
Grish telah sadar dari mimpinya, sekarang ia tengah meringkuk tangan kanan Cayena seperti anak kecil yang tengah manja pada ibunya.
"Astaga aku jadi bodoh karena terlalu merindukan Cayena, sedangkan kau tidak benar-benar merindukan Cayena melainkan hanya mempermainkan dia saja. Apa perkataan aku benar, Cayena?"
"Aku tidak ikut-ikutan.
Waktuku ini sangat berharga, aku kesini bukan hanya untuk menemani mu menghayal tak jelas seperti ini, jika kamu baik-baik saja, tentu aku tidak akan diam saja disini."
"Huu... Jangan pergi~" Ucap Grish pada Cayena dengan manja.
"Huh, bocah tengik ini keenakan peluk-peluk tangan Nona Cayena, aku kan juga mau!" Batin Zionn tengah iri melihat kemanjaan Grish pada Cayena.
"Yena, terima kasih ya sudah mau menjenguk aku." Ucap Grish.
"Yena? Sejak kapan anak tengik ini memanggil Nona Cayena dengan panggilan mesra seperti itu?" Batin Zionn.
Zionn kaget mendengar Grish memanggil Cayena dengan panggilan yang begitu akrab dan terdengar mesra itu, ia sudah kehabisan kata-kata pada teman nya sekarang.
__ADS_1
"Ye, Yena? Kamu panggil aku Yena?"
"Benar, bagus kan? Sekarang aku akan memanggil mu dengan panggilan itu."
"Benar-benar nih anak, di biarin malah makin melonjak." Geram Cayena dalam hatinya.
"Bisa lepasin tanganku nggak." Ujarnya seraya meronta. "Dan juga, jangan panggil aku sembarangan aku nggak setuju, ya!" Larang Cayena sembari mengerutkan dahinya tak suka.
"Kenapa? Kan bagus, kita sudah dekat begini tentu nama panggilan harus di ubah." Pekik Grish tak mau melepas lengan Cayena.
"Kalau kamu nggak mau dengar ucapan aku dan bersikeras tidak melepaskan tanganku juga, lebih baik aku pulang aja."
"Di ancam baru bisa patuh."
"Ngomong-ngomong, kesalahan apa yang telah kamu buat sehingga di kurung begini."
"Mm... Ini hanya kesenangan keluarga ku saja."
__ADS_1
"Maksudnya?"
"Kesenangan apa, dia dikurung karena tidak mau meneruskan bisnis keluarga, jadi dengan berat hati keluarganya mengurung dirinya." Sambung Zionn memberitahukan yang sebenarnya.
"Benarkah begitu?" Tanya balik Cayena pada Grish.
"Anu, itu...." Ucap Grish terbata-bata, ia tidak tahu mau berkata apa lagi, karena Zionn telah memberi tahu kan yang sebenarnya.
"Huh, dasar Zionn, dia malah memberi tahu Cayena yang sebenarnya. Pasti Cayena menganggap aku lelaki tak berguna sekarang." Batin Grish, ia menjadi muram.
"Apa itu benar Grish?" Tanya lagi Cayena untuk pastikan.
"...Benar."
"Sudah... Kau jangan muram seperti anak kecil, aku tidak akan menghardik mu, kok!" Celetuk Cayena.
"Memang sulit keinginan kita dapat terpenuhi, apa lagi keluarga menginginkan yang berlawanan dari keinginan kita. Tapi, meskipun kita bersikeras bersikap adil untuk diri sendiri, namun adakalanya juga harus bersikap toleran dengan keadaan." Ucap Cayena sembari melihat ke arah depan, setelah itu ia menoleh ke samping menatap mata Grish lekat.
__ADS_1
"Keinginan yang berbeda dari kemauan keluarga, jika dipaksakan itu tidak akan bagus." Cayena pun memegang tangan Grish yang terlihat kaku dan dingin itu, ia ingin memberikan kehangatan kepada pria yang sedang gundah hatinya."Tapi percayakan lah pada diri sendiri, apa pun keputusan yang kau pilih semoga keberkatan mengikutimu." Dengan percaya diri Cayena memberi sedikit dorongan dari ucapan yang biasanya itu, Cayena memegang tangan Grish seraya meyakinkan hati kecil milik pria tersebut."
Mendengar perkataan dari Cayena, Grish tertegun dan mulai meratapi dirinya.