Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Polosnya Grish bikin greget Cayena


__ADS_3

"Hah... Akhirnya dia pergi juga, aku bisa tidur dengan tenang hari ini."


Cayena terlihat bebas setelah kepergian satu pengganggu, namun dia melupakan yang satunya lagi.


Di saat Cayena sudah memasuki ruangan, dan akan melewati ruang tamu, dia melihat Raphaelo duduk di sofa tamu tersebut.


"Eh? Ya, yang mulia pangeran!" Sahut Cayena yang tengah kaget.


"Ternyata dia masih ada disini, aku sampai lupa." Batin Cayena.


"Kamu terlihat lesu, apa kemarin malam tidak tidur dengan nyenyak?" Tanya Raphaelo.


"Se, sedikit! Tapi kenapa Anda begitu tertarik menanyakan kondisi saya?" Tanya Cayena penasaran.


"Tidak! Penglihatan ku jadi terganggu melihat kamu berjalan sempoyongan di depan, aku tidak suka." Pekik Raphaelo.


"Kalau begitu, Anda pura-pura saja tidak melihat saya. Dengan begitu Anda tidak akan merasa terganggu." Ucap Cayena emosi.


"Kamu berani memerintah ku dengan perkataan itu?" Ucap Raphaelo ikut marah.


"Saya tidak berani, karena itu saya dengan hati-hati berjalan agar pangeran tidak terganggu." Ucapnya dengn sopan.


"Kenapa dia begitu nyebelin, sih! Ini kan rumah aku, lah, kok dia yang sewot.. Dan dia juga begitu sombong menganggap aku mengganggu penglihatannya." Batin Cayena begitu emosi.


"....Apa karena waktu itu?" Ucap Raphaelo yang tiba-tiba mengatakan tersebut.


Waktu itu, pada malam dimana Cayena, Raphaelo dan Grish berada di teras balkon.


"Cayena, apa malam ini langit tampak indah?" Tanya Grish.


"Iya, karena bintang malam ini begitu cantik." Jawabnya sembari memandangi langit.

__ADS_1


"Apa kalian berdua belum pernah melihat bintang?" Celetuk Raphaelo.


"Pe, pernah sih, tapi bintang malam ini begitu banyak dan cantik." Jawab Cayena.


"Jangan asal ngomong, apa kamu tahu berapa banyak bintang yang sekarang dan yang sebelumnya kamu lihat?" Tanya Raphaelo dengan angkuhnya.


"Eh?"


Pertanyaan Raphaelo membuat Cayena kebingungan mau jawab apa.


"Pertanyaan macam apa itu, anda kira kami anak SD yang baru belajar menghitung?


Cayena, apa kamu tahu berapa banyak bintang itu?"


"Dengan begitu percaya diri dan angkuh, aku kira dia bisa menjawabnya, tapi dia malah bertanya padaku dan melempar semua itu pada ku! Dasar pria muka tebal." Batin Cayena menggerutu.


"Sepertinya Cayena butuh bantuan." Batin Grish.


".........."


"Oh! Apa kamu bisa menghitungnya?" Ucap Raphaelo.


"Heh, menghitung saja, oke! Aku akan menghitungnya."


"Em... Aku mulai dari mana ya..?!" Gumam Grish.


"Bodoh, dasar Grish bodoh!" Pekik Cayena dalam hati.


"Em... Cayena! Kamu bantu aku hitung di sebelah kanan dan aku hitung di sebelah kiri, ya!" Pintanya dengan polos.


"Kalau begitu aku mulai.

__ADS_1


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10......................124 125 126......"


Tanpa berpikir panjang, Grish pun mulai fokus menghitung banyaknya bintang di langit.


"Aku nggak tahan...!!" Batin Cayena sambil mengngepal kuat tangannya.


Cayena tak tahan melihat kelakuan Grish sudah diluar logika, dia benar-benar sudah tidak tahan lagi melihat kebodohan Grish yang tidak bisa tertolong.


"Cukup! Grish berhenti atau aku akan melayangkan sendal ini ke kepalamu."


"Tuh, kan... Aku melenceng, masa iya aku harus hitung ulang." Ucap Grish tak menghiraukan Cayena.


"Sudah aku bilang, cukup!!" Teriaknya dengan dibaluti emosi.


Cayena pun tak segan-segan melempar sendal berbahan kayu jati miliknya itu dengan sekuat tenaga ke arah kepala Grish yang tengah melihat keatas.


"Bugg!!" Suara sendal yang mengenai targetnya.


"Ughh! Ca..yena... Kamu.. tega...."


Grish jatuh terkapar dan akhirnya pingsan di tempat.


Hening seketika_


"Saya permisi masuk duluan, pangeran jangan lama-lama berada diluar." ucapnya dengan sopan.


Setelah Cayena melempar sendal itu dia pun berbalik ke arah Raphaelo untuk pamit masuk ke kamarnya duluan. Cayena pun langsung masuk dan menutup jendela kamarnya itu.


Lain halnya dengan Raphaelo yang syok melihat Cayena berbuat nekat seperti itu, Raphaelo sekarang hanya terdiam tak berkedip.


"Seram!" Gumam Raphaelo yang masih membeku.

__ADS_1


__ADS_2