Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Grish


__ADS_3

Istana kaisar _


Raphaelo tengah berada di dalam ruang baca pribadi miliknya, ia sekarang sedang duduk di meja kerja nya dan tengah sibuk dengan beberapa dokumen tentang kondisi negara yang di serah kerjakan oleh kaisar padanya. Di saat tengah mengamati dokumen-dokumen tersebut, si ajudan Louis fan datang dan hendak berlutut di hadapan Raphaelo dengan hormat. Dengan raut ajudannya terlihat serius, pasti ada hal yang ingin disampaikan oleh ajudannya itu.


"Yang mulia! Setelah saya mengikuti target, saya mendapatkan tempat dimana orang itu menuju ke dalam hutan terdapat sebuah gubuk reot, terlihat gubuk reot tersebut sangat mencurigakan, di sana juga ada sekelompok bandit tengah menjaga, jadi hamba tidak dapat melihat kondisi dari dalam gubuk reot tersebut dengan diam-diam." Ucap Louis fan.


"Sepertinya itu adalah markas mereka. Cari cara agar dapat masuk ke dalam gubuk reot tersebut." Ujar Raphaelo.


"Baik, yang mulia." Jawab cepat Louis fan.


"Bagaimana dengan keadaan perbatasan Hesh saat ini?" Tanya Raphaelo pada ajudannya seraya berdiri dari duduknya dan melihat ke luar jendela.


"Kemarin berbatasan Hesh mulai terjadi lagi penyelundupan senjata lewat jalur belakang dengan campur tangan seorang Baron dan juga salah satu warga setempat ikut membantu. Mereka begitu mudah keluar karena penjaga telah menerima sogokan uang sebanyak lima tael koin emas perorang.

__ADS_1


Tapi sir Manioks yang sebagai mata-mata kita telah menggagalkan rencana penyelundupan mereka pada saat di luar perbatasan.


Sekarang seorang Baron dan seorang warga itu telah kami amankan di ruang pengadilan bawah tanah."


"Hm, interogasi mereka, dan beri mereka hukuman." Perintah Raphaelo.


"Baik."


Louis fan memberi informasi lengkap kepada Raphaelo dengan kejadian penyelundupan senjata perang ke wilayah musuh. Sudah yang kedua kalinya penyelundupan itu dilakukan, namun yang kedua kalinya telah di gagalkan oleh anak buah Raphaelo sendiri, dan sekarang orang yang jadi tersangka telah di amankan ke dalam ruang pengadilan bawah tanah dimana ruangan itu adalah tempat penyiksaan bagi orang-orang yang berbuat kesalahan.


"Apa kakek buyut sudah memberitahu kan pesan singkat itu pada Cayena?


Di sini sungguh membosankan! Aku ingin keluar sekarang dan bertemu Cayena." Gumam Grish yang sedang duduk meringkuk di ranjangnya.

__ADS_1


Tak lama Cayena yang berteleport bersama Zionn datang ke kamar Grish dengan sambutan gelombang angin pada kemunculan mereka.


Wushh . .


Suara angin tiba-tiba berhembusan di dekat jendela kamar Grish. Di sana muncullah Zionn bersama Cayena sedang mendarat di tengah hembusan angin tersebut.


Grish yang melihat Cayena seperti mengira itu hanyalah mimpi. Wanita itu semakin mendekat dan mendekatinya seraya memanggil lembut nama Grish membuat Grish sendiri semakin terlena oleh mimpi yang dikiranya itu.


Sedangkan Cayena yang terus menerus memanggil Grish membuat ia geram oleh tingkah pria itu yang tidak menyahut malah tersenyum-senyum tak jelas padanya, Cayena pun menepuk pelan pipi pria itu namun malah semakin tak sadar, tak tanggung-tanggung Cayena malah menampar kuat pipi Grish agar tersadar dari haluannya itu.


"Ugh, sakit! Sekalipun sakit kena tampar tapi kalau tamparan dari Cayena tidak masalah." Gumam Grish menikmati tamparan tersebut seraya mengusap-usap pipinya yang kena tampar.


"Hei, Grish! Sadar!" Teriak Cayena.

__ADS_1


"Ada apa dengan teman ku yang malang ini! Apa kepalanya terbentur dan jadi bodoh?" Sambung Zionn.


__ADS_2