
"Putriku... Apa yang telah terjadi, apa kamu baik-baik saja, apa kamu terluka?"
Count Roisen memeluk Cayena diiringi tangisan, dia begitu bahagia sampai-sampai tak menghiraukan martabatnya di depan banyak orang.
"Ayah... Cayena tidak apa-apa, Cayena sangat baik! Maafkan Cayena membuat ayah cemas."
"Tidak, seharusnya ayah yang minta maaf, ayah tidak bisa menjagamu dengan baik sehingga terjadi demikian."
Count Roisen terus menyalahkan dirinya yang tak bisa menjaga keselamatan putrinya. Terlepas dari pelukan yang menyan nyat hati mereka, count Roisen menyadari bahwa di samping Cayena ada pangeran Raphaelo yang tengah memerhatikan mereka.
"Yang mulia pangeran! Terimakasih sudah menyelamatkan putri saya."
"Sebenarnya saya..."
Count Roisen memotong perkataan pangeran Raphaelo dengan cepat.
"Pangeran jangan sungkan! saya berhutang budi pada anda yang telah menyelamatkan putri saya, Cayena."
"Ayah.. meskipun terlalu senang, tapi dengarkan dulu perkataan pangeran." sambung Cayena.
__ADS_1
"Aduh.. saya minta maaf telah memotong ucapan anda, saya sangat senang karena pangeran lah yang menyelamatkan nya.
"Sepertinya anda sudah salah paham, sebenarnya aku tidak menyelamatkan Nona Cayena, aku barusan bertemu dengannya di jalan menuju kediaman Aester."
"Iya, ayah! Yang menyelamatkan aku bukan pangeran melainkan pria yang ada disana!"
Cayena menunjuk ke arah Grish berada, Grish bersama kudanya berada lumayan jauh dari mereka. Cayena pun memanggil Grish ke tempat ia berada untuk dikenalkan pada ayahnya.
"Anak muda, kamu yang telah menyelamatkan putriku Cayena?" tanya Count Roisen pada Grish yang datang menghampiri mereka.
"Benar, saya bertemu dengan dia saat sedang berburu dan di bawah tebing menemukan dia sedang pingsan, jadi saya sementara membawa dia ke penginapan terdekat untuk memulihkan lukanya." jelas Grish memberitahu kejadiannya.
Anak muda.. kamu begitu baik, tidak hanya berhati baik saja, tapi kamu memiliki wajah yang tampan."
Count Roisen menepuk-nepuk pundak Grish setelah mendengar cerita Grish membuat dia begitu lega.
"Namamu siapa?" tanya Count Roisen pada Grish.
"Perkenalkan, nama saya Grish Dollainer."
__ADS_1
Grish memperkenalkan dirinya dengan sopan bak bangsawan di hadapan ayah Cayena.
"Dollainer...?" batin Cayena sambil mengerutkan dahinya.
"Dollainer? Apa kamu keluarga dari Grand Duke Dollainer dari kota Ann itu?"
Count Roisen mendengar nama tersebut langsung menebak apakah benar dia dari keluarga Grand Duke Dollainer.
"Benar, saya adalah Grish Dollainer putra kedua dari Duke Dollainer."
"Apa! Ayah dia adalah seorang Grand Duke? jadi.. jadi dia adalah seorang pangeran, dong!" batin Cayena, ia terkejut dan membatu.
Grish yang melihat ekpresi Cayena yang terkejut, membuat Grish gemas dan menoleh ke Cayena sambil tersenyum ramah.
"Hii... Dia tersenyum padaku, tapi kenapa senyumannya mengerikan. Saat bersama dia aku selalu bicara blak-blakan dan pernah menyiram dia dengan air sungai. Kalau aku tahu dia seorang pangeran, aku tidak akan bersikap kelewatan..!! Aku juga melakukan hal itu di wilayah kekuasaan dia.." batin Cayena tertekan.
"Oho.. aku sangat senang hari ini, bagaimana sebagai tanda terimakasih ku, kita adakan perjamuan hari ini, sebagai penyambutan keselamatan Cayena dan juga sebagai ucapan terimakasih kepada pangeran Dollainer." seru Count Roisen.
"Mulai sudah..." gumam Cayena.
__ADS_1
"Di plot novel, tidak ada cerita dimana Cayena bertemu seorang pangeran yang menyembunyikan identitas dirinya, juga tidak ada terjadi kecelakaan pada Cayena sebelum kematiannya... Alur cerita dari novel ini sepertinya sudah banyak berubah, apa karena aku yang mengubah kepribadian Cayena, jadi alurnya berantakan.. Tapi niatku juga bukannya untuk mengubah alur cerita, apa kedepannya akan baik-baik saja, bila alurnya benar-benar berubah." pikir Cayena dalam batinnya.