Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Kota Ann kota para penyihir


__ADS_3

Luka Cayena yang sudah kian membaik, Grish pun mau mengantar Cayena pulang kerumah nya, tetapi Cayena tidak ingin pulang cepat dan ingin mengikuti Grish kemana saja. Mereka berdua sedang berada di kota sekarang.


Cayena memakai jubah berwarna coklat yang diberikan Grish, karena gaun yang dikenakan Cayena robek saat terjatuh ke jurang.


"Kamu yakin tidak mau pulang?" tanya Grish pada Cayena.


"Jangan sekarang! jarang-jarang aku dapat keluar bebas seperti ini tanpa diikuti dayang. Oh ya, kabar Ina gimana sekarang, apa dia baik-baik saja di sana."


"Kalau kamu khawatir dengan nya, kamu pulang saja sana!" ujar Grish.


"Soalnya aku kepikiran terus sama dayangku, disaat kecelakaan aku bersama dia dan dua lainnya. Tapi semoga Ina baik-baik saja."


"Hm, kamu begitu baik dengan dayang mu itu."


"Tidak, aku tidak sebaik itu, dulu aku sering sekali menindas nya, tapi sekarang aku sudah sadar dan tobat! hehe..." klise Cayena.


"Apa alasanmu bertobat?"


"Alasan..?"


"(Nggak mungkin kan, aku beri tahu dia kalau aku bukan Cayena yang jahat seperti di novel)"


"...Mungkin aku sudah lelah menindas orang, jadi aku yang sekarang sudah tidak ada lagi niatan menindas."


"Hum.. alasan yang sangat mendeskripsi sekali."


"Kamu tidak percaya?"


"Percaya, percaya!"

__ADS_1


"Sebenarnya kita ada dimana sekarang?" tanya Cayena yang belum mengetahui keberadaan dirinya.


"Kita berada di kota Ann!" balas cepat Grish.


"Kota Ann?! Ah.. bukannya kota Ann adalah kota yang dipenuhi dengan tambang batu sihir ya?" ucap Cayena.


"Benar, apa kamu belum pernah kesini?"


"Pernah, sekarang bukan!"


"Maksudku, apa kamu sudah kesini sebelumnya!" jelas Grish.


"Belum! aku begitu penasaran, bagaimana rupa batu sihir itu, apa kamu pernah melihatnya?" seru Cayena ingin tahu banyak tentang batu sihir.


"Pernah, aku juga pernah melihat penyihir!"


Cayena berkesimpulan demikian, karena di cerita novel dibacanya seperti itu.


"Tidak juga, para penyihir bukan diam saja di menara sihir, mereka juga bertugas keluar bila dibutuhkan. Misalnya, para penyihir di panggil saat terjadinya bencana pada kota Ann, seperti sungai yang tercemar di bagian timur kota Ann, agar lebih mudah teratasi, para petinggi menugaskan para penyihir mengevakuasi nya, dengan bantuan batu sihir yang lebih kuat, para penyihir akan tambah kuat juga dengan dorongan batu sihir mereka."


"Wah... ternyata kota Ann begitu dimudahkan dengan bantuan batu sihir. Kalau kita yang bukan penyihir menggunakan batu sihir apa bisa?"


"Tentu tidak, kecuali kita memiliki roh sihir di dalam jiwa kita. Para penyihir dikaruniai roh sihir sejak dalam kandungan, dengan begitu para penyihir yang dikaruniai jiwa sihir akan masuk Akademi para penyihir. Disana mereka akan diajarkan bagimana mengendalikan sihir mereka masing-masing dan juga akan diajarkan berbagai macam cara sihir disana."


"Wow.. Amazing! aku mau jadi penyihir dan memiliki kekuatan magis." seru Cayena mendengarkan cerita Grish.


"Haha.. kamu begitu tertarik menjadi penyihir, tapi apa kamu memiliki roh sihir di dalam jiwamu?" ejek Grish pada Cayena.


"Um.. tidak!" Cayena pun patah semangat dibuat oleh Grish yang mengejeknya.

__ADS_1


"Sihir terdiri dari lima elemen, yaitu Api, Air, Udara, Tanah, dan Tumbuhan.


Para penyihir akan diberkati satu elemen saja disetiap orang, ada juga diberkati dengan dua elemen, tapi sekarang sangat jarang ditemui. Namun, ada satu orang yang memiliki dua elemen tersebut, dan dia sudah menjadi kepala penyihir di menara sihir pada umurnya 15 tahun, itu pada dua tahun dari sekarang, jadi umurnya sudah 17 tahun."


"Uwah.. apa dia penyihir jenius yang diberkati dua elemen? Dan apa elemen yang dia miliki? " sambung Cayena penasaran.


"Em.. bisa dibilang begitu, dia memiliki elemen Api dan udara."


"Api dan Udara?! apa memiliki kekuatan udara kita bisa terbang seperti burung?" tanya lagi Cayena yang sangat antusias.


"Entahlah, aku bukan penyihir jadi jangan terus menanyai ku begitu banyak!"


"Tapi kamu sudah memberitahu ku begitu banyak pengetahuan tentang penyihir, apa kamu berasal dari kota Ann?" Cayena penasaran asal Grish dimana.


"Em, aku memang berasal dari kota ini, tapi aku tidak diberkati sebagai penyihir. Apa? pasti kamu akan bertanya tentang itu juga, bukan?" insting Grish.


"Hahaha... kamu bisa saja menebak isi hatiku, aku kira kamu memiliki kekuatan membaca pikiran. Jadi apa kelebihanmu?"


"Kelebihanku? apa kamu tidak tahu aku ini siapa?"


"Tidak, aku hanya tahu kamu bernama Grish!" jawab Cayena dengan polosnya.


"Aku adalah Grish sang Swords Master (Master Pedang) di kota Ann." dengan percaya diri Grish mengenalkan dirinya.


"Wah.. hebat!" sahut Cayena sambil tepuk tangan.


"Apa kamu kagum?" tanya Grish setelah mendengar sanjungan Cayena.


"Aku sangat mengagumi orang yang kuat!"

__ADS_1


__ADS_2