
"Huftt... Ternyata ada gunanya mereka tampan, jadi aku bisa terlepas dari mereka." Gumam Cayena yang tengah menenangkan diri ke meja minuman yang ada di pojok Hall.
. . . .
"Kyaa! Tampannya!"
"Kyaa! Aku mau kakak tampan rambut panjang, kakak sesuai dengan selera ku!"
"Kalau aku kakak yang berbadan bagus, kakak terlihat maskulin, deh~!"
Para Ledy tampak gentar dan bersemangat dengan adanya ketampanan dua pria di hadapan mereka, begitu dengan Grish dan Zionn yang tidak berdaya yang tengah di kerumuni para Lady.
"Huhu... Nona Cayena begitu tega membiarkan aku di kerumuni Lady yang seperti ikan piranha ini!" Batin Zionn menangis tersedu-sedu tak berdaya.
"Sialan, wanita-wanita ini begitu menyebalkan, ini kali pertama aku muak dikerumuni wanita." Batin Grish menggerutu tak jelas.
Sebelum kejadian bermula....
"Kalian... Bisakah kalian tidak seperti ini? Aku benar-benar tidak bisa memilih..."
"Cayena, eh, Tuan putri, jangan sungkan dan terimalah uluran tanganku ini, aku begitu tulus, bagaimana bisa tuan putri tidak menerima ketulusanku ini." Sahut Grish dengan lagaknya.
"Tapi kalian berdua..."
"Tidak ada kata tapi, kalau Nona Cayena ragu, pilih saja uluran tanganku ini, Nona Cayena tidak akan ragu memilih lagi." Sambung Zionn tak mau kalah kata-kata.
"Kamu sama aja! Ngapain juga aku begitu ribet, toh ini kan acara milikku." Batin Cayena jadi sebal.
"Eh, itu kan Lady Cherly Asbeart , ini bisa jadi kesempatanku untuk menyingkirkan mereka dari pandanganku." Batin Cayena, ia mendapat sebuah solusi.
Cayena melihat Lady Cherly memegang sekotak kado dan berjalan mengarah meja tempat menaruh kado, begitu melihat langsung ada sebuah ide yang tertera di otaknya yang ingin kedua pria di hadapan nya itu dapat menyingkir dari hadapan nya. Ia pun memanggil Lady Cherly yang lumayan dekat di samping mereka.
"Lady Asbeart! Apa itu kado untuk ku?" Sapa Cayena.
__ADS_1
"Ah, Lady Cayena! Benar, ini kado dariku untuk Lady. Wah... Lady Cayena sangat cantik malam ini. Tentu saja, Lady kan tokoh utama pesta ini~" Ucapnya seraya mendekat.
"Aha, iya~ begitu lah..."
"Wah... Isi kadonya apa nih, lumayan berat." Ucapnya setelah mengambil kado tersebut dari tangan Lady Cherly.
"Ah... Itu adalah cangkir keramik edisi terbatas yang aku dapatkan di luar kota. Pasti Lady menyukainya!"
"Wah... Hadiah yang berharga. Terima kasih atas kadonya, Lady."
"Iya, sama-sama! Eh Lady Cayena, siapa dua pria di hadapan Lady? Wah... Tampan sekali!"
Lady Cherly menoleh ke samping dimana ada dua pria di sana, ia pun terpesona dengan ketampanan mereka.
"Heh, ini yang aku tunggu." Batin Cayena yang telah menantikan seraya tersenyum menyeringai.
"Oh ya, mereka adalah temanku, Grish dan Zionn. Apa Lady mau berkenalan dengan mereka?" Sahut Cayena memperkenalkan dua pria tersebut pada Lady Cherly.
"Ah, oh! Se, senang bertemu dengan anda sekalian, saya Cherly Asbeart putri dari Viscount Roberic Asbeart." Ucapnya memperkenalkan dirinya di hadapan dua pria tersebut dan dengan rada gugup malu dan tidak menyangka.
"Aduh~ kalian kenapa diam saja, sapa dong Lady Cherly nya!" Sambung Cayena seraya mendorong kedua pria itu untuk menyapa.
"Zionn, kamu saja!" Ucap Grish dengan suara lirih.
"Enak aja, kamu kan yang paling handal kalau beginian." Celetuk Zionn.
"Hm... Tidak ada perubahan, sebaiknya aku lewat Lady Cherly untuk memperlancar jalan, sepertinya Lady Cherly sangat ingin memberitahukan hal ini pada para Lady juga." Batin Cayena yang tengah memerhatikan.
"Sepertinya mereka berdua malu dan tidak berani angkat bicara kepada Lady karena Lady sendirian, bagaimana kalau ajak Lady yang lain juga untuk berkenalan agar jadi semakin seru..!!" Seru Cayena memberi saran.
"Ah, Lady benar, apa sebaiknya ajak mereka juga, ya. Tapi... Apa boleh?" Ucapnya ragu-ragu.
"Tid..." Ucapan Grish terpotong.
__ADS_1
"Tentu saja boleh! Iya kan..?" Jawab Cayena dengan cepat tidak memberikan mereka celah untuk berbicara.
"Kalau begitu, aku akan tanyakan para Lady sebentar." Ucap Lady Cherly kembali bersemangat dan dengan cepat beranjak pergi.
"Hmph!" Senyum tipis Cayena.
Setelah itu pula, para Lady kian banyak berdatangan dan mengelilingi kedua pria itu, sehingga mereka lengah dan Cayena pun dapat menghindar dan pergi menjauh.
Sejak saat itu, Grish dan Zionn menjadi pria populer di kalangan para Lady dan menjadi perbincangan hangat oleh mereka.
Kembali dari sebelumnya...
"Kakak tampan jadi pasangan dansa ku nanti, ya?" Ajak salah satu Lady kepada Grish.
"Dansa..?!"
Seketika Grish dan Zionn saling menatap setelah mendengar kata dansa.
Pikiran mereka sama, tujuan mereka juga sama-sama menginginkan hal tersebut.
Tak lama setelahnya mereka pun bergegas beranjak pergi dari kerumunan para Lady dengan tergesa-gesa dan saling berlomba berlarian mengarah Cayena.
"Aku harus cepat, kalau tidak kakek buyut akan mengambil kesempatan langka itu." Batin Grish dalam mode waspada seraya melangkah dengan cepat.
"Tidak akan kubiarkan si bocah tengik itu duluan, aku harus cepat dan mengambil alih kesempatan ini. Duh... Jantungku serasa ingin copot jikalau berkesempatan berdansa dengan Nona Cayena." Batin Zionn banyak berharap.
Di sisi bersamaan...
"Hm... Raphaelo kok nggak ada, hingga batang hidungnya juga nggak terlihat? acaranya akan segera dimulai, tapi dia masih saja belum datang. Apa di lupa..." Gumamnya kepikiran.
Sudah hampir acara akan dimulai, tetapi kehadiran Raphaelo masih belum terlihat. Begitu Cayena memikirkan Raphaelo, tiba-tiba saja suara yang begitu lantang memanggil namanya.
"Cayena/Nona Cayena...!!!" Serempak Grish dan Zionn memanggil Cayena yang berada di pojok Hall.
__ADS_1
"Apa aku salah lihat? Mengapa dua orang itu mengarah ke sini dengan berlarian dan tanpa malunya berteriak."
Seketika pula Cayena terkejut dan tercengang akan tingkah laku kedua pria tersebut yang tak jelas dengan ekpresi tergesa-gesa nya.