
Saat ini Zionn dan Cayena tengah duduk rapi di sofa.
Mereka berdua sedang terdiam melamun, Cayena tengah melamunkan masalahnya sedangkan Zionn tengah melamun memandang wanita di sampingnya itu tanpa berkedip seraya tersenyum-senyum tipis.
"Apa belum cukup memandangi ku?"
"Masih belum!" Jawab cepat Zionn.
"Baiklah! Lanjutkan!" Balas Cayena bodo'amatan.
"Begitu pasrah! Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan?" Tanya Zionn sembari tangannya di lekuk dan kepalanya bersandar santai di telapak tangan tersebut.
"Kalau aku kasi tau juga nggak membantu." Balasnya.
"Ah, masa iya sih? Aku kan penyihir, siapa tahu aku bisa membantu."
"Bicara masalah penyihir... Kamu pasti tahu kan, tentang kekuatan aku ini?"
"Hmmmmm...."
"Apaan sih, ahem aheman, nggak jelas deh!" Celetuk Cayena.
"Setahuku, elemen petir berasal dari jiwa orang yang telah hidup dua kali di masa nya. Itu yang tertulis di buku peninggalan guruku.
Selengkapnya juga ada banyak teori dan penjelasan tentang sihir petir dan penyihir dalam buku peninggalan guru.
Ada banyak teori penyihir petir yang sudah aku baca dari buku itu, salah satunya teori tersebut, tapi itu tidak melingkupi semua kebenaran, ada juga penjelasan yang lainnya." Ucap Zionn.
"Apa? Apa kamu bilang, jiwa yang telah hidup dua kali?" Tanya Cayena penasaran.
"Apa ini alasannya aku mendapatkan kekuatan petir, karena pengaruh dari kedua kehidupan?" Batin Cayena tengah berfikir.
"Benar, jiwa yang berkontraksi dengan kehidupan lampau dengan kehidupan selanjutnya. Bisa dibilang orang yang dapat mengingat kehidupan masa lalunya.
Apa jangan-jangan... Nona Cayena sama seperti teori itu?" Ucap Zionn tiba-tiba menebak.
Glek! Cayena menelan air liur karena pertanyaan Zionn memang adanya.
"Ah, haha... Yang benar saja, mungkin penjelasan yang lainnya bisa di percaya." Ucap Cayena beralasan seraya mengkibas-kibas tangan karena panik.
__ADS_1
"Hm, aku juga berpikiran demikian, masa iya ada orang yang dapat hidup dua kali setelah kematiannya, dan dapat mengingat kehidupan sebelumnya."
"Benar, itu sangat konyol! Dapat mengingat kehidupan lalunya membuat orang menjadi frustasi." Ucap Cayena sembari menunduk.
"Nona Cayena seperti pernah merasakan saja, apa sampai frustasi?" Celetuk Zionn.
"Bukan frustasi lagi, ini menyangkut ketenangan hidup." Tanpa sadar Cayena menunjukkan ekpresi seakan dirinya merasakan hal yang sama.
"Oh... Ya....!!" Sahut Zionn seraya menatap lekat mata Cayena dan wajahnya perlahan mendekat.
Cayena yang tersadar jadi geram melihat Zionn malah menatapnya dengan tatapan aneh. Ia pun dengan emosinya mendorong kuat wajah Zionn itu dengan kedua tangannya.
"@#%+&?$&@ (Nona Cayena jangan terlalu kuat mendorong wajahku)". Gerutu Zionn.
"Makanya, jangan macam-macam dengan ku." Ujarnya setelah selesai mendorong.
"Ugh, sepertinya hidungku jadi gepeng." Gumam Zionn seraya mengelus elus hidungnya yang memerah.
"Oh ya, ngomong-ngomong bagaimana cara kamu mengetahui keberadaan ku?"
"Sebelum aku menjawab pertanyaan itu, aku juga mau tahu mengapa kamu mengatakan pada dayang mu itu kalau kamu sedang menangkap kecoa?" Tanya Zionn yang masih penasaran dengan kejadian waktu itu.
"Tapi jangan samain aku dengan kecoa, aku tidak suka kecoa, tahu!" Balas Zionn seraya memasang wajah cemberut.
"Puftt! Badan nya aja besar sama kecoa kecil aja takut." Olok nya seraya tertawa kecil.
"Terus gimana caramu dapat tahu aku disini? Dan ada hal apa sampai kerumahku?" Sambung Cayena dari pertanyaan sebelumnya.
"Aku melacak lewat jepit rambut milik Nona Cayena!" Jawabnya sambil menunjukkan jepit rambut itu dari tangannya.
"Itu kan jepit rambut milikku!" Tunjuk Cayena.
"Itu adalah jepit yang di hadiahkan oleh Pangeran Raphaelo saat perjamuan waktu itu." Batin Cayena.
"Ini, aku kembalikan." Ucap Zionn seraya memberikan kembali jepit rambut tersebut pada Cayena.
"Oh! Makasih."
"Jadi kamu kesini hanya untuk mengembalikan jepit rambut ini doang?"
__ADS_1
"Benar! Tapi ada lagi yang ingin aku beri tahukan pada Nona Cayena."
"Hal penting, kah?"
"Tidak terlalu penting. Ini hanya sebuah pesan singkat dari Grish!" Ucapnya.
"Grish?! Memangnya ada apa dengan Grish?"
"Dia sekarang sedang dikurung oleh keluarga nya, sebenarnya dia ingin berkunjung lagi kerumah Nona Cayena, tapi dia tidak dapat keluar, jadi Grish meminta bantuan ku memberitahukan pada Nona Cayena. Aku tidak mau tapi dia memaksaku... Jadi dipesan itu dia bilang 'jangan terlalu merindukan aku karena setelah masa pengurungan aku akan secepatnya menemuimu'. Dia bilang begitu." Ungkap Zionn.
"Aku sungguh tidak merindukan dia, sama sekali tidak!" Gumam Cayena tak habis pikir mendengar pesan dari Grish barusan.
"Tapi kenapa dia dikurung oleh keluarga nya, apa dia membuat kesalahan?" Tanya Cayena pada Zionn.
"Ceritanya panjang, tapi kalau Nona Cayena ingin tahu, sebaiknya dari mulut dia sendiri." Balas Zionn.
"Bagaimana caranya?"
"Aku bisa mengantar Nona Cayena dengan teleportasi ku, apa Nona Cayena berkenan?" Tanya Zionn menawarkan.
"Baiklah, tidak masalah." Balasnya.
"Baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang." Ujar Zionn.
"Sekarang?"
"Benar! Nona Cayena kemarilah peluk aku dengan erat agar kita dapat berteleport kesana dengan aman." Ucap Zionn seraya merentangkan tangan kirinya.
"Be, begitu ya! Apa ini sungguh tidak apa-apa?"
Cayena tengah mendekat dan hendak memeluk pinggang Zionn, tapi Zionn malah tak sabaran dan tangan kirinya langsung mendekap pinggang Cayena dengan lembut.
"Eh?!"
"Tenang saja! Pegangan yang erat, kita akan sampai kesana secepatnya." Ujar Zionn.
"Uwu! Aku bisa berdekatan dengan Nona Cayena juga dapat memeluknya... Tidak sia-sia juga mengikuti keinginan Grish." Batin Zionn tengah menikmati kedekatan dia dengan Cayena.
"Tidak kusangka suara jantung Zionn begitu berdegup kencang. Lantas apa yang anak ini pikirkan sekarang, firasatku tidak baik." Batin Cayena.
__ADS_1