
Istana bagian timur_
Ruang pribadi
"Apa kamu tahu, pangeran l sudah seutuhnya di percaya oleh baginda kaisar untuk memimpin pasukan kemiliteran?"
{ Rosyta Rovielete ibu kandung Kahil Lancaster sekaligus permaisuri kedua Kekaisaran Traven }
"Tahu, mata-mataku telah menyelidiki hal tersebut!"
"......."
"Lambat laun, baginda kaisar mungkin saja akan menyerahkan tahtanya kepada pangeran l. Jikalau pangeran telah berkuasa, pergerakan kita dan kebebasan kita di istana Kekaisaran ini tidak akan seperti sekarang ini.
Tapi sebelum itu terjadi, Kahil putraku, kau harus merebut tahta itu bagaimanapun caranya, mengerti!" Ucap Rosyta Rovielete yang cemas dan waspada.
Di Istana bagian timur adalah tempat dimana permaisuri kedua di tempati. Di tempat itu juga Rosyta Rovielete berkuasa, namun ia masih menginginkan kuasa yang lebih banyak, karena itu Rosyta menginginkan putra kandungnya Kahil untuk menduduki tahta kaisar selanjutnya.
"Aku akan berusaha sebisa mungkin, ibu tenang saja, aku ada rencana sendiri." Ucap Kahil dengan sorot mata bertekad.
"Hm, bagus! Itu baru putraku."
"Bila tidak dilakukan dengan cepat, mungkin kesempatan menjadikan Kahil sebagai kaisar akan semakin sedikit. Aku akan biarkan dulu Kahil melakukan rencana dia, dan aku akan menyokong nya dari belakang." Batin Rosyta.
...*****...
Camp perbatasan Hesh_
Pukul 17:02 sore
"Yang mulia, sebaiknya anda makan sup ini untuk memberikan stamina!" Ujar Louis fan seraya menyodorkan sup itu pada Raphaelo.
"Kamu dapat dari mana?"
"Sir kedrick memasaknya, katanya masakan dia sangat enak, jadi saya membawakan semangkuk untuk anda."
__ADS_1
"Apa kamu sudah mencobanya?"
"El, Itu... Belum!" Jawabnya sembari menggaruk-garuk pipinya.
"Apa sebaiknya saya coba dulu..."
"Tidak perlu, sini!" Ucap Raphaelo seraya mengambil mangkuk berisian sup tersebut dari tangan ajudannya.
Raphaelo yang tengah mengambil sup itu, tiba-tiba saja di kagetkan dengan suara bom meriam yang di ledakkan di luar benteng perbatasan.
"Suara bom? Sial. Mole lagi-lagi bertindak." Gumam Raphaelo.
"Pegang." Ujarnya pada Louis.
Dengan cepat Raphaelo memberikan kembali sup tersebut pada Louis dan bergegas keluar camp dengan berlarian.
"Ehh, yang mulia... Sup nya? Duh, tidak boleh mengurus sup, aku harus menjaga yang mulia dulu." Gumam Louis fan kepanikan.
...*****...
Aula utama untuk acara pesta ...
"Geser ke kanan sedikit... Kekiri-kekiri... Yak, begitu!"
"Taruh dessert nya di setiap meja." Ujar kepala pengurus rumah pada pelayan tersebut.
"Baik."
***
Kamar Cayena
"Anda ingin model rambut seperti apa, Nona?" Tanya Ina yang tengah menyisir rambut indah milik Cayena.
"Terserah, yang penting rapi."
__ADS_1
"Eyy, jangan begitu dong... Bagaimana kalau modelan seperti Ledy Cherly?"
"Kamu kira aku ingin menyeruduk orang apa, rambut di kucir seperti tanduk?!" Sahut Cayena.
"Hehe... Bercanda Nona~.
...*****...
Di dalam perbatasan Hesh
Bawah benteng ...
"Bom meriam ini sengaja mereka tembakkan di luar perbatasan untuk mengacaukan situasi di dalam.
Para prajurit Mole ada banyak yang tengah bersembunyi dan waspada di beluk-beluk hutan ini, kalau kita terpancing dan keluar perbatasan, prajurit Mole akan mudah menyerang dengan jarak jauh. Maka dari itu kita harus waspada di area sasaran." Ucap Raphaelo mengamati.
"Bagaimana kalau kita serang balik, yang mulia?" Tanya Louis fan.
"Tidak, aku ada ide." Balas cepat Raphaelo.
"Ezra, ikut aku ke atas benteng."
"Baik, yang mulia!"
Ezra adalah salah satu penyihir Kekaisaran yang di bawa untuk bala medis di peperangan dan juga sebagai pelindung kedua Raphaelo.
"Aku percaya kalau yang mulia sudah punya rencana pasti sangat akurat dan teliti dalam mengambil tindakan." Gumam Louis fan menyanjung pangerannya.
Di atas benteng ...
"Hei! Para sampah Mole, kalau berani hadapi secara terbuka! Kalian para sampah Mole mengapa jadi pengecut, heh." Celetuk Raphaelo meremehkan.
"Kalau aku memprovokasi mereka, pasti mereka tidak tahan dan keluar untuk melawan.
Aku juga tidak ada waktu banyak... Sebentar lagi pesta ulang tahun Cayena, aku harus sebisa mungkin untuk menepati janjiku menghadiri pestanya." Batin Raphaelo terus kepikiran.
__ADS_1