
"Tunggu! Itu kan seperti gaun yang dikenakan Cayena! Apa jangan-jangan..." Ucap Iriena dalam batinnya yang sembari ikut memerhatikan wanita bersama kedua pangeran tersebut.
Di satu sisi dimana Cayena dan kedua pangeran sedang berdiskusi
"Bagaimana, Apa kakak menerima tawaran ku ini? Karena kakak masih dalam tahap mengejar, jadi aku masih ada peluang untuk mengejar nya juga!" Ucap Kahil seraya melentangkan kedua tangannya ke atas.
Raphaelo hanya terdiam seribu bahasa, ia masih belum angkat bicara soal bersaing untuk dapatkan hati wanita yang tengah ia rangkul saat ini.
Begitu riuh namun juga terlintas keheningan ditempat mereka bertiga. Hembusan angin malam sampai terasa di pundak mereka.
Mulut Raphaelo masih saja membekam tak jelas, di pikirannya sekarang hanya dua pilihan, yaitu ya atau tidak nya menyetujui tawaran dari Kahil.
Cayena pula yang masih tak percaya akan perkataan Raphaelo yang tiba-tiba mengatakan pernyataan konyol di hadapan Kahil dengan begitu percaya dirinya, entah apa yang telah merasuki Raphaelo sampai-sampai mengatakan demikian.
Melihat kondisi yang sunyi tanpa jawaban dari Raphaelo, Cayena pun angkat bicara untuk melonggarkan masalah.
"Sebaiknya ini saatnya aku untuk meluruskan kesalahpahaman." Batin Cayena.
"Yang mulia pangeran ll, apa maksud dari ucapan anda. Itu... yang mulia pangeran ll mungkin salah mengartikan perkataan yang mulia pangeran l, mungkin saja beliau juga ada maksud lain! Jadi jangan terlalu di perdalam masalah ini, ya!" Ungkapnya.
__ADS_1
Cayena angkat bicara dengan suara pelan dan begitu hati-hati, ia ingin meluruskan kesalahpahaman itu agar tidak menjular nantinya. Cayena berusaha memastikan dari peryataan yang begitu tiba-tiba dilontarkan oleh Raphaelo. Tetapi, begitu Cayena sudah panjang lebar menjelaskannya, Raphaelo pun mulai tergerak dan perlahan membuka mulut tipisnya itu.
"Salah paham?" Lirih Kahil seraya mengkerut kan dahinya dan sorot matanya tajam menatap bola mata Cayena dengan artian ia sangat menantikan jawaban yang benar dari mulut Cayena sendiri.
Benar, yang mulia pangeran ll jangan salah paham deng...." Ucapan Cayena terhenti oleh Raphaelo.
"Tidak! ...Yang aku katakan itu memang benar."
"Eh?" Cayena sontak tak percaya dan bingung dengan kekeraspalaan Raphaelo.
"Baik! Jika kamu ingin begitu tidak ada salahnya, mari bersaing dengan sehat." Ucap Raphaelo seraya berbalik menghadap Kahil.
"Eh? Apa maksud yang mulia...?"
"Lady manis sudah jelas kan, aku dan kakakku mulai hari ini akan bersaing mendapatkan hati Lady! Ini sebuah keberuntungan dalam hidup Lady." Sambung Kahil seraya mengkedipkan mata kanannya pada Cayena.
"Ta, tapi aku tidak menyetujui ini semua, jadi yang mulia sekalian bisa hentikan saja masalah ini...!"
Cayena dalam masalah membingungkan dan tertekan oleh kedua pangeran tersebut. Mau menolak, tapi tidak akan bisa membantah keinginan mereka... Disaat Cayena panik dan kebingungan, Raphaelo langsung memegang tangan Cayena dengan kedua tangan besar dan hangatnya itu.
__ADS_1
"Nona Cayena! Maaf sudah melibatkan mu, tapi ini tidak akan kurun lama, selagi aku bisa mendapatkan mu, Kahil tidak lagi mengganggu mu." Raphaelo berpesan dalam batinnya.
"Aku sudah bilang, percayakan ini padaku. Ucapnya dengan penuh keyakinan, matanya menatap lekat mata indah milik Cayena. Cayena yang melihatnya pun merasakan tekad Raphaelo yang tidak ada duanya.
"Baiklah, waktu dansa akan segera dimulai, bagaimana kita yang pertama memulaikannya?" Tanya Raphaelo setelah memberi kesan percaya pada Cayena, ia mengajak Cayena berdansa di pesta tersebut.
"Aku tidak...." Ucapan Cayena terhenti oleh Raphaelo yang tiba-tiba menarik tangannya.
Raphaelo pun menarik Cayena melangkah maju untuk menuju ke tengah aula pesta. Di saat langkahnya tergerak, tangan Cayena menarik tangan nya yang sedang berpegangan.
"Tunggu, yang mulia!
Sebenarnya aku tidak bisa berdansa..." Ucap Cayena dengan suara pelan, ia merasa ragu dan tidak percaya.
"Bersiaplah dan percayalah, ini tidak akan sulit. Ayo!" Ucapnya dengan lembut seakan memberi kepercayaan dalam diri Cayena yang tengah ragu.
Raphaelo tidak ingin penolakan, tangan kanannya pun membuat lingkaran, menyuruh Cayena memegang tepat dicelah tangannya tersebut. Cayena hanya bisa pasrah, ia akhirnya menuruti perkataan pria itu dan melangkah maju kedepan.
"Sepertinya kalian meninggalkan sesuatu!!" Gumam Kahil yang ditinggalkan sendirian.
__ADS_1