
HAPPY NEW YEAR, GUYS 🥳✨
Author Pov ; Sambutlah tahun baru dengan senyuman, harapan, impian, dan semangat baru. Selamat tahun baru dan sukses selalu🌹
HAPPY READING đź“–
“Eh, benar aja mereka mau kesini! Sepertinya hari ini aku nggak bisa tenang, deh.” Gumam Cayena.
“Hosh, hosh... Cayena!! Kenapa kamu ninggalin aku dan kakek buyut sendirian menghadapi kerumunan para Lady itu, sih! Untung aja bisa kabur.” Ucap Grish sambil nafas terengah-engah.
“Benar! Nona Cayena begitu tega, tidak cemas apa melihat kita kesusahan di sana!” Sambung Zionn.
“Eh, tunggu! Kamu panggil aku kakek buyut lagi?!” Geram Zionn pada Grish yang memanggil namanya sembarangan.
“Eh, maaf! Kebiasaan!”
“Hmph!”
“Nona Cayena! Apa Nona masih tidak ada pasangan dansa? Pastinya belum ada, kan... Kalau gitu sama aku aja, ya?!”
“Enak aja! Cayena sudah ada aku sebagai pasangan dansanya. Iya 'kan, Cayena?”Celetuk Grish.
“.......”
Cayena malah tak menggubris dan hanya terdiam saja melihat mereka beradu kata.
“Mereka karena hal ini begitu tergesa-gesa mencariku..?!”Batin Cayena tak dapat berkata-kata lagi.
“Iya, iya. Kamu akan kebagian, tapi setelah aku berdansa dengan Nona Cayena pada lagu pertama!” Ucap Zionn menentukan.
“Justru aku yang pertama, aku sangat pintar berdansa, sedangkan kamu hanya tahu sihir dan menara sihir saja!” Celetuk Grish tak mau mengalah.
“Aku sudah belajar cara berdansa, apa yang kamu khawatirkan itu tidak akan terjadi, aku ini pintar, lho!”balasnya.
__ADS_1
Grish dan Zionn tak henti berdebat sampai Cayena yang ada di dekat mereka tidak dipedulikan dan sudah dibuat muak dengan kelakuan kekanakan mereka.
“Mulai lagi! Mereka tidak menganggap aku ada ya?!”Batin Cayena yang sudah muak akan hal yang terus sama terjadi.
“Kalian... Lama-lama aku ingin sekali menikahkan kalian agar tidak terus saja berdebat yang kekanakan di hadapanku seperti ini kedepannya lagi.”Angkat bicara Cayena yang sudah tak tahan lagi.
“Hah? A-aku tidak akan berdebat lagi, aku tidak mau dinikahkan dengan seorang pria juga menyebalkan seperti dia.”
“Idih, siapa juga yang mau menikah dengan pria, apalagi seperti kamu. Tentu aku harus menikah dengan lawan jenis, aku bukan homo kali.”Balas pedas Grish.
“Dilihat, mereka berdua memang sangat cocok kalau dijodohkan. Dan aku ingin sekali membawa mereka ke KUA hari ini juga.”Batin Cayena sudah keluar urat marahnya.
...*****...
Di sisi lain ...
Ruang teh pribadi_
“Aku sudah mengarahkan seorang pemanah profesional. Target yang sedang lengah pasti tidak akan luput dan kewaspadaan nya juga melemah.”Ucap Kahil dan sesekali menyeruput teh nya dengan begitu santai.
“Huh, aku dengar anak itu masih hidup. Mana maksudmu pemanah yang handal dan dapat dipercaya?!”celetuk Rosyta kesal karena tujuannya masih belum terpenuhi.
Seketika Kahil tertegun mendengar perkataan ibunya yang sudah mengetahui lebih awal.
“Hm, ternyata ibu sudah mengetahuinya kalau aku gagal.”Batin Kahil.
“Ternyata ibu memiliki informasi yang sangat cepat, ya! Benar, aku telah gagal dalam percobaan hari ini, tapi tenang saja, kita tidak perlu gegabah, bukan? Aku masih ada seribu satu cara untuk menyingkirkan nya.”
“Huh, pegang kata-kata mu itu, kalau kamu gagal lagi biar ibu saja yang turun tangan.
Kamu tahu 'kan, ini untuk kebaikanmu juga!”
“Tentu, ibu!”
__ADS_1
...*****...
“Sebaiknya kakek buyut lah yang mengalah, sejujurnya aku sudah menganggap kamu sebagai kakekku satu-satunya, lho!”
“Ogah! Aku masih muda dan tampan begini, kamu kira aku senang dan begitu ingin sebagai kakekmu? Sekalipun juga kakek satu-satunya kamu, huh.”celetuk Zionn sangat sebal.
“Haih... Benar-benar deh!”Batin Cayena tak mau ikut-ikutan.
“Yang mulia pangeran l telah tiba!!”Sorak penjaga pintu aula pesta.
“Hah? Itu... Raphaelo, kan?”Dalam batin Cayena yang telah mendengar tersebut.
Raphaelo pun masuk ke aula pesta dimana mata semua orang tertuju padanya.
“Kyaa! Yang mulia pangeran sangat tampan. Tidak menyangka yang mulia pangeran l juga di undang, tidak sia-sia deh aku datang.”
“Beliau bukannya yang mulia pangeran l yang dirumorkan gila perang?”
“Ah, masa bodoh! Mau beliau gila perang atau apalah, yang penting beliau adalah pangeran yang sangat tampan, kyaa!”
“Ini pertama kali nya aku melihat beliau sejelas ini dengan mata kepalaku sendiri, ternyata yang mulia pangeran l adalah sosok yang sangat lah tampan dan berkharisma tinggi.”
Semua orang yang ada disana tengah menyaksikan pangeran l memasuki aula, mereka saling berpendapat dan membicarakan hal-hal tentang nya.
Dimana Nona Cayena berada?”Batinnya seraya memerhatikan sekitar.
Raphaelo malah tak peduli pendapat dan keributan terhadap dirinya, ia malah berfokus pada pencarian dimana Cayena berada.
“Ah, itu dia!”
Raphaelo akhirnya menemukan keberadaan Cayena dan segera menghampiri wanita itu.
“Itu 'kan pria yang waktu itu, sepertinya tambah saingan lagi..!”Batin Grish tambah resah.
__ADS_1