yang bernilai.


"Haha... Tidak sampai segitunya. Jika Nona Cayena sangat menyukai teh itu, nanti aku akan suruh ajudanku untuk antarkan ke kediaman kalian."


"Ehh... Yang mulia tidak usah sampai segitunya, saya sudah mencicipi teh ini jadi tidak perlu memberikannya segala."


"Tidak perlu sungkan! Toh, stok teh di gudang penyimpanan kami masih banyak, kok." Ucapnya santai.


"Memang yang namanya keluarga kaisar... Teh yang begitu mahal dan langka tapi mereka malah memiliki gudang penyimpanan sendiri lagi." Batin Cayena tercengang.

__ADS_1


"Jika yang mulia memaksa.. Saya dengan senang hati menerimanya, saya sangat berterima kasih."


"Pangeran Raphaelo sungguh dermawan, walaupun wajah luarnya terlihat dingin dan tidak berperasaan, tapi di dalam sangatlah baik... Pantas dia adalah tokoh utama prianya." Batin Cayena tengah memerhatikan Raphaelo yang duduk di sofa seberang nya.


"Ngomong-ngomong, Nona Cayena umur berapa?" Tanya Raphaelo.


"Ah, kebetulan dua hari lagi saya akan berulang tahun yang ke-15, kalau ada waktu, yang mulia bisa ikut acara pesta ulang tahun kecil-kecilan di kediaman Aester saya, bagaimana?" Ucapnya mencoba mengundang pria tersebut yang teringat akan ada acara pesta perayaan di rumahnya.


"Acara pesta ulang tahun?"


"Hehe, iya! Awalnya saya tidak pernah memikirkan untuk mengadakan pesta ulang tahun, tapi ayah dan dayang saya sangat antusias ingin mengadakan acara seperti itu. Yah, saya juga tidak bisa terus-terusan menolak permintaan mereka juga." Ucapnya sedikit malu.


Cayena mengingat kejadian sehari sebelumnya ...


"Cayena, bukannya sebentar lagi kamu akan ulang tahun... Bagaimana kalau adakan pesta?"


Cayena yang tengah menyeruput teh dan belum bisa menjawab, setelah selesai, ia pun menjawab pertanyaan ayahnya dengan balasan yang singkat. "Saya tidak tertarik." Ucapnya.


"Tapi ayah sangat ingin melihat putri ayah menjadi seorang putri di pesta tersebut."


"Bukannya saya sudah menjadi putri anda?" Balas Cayena.


"Haih, itu kan beda! Bukankah kamu belum pernah mengadakan pesta ulang tahun sejak lahir... Apa kamu sama sekali tidak menginginkannya?"


"Saya tidak terlalu suka keramaian."

__ADS_1


"Tidak suka keramaian bagaimana bisa hidup di kalangan sosial setelah dewasa nantinya.


Adakan pesta ya..? Mau ya..? Bila ayah mati, ayah bisa mati dengan tenang suatu saat nanti..."


"AYAH! Kalau bercanda jangan yang aneh-aneh. Huh, baiklah, tapi pestanya kecil-kecilan saja." Ujarnya dengan wajah sebal karena tidak bisa menolak lagi.


"Baik, baik... Putri ayah memang patuh. Ayah akan undang orang-orang sekiranya saja, kamu bisa undang teman sesukamu juga."


Kembali dari kenyataan ...


"Huh, ayah memang tega sih, cara membujuknya membuat aku tidak dapat menolak keinginan dia." Batin Cayena tak dapat berkata-kata lagi.


"Tapi kalau yang mulia sibuk juga tidak perlu memaksakan diri untuk hadir, saya tidak memaksa anda." Sambung Cayena lagi.


"Ti, tidak, dua hari ke depannya aku tidak ada kesibukan, jadi aku akan datang."


"Syukurlah!" Sahut Cayena yang lega karena undangan nya tidak di tolak.


...*****...


Setelah waktu berlalu Cayena pun pulang dengan kereta kuda yang bersama nya waktu pergi ke istana saat itu.


Tak lama ke pulangan Cayena, Raphaelo tiba-tiba dapat panggilan dari sang baginda kaisar atau ayahnya dari seorang tangan kanan kaisar yang datang menghampiri dirinya.


Entah apa yang sedang terjadi, panggilan dari kaisar kepada Raphaelo itu terlihat mendesak dan segera Raphaelo pun pergi menemui ayahnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2