
"Cayena tunggu!" panggil Grish tengah berlari mengejar Cayena.
Mendengar Grish yang berlarian sambil memanggil dirinya, Cayena pun menghentikan langkahnya.
"Hosh.. hosh.. hosh.." suara nafas Grish yang terengah-engah menghampiri Cayena.
"Cayena, kamu jalan begitu cepat, aku sampai lelah mengejarmu, sebenarnya kamu mau kemana?" tanya Grish yang tiba-tiba pergi setelah menyiram mereka berdua.
"Aku mau makan!" singkatnya.
"Kemana?"
"Ya tempat makanlah."
"Apa kamu membawa uang untuk membeli makanan?"
"Tidak, kan ada kamu!" ucap Cayena dengan santainya.
"Eehh... kamu manfaatin aku ya, sudah siram aku dan sekarang minta dibayarin makan?" Grish tak terima.
"Sudah, tenang saja! nanti kita hitung-hitungan setelah aku pulang rumah, aku ganti kamu kok! Sebaiknya kamu berjemur di bawah sinar matahari sana, jangan dekat-dekat."
"Ini kan perbuatanmu yang tega menyirami aku sampai basah kuyup."
Di tengah perjalanan menuju tempat makan, Cayena mendengar gosip dari dua wanita paruh baya yang berjalanan berlawanan arah dengan Cayena.
"Eh, kamu tahu tidak gosip di daerah tetangga yang lagi ramai diperbincangkan. Katanya seorang Count di bagian tengah daya sedang menghukum para pekerja nya, katanya para pekerja itu sudah membuat putri Count tewas. Itu membuat Tuannya marah dan para pekerja itu akan dihukum eksekusi sore ini, lho!" seru wanita paruh baya itu bercerita pada temannya.
__ADS_1
"Hah, yang benar saja? mengerikan sekali." sahut temannya.
"Apa? Di daerah bagian tengah daya ada seorang Count yang akan mengeksekusi para pekerja nya karena telah membunuh putri dia? ...itu kan daerah tempat tinggal aku, apa Count itu adalah ayah? Tidak, Ina dan yang lainnya akan celaka, ini salahku tidak langsung pulang dan membuat mereka cemas." batin Cayena.
Cayena yang mendengar gosip itu mulai panik dan ingin begegas pulang.
"Pengeksekusian?!" gumam Grish yang juga mendengar perkataan wanita paruh baya itu.
"Eh, Cayena! kamu mau kemana? Bukannya di sebelah sini tempat makannya?"
Grish yang melihat Cayena berlarian berlawanan arah ke jalan lain pun ikut kesana mengejar Cayena.
"Ca,Cayena jangan tinggalin aku..."
Tiba-tiba angin berhembusan di hadapan Grish, angin yang tiba-tiba datang itu adalah Zionn yang datang untuk menghampiri mereka.
Angin yang tiba-tiba datang itu adalah Zionn yang muncul untuk menghampiri mereka.
"Kakek buyut!" sahut Grish.
"Dimana Nona Cayena, bukannya bersama kamu barusan?" tanya Zionn yang tengah mendarat dari permukaan tanah.
"Itu.. dia disana." tunjuk Grish mengarah Cayena yang sedang berlarian.
"Apakah dia sudah mengetahuinya?" gumam Zionn yang tengah melihat Cayena.
"Tahu apa?" tanya Grish penasaran.
__ADS_1
"Nona Cayena sedang kesulitan sekarang, pasti dia pulang ke kediaman Aester untuk mencegah pengeksekusian."
"Eksekusi? mungkinkah..."
"Benar, pasti kamu sudah mendengarnya.. Nona Cayena mungkin saja sedang menyalahkan dirinya sekarang, sebaiknya kita juga ikut untuk membantunya!" ucap Zionn yang mengkhawatirkan Cayena.
"Biar aku saja, kamu tenang saja dan jaga baik-baik menara sihirmu, aku yang akan mengantar Cayena ke kediaman Aester." seru Grish ikut cemas
"Em, baiklah.. aku juga masih ada urusan yang harus aku arus, kamu baik-baik jaga Nona Cayena, aku akan menyusul kalian belakangan." ucap Zionn menyerahkan tugas itu pada Grish.
"Hm!" singkat Grish.
Grish yang melihat kuda di sebelah nya berada itu pun meminjam kuda tersebut.
"Pak! aku sewa kudamu sebentar, kamu bisa menagih uang sewa nya pada temanku itu." tunjuk Grish ada Zionn, alih-alih Zionn kena imbasnya.
"Dasar Grish, dia masih saja mengerjaiku untuk menanggung membayarkan dia." gumam Zionn tak berdaya.
"Cayena, ayo naik, aku akan mengantarmu!" ucap Grish sambil menjulurkan tangan kanannya ke Cayena.
"Kamu tahu aku akan kemana?"
"Kamu tenang saja, aku akan mengantarmu ketempat yang kamu tuju dengan cepat."
"Baiklah, terimakasih."
Cayena pun menggapai tangan Grish dan menaiki kuda tersebut.
__ADS_1