Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan

Aku Dan Tujuh Pangeran Tampan
Proses pengeksekusian


__ADS_3

Count Roisen memerintahkan para kesatria nya membawa terdakwa ke tempat eksekusi untuk di hukum pancung.


"Cepatkan sedikit langkahmu!"


Para kesatria membawa dua dayang dan satu kusir yang bersama Cayena saat kecelakaan waktu itu. Mereka di bawa ke atas altar yang sudah di sediakan alat pancung dari buatan kayu dengan pisau tajam yang akan memotong leher mereka.


Di tempat acara eksekusi tidak banyak orang yang menyaksikan, hanya orang-orang yang ada di dalam kediaman saja yang boleh ikut menyaksikan dan tidak di perbolehkan bagi orang luar.


"Ayah.. kenapa dayang Iriena juga di hukum mati, dia tidak bersalah, biar dayang kak Cayena saja yang harus menanggung semuanya, lepaskan Mery, demi aku!"


Iriena memohon pada ayahnya untuk tidak menghukum dayang pribadi miliknya, dia mengejar sang ayah yang tengah berjalan menuju tempat eksekusi.


"Iriena, ayah sudah katakan, ayah akan mengadili mereka yang tidak bekerja dengan baik dan sudah menyebabkan salah satu putri ayah meninggal. Ini juga untuk membuat para pekerja lainnya sadar dan tidak main-main dalam bertugas, ayah tidak ingin hal buruk seperti ini lagi ke depannya." tegas sang ayah menolak permohonan Iriena.


"Tapi ayah...."


"Philip, tolong bawa masuk Iriena ke kamarnya, jangan biarkan dia keluar saat eksekusi berlangsung." ujarnya pada tangan kanan miliknya.


"Baik, Tuan. Mari Nona saya antar."


"Tidak perlu, aku bisa kekamar ku sendiri." ketus Iriena.


Iriena yang menolak Philip pun langsung menghentakkan kakinya dan pergi dengan raut wajah yang kesal, di saat itu juga, Philip memberi kode dengan menggerakkan sedikit kepala nya pada dua kesatria yang ada di sampingnya itu. Dua kesatria itu pun mengangguk mengerti dan mulai mengikuti Iriena dari belakang.

__ADS_1


...*****...


Di waktu yang sama, Cayena dan Grish sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman Aester dengan menggunakan kuda. Cayena duduk di depan Grish yang sedang mengendalikan kuda tersebut.


"Cepat sedikit Grish, apa kamu tidak bisa berkuda dengan cepat?" ucap Cayena yang sudah tidak sabaran.


"Semoga eksekusi nya belum dimulai, aku mohon.. jangan sampai Ina dan yang lainnya yang tidak bersalah dihukum mati. Ini semua salah ku, aku yang tidak langsung pulang dan tidak memikirkan hal ini akan terjadi." batin Cayena, ia merasa bersalah besar.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Grish yang melihat wajah Cayena begitu muram.


"Ya, aku tidak apa-apa, kamu fokuslah berkuda." ucap Cayena.


"Ini aku sedang berusaha secepat kilat, tapi kudanya tidak mau berlari dengan cepat, apa pengaruhnya dari kamu, Cayena?" sahut Grish.


"Sepertinya kuda ini keberatan, deh!"


"Kamu jangan bilang karena aku kudanya jadi lamban, apa kamu mengatai aku berat?"


"Aku pernah bilang kamu berat? aku hanya mengatakan kuda nya terpengaruh oleh mu, mungkin karena kamu cantik jadi kudanya jadi tidak fokus." goda Grish pada Cayena.


"Puftt.. Ngawur!" singkat Cayena.


"Dia tidak menanyakan masalahnya, malah dia sepertinya sedang menghiburku yang sedang dalam kecemasan ini." batin Cayena sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Apa kuda ini kamu dapatkan dari curian?" sahut Cayena.


"Tidak, aku menyewa nya, dan Zionn lah yang akan membayarnya!" balasnya.


"Kalian sudah membantuku begitu banyak, dan sekarang aku menyusahkan kalian lagi, aku tidak akan melupakan usaha kalian berdua, aku akan membalasnya, bila kalian membutuhkan sesuatu, jangan sungkan meminta bantuanku kedepannya." ucapnya merasa tak enak.


"Tidak usah kamu pikirkan, tapi kalau kamu memaksa bagaimana sebagai gantinya kamu jadi pacarku saja setelah masalah di keluarga mu usai.."


"Itu tidak mungkin, aku kan sudah bilang aku sudah punya tunangan."


"Itu tidak masalah, kita pacaran diam-diam saja, itu tidak akan ketahuan oleh tunangan mu."


"Kamu jangan bicara yang aneh-aneh."


"Apa... tunangan mu mencintaimu?" tanya Grish tiba-tiba.


"Kenapa dia tiba-tiba menanyakan hal seperti ini?!" batin Cayena.


"Kenapa kamu menanyakan hal itu?"


"Ya.. aku hanya ingin tahu saja, apa kamu tidak tahu perasaan dia kepada mu?" tanya lagi Grish.


"Itu...."

__ADS_1


Cayena bingung ingin mengatakan apa, karena dia hanya membual saja sudah punya tunangan.


__ADS_2