Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Kepulangan Grish ke kota Ann


__ADS_3

Kota Ann adalah kota yang dijuluki kota para penyihir dan tempat kesatria tangguh ada di sana.


Kota Ann bersebelahan dengan kota Vildom dimana para petisi dan para bangsawan di kedua kota tersebut bersekutu dalam pengoperasian bahan pangan maupun keperluan lainnya. Kota Vildom juga mengekspos berbagai macam pedang ke dalam lingkup sosial.


Pajak untuk masuk ke dua kota tersebut bisa dibilang murah, karena itu warga dari dua kota tersebut bisa dengan mudah berinteraksi dalam mengelola barang.


Kota Vildom sendiri merupakan kota tempat pembuat barang untuk perang, kota Vildom biasanya mengekspos barangnya ke berbagai kota lainnya.


Count Aester juga pengelola pedang dan dia juga memiliki usaha lainnya yang dia tekuni. Dia biasanya lebih banyak berkolusi dengan kota Ann dalam hal kerja sama termasuk Duke Dollainer. Duke Dollainer banyak membutuhkan pedang karena ia mendirikan sebuah Akademi di kota Ann, dengan itu Duke Dollainer bekerja sama dengan Count Aester dalam bisnis dagang dalam jangka panjang.


...*****...


Pada saat ini Grish tengah berpamitan kepada Cayena dan yang lainnya, ia akan kembali ke kota Ann pagi ini karena ada urusan yang harus ia tangani katanya. Sebenarnya Grish masih berat meninggalkan Cayena namun ia akan berusaha menemui Cayena di lain waktu.


Di halaman depan kediaman Aester.


"Cayena, aku pamit dulu ya, baik-baik jaga kesehatan. Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan mu sendirian disini... Tapi tenang saja, besok-besok aku akan lebih sering menemuimu. Oh, ya! Tadi malam tidurku nyenyak, lho! Juga di dahiku ada benjol, apa kamu tahu kenapa?" Ucapnya.


"Itu... Hahaha... Mungkin itu bekas nyamuk, tapi syukurlah jika tidurmu bisa nyenyak. Dan terima kasih sudah banyak membantuku, Grish. Kamu juga tidak perlu terburu-buru, kamu urus saja urusanmu pelan-pelan." Ujar Cayena.

__ADS_1


"Semoga Grish tidak ingat apa-apa dengan kejadian kemarin malam, juga semoga dia tidak terjadi amnesia karena pukulan waktu itu, huh..." Batin Cayena yang panik.


Cayena menutupi kesalahannya kemarin malam karena dibutakan emosi.


Ia memaksakan diri untuk tersenyum pada Grish, dia kelihatan lelah karena kemarin malam dia tidak bisa tidur dengan baik.. Yah! Memang kemarin malam ada kejadian yang membuat Cayena terganggu sampai pagi hari ini dia tampak lesu tak bertenaga.


"Baiklah! Aku akan camkan ucapan Cayena. Apa Cayena masih ingat kalau aku ada permintaan yang akan kamu kabulkan?"


"Permintaan? ...Ah, itu ya! Apa kamu akan memintanya sekarang, jadi apa yang kamu inginkan?"


"Hehe... Masih belum! Aku hanya ingin mengingatkan mu saja."


"Eh, kenapa? Selagi aku sudah ada dirumah, sebaiknya kamu minta saja, jadi aku bisa gampang mengabulkannya."


"Tidak, tidak! Saat ini belum waktu nya." Tolak Grish dengan cepat.


"Kok aku punya pirasat buruk tentang ini!" Batin Cayena.


"Cayena, apa kamu baik-baik saja?"

__ADS_1


Grish melihat Cayena tampak tidak baik-baik saja, dia jadi cemas melihatnya.


"Tidak usah dipikirkan, aku hanya kurang tidur saja."


"Oh! Apa karena merindukan ku? Tenang saja, aku kan sudah berjanji akan menemuimu lain kali. Jadi kembalilah tidur setelah aku pergi, dan jangan lupa.. Mimpikan aku."


"Dasar narsis, kamu kira aku tidak bisa tidur karena merindukan kamu? Mimpi!


Seandainya aku bisa ucapin itu langsung ke Grish, tapi disini ada ayah, jadi ya sudah aku katain di dalam hati aja." Batin Cayena.


"Ya, ya... Baiklah! Sebaiknya kamu cepat pergi aku sudah begitu ngantuk ini." Ucapnya sambil mendorong pundak Grish agar cepat pergi.


"Baiklah... Kalau begitu, ayah.. Eh, Tuan count, terima kasih sudah mengizinkan aku tidur disini. Kalau begitu aku pamit."


"Oho... Pangeran begitu sungkan, seharusnya kami yang banyak berterima kasih pada pangeran, pintu rumah akan selalu terbuka untuk Anda. Hati-hati di perjalanan, dan jangan lupa salam Terima kasihku juga kepala Tuan Duke." Ucap Tuan count.


"Anda sangat baik hati! Aku akan sampaikan salam Anda, kalau begitu sampai jumpa."


Grish pun akhirnya pergi menggunakan kereta kuda yang datang menjemputnya dari kota Ann tadi subuh. Dengan berat hati ia meninggalkan Cayena, baru beberapa menit ia pun sudah merasa rindu.

__ADS_1


__ADS_2