Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Niat jahat Kahil


__ADS_3

Pagi hari_


"Bisa-bisanya aku menatap Raphaelo begitu menyedihkan, tak disangka aku melakukan hal yang memalukan begitu...!!!" Gumam Cayena malu-malu sendiri.


"Aih, tapi disaat sedih-sedihnya dia malah ngajak bercanda!"


Cayena teringat akan kemarin malam.


"Hng~"


"Hm? Masih menangis~?" Ucap Raphaelo sembari menjewer pipi manis Cayena.


"Euweuh... Pip-pipiku jangan di jewer... Sakit..!!"


"Pfft! Makanya jangan nangis lagi, aku tidak akan menyalahkan mu." Ucap hangat dengan suara lembutnya.


"Kyaaa...!!! aku malu, tidak bisa menebak isi hatinya." Seru cayena histeris sendiri.


...*****...


"Rencana ku tidak boleh gagal lagi." Gumam Kahil yang tengah bersandar di jendela dengan sorot mata tajam.


🍁Flashback...


Saat dimana Kahil dan Rosyta berbincang di ruang teh pribadi milik Rosyta.

__ADS_1


"Kamu tau, pangeran Raphaelo setelah perang usai ia langsung pergi terburu-buru dengan pakaian yang rapi untuk menghadiri pesta ulang tahun seorang wanita!"


"Tidak salah... Wanita itu adalah anak seorang Count." Sambung Rosyta.


"Tak disangka ibu mengawasi dia sedetail ini... Dan ibu bilang anak dari seorang Count? Apa wanita itu...?" Batin Kahil tengah berfikir.


"Aku sudah menyuruh orang menyelidiki wanita yang dekat dengan pangeran Raphaelo, aku penasaran siapa wanita yang bisa dekat dengan pangeran yang hanya suka perang." Ucap Rosyta dengan tatapan tajam dan tersenyum menyeringai.


"Ibu, sebaiknya serahkan saja penyelidikan itu kepada ku, aku punya..."


"Tidak perlu. Kamu selesaikan saja tugas awalmu itu. Mencari informasi orang bukanlah hal yang sulit apalagi hanya seorang dari putri bangsawan kecil." Ucapnya menolak dengan cepat.


"Baiklah ibu."


🍁Flashback Off


...*****...


Ruang baca milik pangeran l_


"Bagaimana untuk penyelidikan seorang pemanah itu?" Tanya Raphaelo pada ajudannya.


"Sudah yang mulia, pemanah tersebut bukan dari bangsa Mole melainkan ada seseorang yang menyuruhnya. Dari hasil penyelidikan ukiran dari anak panah yang ditembaknya itu, kami menemukan bahwa ukiran tersebut tidak sembarangan orang memiliki nya dan itu adalah sebuah panah milik seorang pemanah profesional dari dataran tengah, yang mulia." Ucap Louis fan memberitahu informasi.


"Hm... Sudah kuduga ini akan terjadi, orang yang menginginkan aku mati sudah mulai bergerak rupanya." Ucap Raphaelo seraya tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Aku ingin lihat siapa di balik ini semua, aku akan mengikuti permainan mereka."


"Eh? Yang mulia tidak akan diam dan dicelakai oleh mereka, kan?" Sahut Louis fan


"Aku berencana begitu." Balasnya dengan santai.


"Ya, yang mulia bercanda 'kan?"


"Hmph." Singkat Raphaelo hanya tersenyum menyeringai dan beranjak pergi.


"Eh..? Ap, apa maksud dari senyum menyeramkan yang mulia barusan?"


Louis fan si ajudan Raphaelo tengah kebingungan dengan sikap tuannya itu.


Entah, apa yang sedang direncanakan Raphaelo sehingga tersenyum seakan merencanakan suatu hal.


...•••••...


"Diingat lagi... Aku tidak melihat gerak-gerik dari Iriena setelah pesta perayaan negara itu.


Waktu itu dia mengatakan tidak akan tinggal diam melihat aku bahagia, apa itu artinya dia akan merencanakan suatu hal buruk padaku? Tapi sampai sekarang tidak ada kejanggalan maupun keanehan pada dirinya, seakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi aku harus berhati-hati dengan tindakan diamnya, siapa tahu itu adalah siasat awal penyerangan saja." Gumam Cayena cemas dan waspada.


"Aih, diam di rumah sungguh membosankan, apa sebaiknya aku jalan-jalan ke taman saja ya!" Gumamnya kepikiran.


Cayena keluar ke taman depan rumahnya tanpa didampingi dayang, ia mengitari taman yang dipenuhi tanaman hijau dan bunga yang cantik. Begitu ia menghirup harum nya bunga, ia melihat ada seekor kupu-kupu cantik dengan sayap warna biru tengah hinggap di salah satu bunga di dekatnya. Karena terpana dengan cantiknya kupu-kupu itu, Cayena pun mengikuti kepakan sayap kupu-kupu tersebut dan terbang ke berbagai tempat dan hinggap lah kupu-kupu itu ke sebuah pohon besar, disitulah cayena tersadar dan menyadari dirinya tahu-tahu sudah ada di luar gerbang kediaman.

__ADS_1


"Eh? Lho, kok aku ada di luar gerbang sih? Tadi 'kan aku ada di taman depan... Kupu-kupu itu kemana? Tadi aku karena mengikutinya aku tanpa sadar sudah berada di luar kediaman."


Tampak Cayena seperti dihipnotis oleh kupu-kupu yang dilihatnya itu dan setelah sadar kupu-kupu itu pun menghilang dari pandangannya. Cayena merasa bingung dan merasa aneh, mengapa ia tiba-tiba sudah berada di luar kediamannya. Itu pun menjadi teka-teki di benaknya dan menjadi bahan pertanyaan yang tak lazim.


__ADS_2