Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Kupu-kupu misterius


__ADS_3

Satu minggu pun berlalu tanpa kegiatan apa-apa setelah acara ulang tahun Iriena berlangsung.


Tidak ada yang dilakukan Cayena pada satu minggu tersebut hingga membuatnya bosan. Tidak ada teman mengobrol juga orang yang mengunjunginya, hari-hari itu sungguh lah bosan dan memuakkan baginya.


Dan sedangkan dayangnya Ina yang izin cuti tiga hari bertambah satu minggu lagi karena orang tuanya jatuh sakit setelah pada saat itu.


"Benar-benar! Tidak adakah orang yang menemaniku menganggur. Yah... Jika ada Ina aku rasa tidak akan se bosan ini. Sepertinya Grish dan Zionn juga sibuk sampai tidak ada kabar dari mereka, atau mereka sudah melupakanku?" Hng!" Keluh Cayena sedari tadi terus menganggur duduk di depan jendela kamarnya.


"Omong-omong, Raphaelo sedang apa ya sekarang? Um? Kenapa aku malah kepikiran dia, duhh..."


"Lebih baik aku jalan-jalan ke taman... Atau.. Piknik? Hm...


Iya kali mau piknik, mana ada piknik sendirian." Gumamnya sembari bibir manyun sebal.


"Au ah, mending keliling taman dari pada membusuk dikamar seharian, huh!" Pekik Cayena.


"Eh, Nona? Anda mau kemana?" Tanya Emily yang tengah akan masuk membawa cemilan ke kamar Cayena.


"Gabut! Mau jalan-jalan." Singkat Cayena.


"Tapi saya bawakan cemilan untuk anda!"


"Kamu saja yang makan."


"Ah, anu... Kalau begitu saya akan menemani anda jalan-jalan."


"Ga usah, aku mau sendiri, aku jalan-jalan ga jauh dikediaman jadi ga perlu di temani."


"Ba-baik lah Nona, hati-hati. Kalau ada perlu bisa panggil saya kapanpun."


Segera Cayena pun pergi ketaman untuk menyegarkan diri dari kebosanannya.

__ADS_1


"Tunggu, tadi Nona bilang apa ya..? Gabut? Gabut itu apa? Baru kali ini aku dengar, apa itu bahasa baru para bangsawan?." Gumam Emily kepikiran.


Di taman luar kediaman.


"Waaah, kepalaku udah mendingan, emang bagus menghirup udara segar di musim panas begini. Tapi akan lebih bagus lagi kalau berjemur di tepi pantai. Yah, mau gimana lagi mau piknik ga bisa ke pantai juga ga bisa, kalau begitu lakuin yang seadanya aja, bersandar di bawah pohon sambil ditemani angin sepoi-sepoi gini emang mantep."


"Hoam...!! Aku jadi ngantuk karena kebawa suasana." Ucapnya seraya meregangkan tangan.


Ditengah keheningan dan angin yang menerjang rerumputan dengan lembut.


Dedaunan pohon pula ikut terhempas oleh angin di musim panas. Suara berdecit burung-burung dan hembusan angin menjadi satu seperti melodi. Musim panas kali ini seperti musim panas yang sangat damai dan tenang yang dirasakan oleh Cayena sendiri.


Disanalah Cayena bersantai dan bersandar di bawah pohon besar yang menutupi dirinya pada sinar matahari yang terik.


Tidak lama Cayena bersantai, ia melihat kupu-kupu terbang mengelilinginya dan hinggap lah kupu-kupu tersebut di salah satu lutut yang tengah di tengkuknya.


"Hai kupu-kupu, apa kamu juga sendirian? Kalau begitu kita sama.


Kupu-kupu itu meng kibaskan sayapnya seakan mengerti gurauan Cayena. Cayena pula merasa ada yang aneh pada kupu-kupu tersebut yang entah kenapa hinggap begitu saja padanya dan sikap kupu-kupu itu juga tidak biasa.


"Kau... Apa kau mengerti ucapan konyol ku barusan?" Ucap Cayena yang mengajak bicara kupu-kupu kecil itu.


Begitu pertanyaan Cayena dikatakan, kupu-kupu itu pun tanpa lama menjawab dan meng kibaskan sayapnya lagi yang kedua kalinya.


Sontak Cayena pun kaget apa yang telah ia lihat itu sangatlah tak masuk akal. Apa ia dia bisa berbicara dengan hewan seperti kupu-kupu itu. Dan Cayena pun bertanya kembali pada kupu-kupu kecil itu yang masih hinggap di lututnya.


"Kupu-kupu kecil... Apa kau mengerti bahasa manusia? Ah ya, sebagai bukti jika kau memang benar-benar mengerti, kau bisa mengepakkan sayapmu dua kali."


"Bila kupu-kupu kecil ini tidak mengerti maka dia tidak akan mengepakkan sayapnya saat aku menyuruh kepakkan." Batin Cayena memastikan.


"Kupu-kupu kecil, cobalah kepakkan sayapmu sekarang bila kau mengerti ucapanku!" Perintah Cayena pada kupu-kupu tersebut.

__ADS_1


Tak tunggu lama, segera kupu-kupu kecil yang terdiam itu pun mengepakkan sayapnya dua kali sesuai perintah Cayena.


Cayena terkejut tak percaya dengan kejadian tak lazim yang ditemuinya, kupu-kupu yang dapat mengerti ucapan manusia.


"Astaga! Apa tadi kupu-kupu kecil ini benar-benar mengerti ucapanku...!" Serunya setelah melihat kejadian tersebut.


Dan pada saat itu pula kupu-kupu itu terbang pelan di hadapan Cayena yang seakan menyuruh Cayena mengikuti dirinya.


Cayena pula mengikuti tanpa membantah, dan ia pun mengikuti kemana terbangnya kupu-kupu kecil tersebut dengan gembira.


Tanpa tahu keadaan disekitar, Cayena sudah berada di tempat yang aneh.


Cayena yang mengikuti kupu-kupu kecil itu tidak sadar bahwa dia sudah berada di tempat yang jauh dari tempat sebelumnya.


"Lah? Tempat apa ini? Bukannya aku berjalan tidak jauh di tempat ladang rumput liar dari luar kediaman, kenapa aku berada di tempat yang aneh seperti ini...?!" Ucap Cayena sedikit panik dan kebingungan.


Sadarnya Cayena sudah berada di tempat dimana dikelilingi pohon tinggi nan lebat, hutan yang gelap tanpa cahaya matahari meskipun hari masih pagi. Sinar matahari tidak masuk dikarenakan pohon yang tinggi menyelimuti hutan tersebut.


Tumbuhan yang ada di hutan itu juga terlihat aneh yang bentuk dan warnanya bukan seperti tanaman pada umumnya.


Cayena pun melihat kondisi tempat yang aneh dan baru pertama kali ia lihat itu dengan seksama. Cayena merasakan kelembaban dan suasana mencekam seakan dirinya akan di terkam hewan buas di sekelilingnya. Ia pun waspada pada sekitar dan melangkah maju pelan-pelan.


Sedangkan kupu-kupu kecil itu seketika menghilang dan meninggalkan Cayena di tengah hutan gelap sendirian.


"Kemana perginya kupu-kupu kecil itu? Karena dia aku jadi tersesat ke tempat yang aneh dan menyeramkan ini!" Gerutunya.


Srak...srak...


Tiba-tiba terdengar suara di balik semak-semak dari arah belakang Cayena. Dengan cepat Cayena berbalik dan menatap tajam ke arah suara itu dan tiba-tiba saja sesuatu menerjang kencang dirinya.


"Aaaaaaaaa...!!!!"

__ADS_1


Teriak Cayena dengan histerisnya.


__ADS_2