
"Aha! Kalian para kesatria bodoh tidak akan bisa menemukanku lagi!
Wah.. Apa itu buah apel? Lumayan untuk cemilan." Ucap Jack yang tengah berada di atas pohon.
Jack sekarang sedang berada di atas pohon samping taman ibu kota, dia sedang bersembunyi agar tidak tertangkap oleh para kesatria nya.
Begitu juga para kesatria itu tengah mencari keberadaan Jack yang kabur dari pantauan mereka diam-diam.
"Apa kalian tidak melihat Tuan muda berlari ke arah mana?" Tanya Bob kepada kesatria lainnya.
Bob adalah ketua dari pasukan kesatria yang selalu menangani latihan pedang Jack, Tuan muda nya. Bob juga selalu di tugaskan untuk menjaga Jack bila Jack kabur dari kediaman.
"Sebelum latihan berlangsung, Tuan muda diam-diam kabur saat kami lengah, saat itu juga kami tidak melihat Tuan muda berlari ke arah mana." Ucap kesatria itu menjelaskan kronologi nya.
"Ketua! Bagaimana kalau kita pencar, kita bagi menjadi dua bagian." Ujar salah satu kesatria.
"Ide bagus! Kalian berdua ke arah timur, aku dan sir Kenta ke arah selatan." Ucap Bob memberi arahan.
Empat dari kesatria itu di bagi menjadi dua kelompok, mereka pun mulai mencari ke arah yang berbeda.
__ADS_1
...*****...
Setelah Cayena bembeli gaun dari butik, dan dia pun akan pulang setelah selesai, tapi Cayena yang hendak keluar dari pintu toko tersebut dia melihat dua orang memakai pakaian kesatria yang familiar baginya.
"Bukannya itu seperti pakaian para kesatria yang aku temui waktu lalu?" Tunjuk Cayena.
"Eh, iya Nona! Itu kan para kesatria yang bersama pria yang pernah anda tolong waktu itu." Sambung Ina.
"Jack! Si pria cantik... Aku masih penasaran apa hubungan para kesatria itu dengan si pria cantik."
"Bagaimana kalau kita ikuti para kesatria itu, Nona!"
Dengan penasaran, Cayena akhirnya mengikuti para kesatria itu diam-diam dari belakang.
"Duh... Jalan mereka cepat sekali, aku kehabisan daya, sepertinya mau di cas ulang."
"Ina juga..."
Cayena dan Ina lelah dan kepanasan setelah mengikuti lama para kesatria itu, mereka pun berteduh di bawah pohon yang lumayan bisa menghalangi terik matahari untuk nya.
__ADS_1
"Sebaiknya kita berteduh dahulu, sepertinya para kesatria itu masuk ke suatu toko, jadi kita pantau saja dulu disini." Ujar Cayena.
"Apa nona tidak apa-apa? Bagaimana kita pulang saja dan bila Nona penasaran tentang kesatria itu Nona bisa minta bantuan pada Tuan Philip untuk mencari informasi nya." Ucap Ina yang cemas melihat Nona nya kelelahan.
"Tidak, aku tidak mau merepotkan si tua Philip, dia juga sudah kerepotan dengan ayah."
"Iya sih... Tapi, apa Nona tidak apa-apa oleh terik matahari yang panas ini? Nona begitu banyak keringat."
"Kamu jangan khawatir, aku malah bisa sehat kalau berkeringat kayak gini." Ucapnya.
"Um... Siapa sih yang berisik, ganggu orang tidur aja." Gumam Jack yang terbangun karena mendengar suara berisik."
Karena Jack kelamaan di atas pohon dia pun tertidur dan tak sadar bahwa dirinya berada di atas pohon, Jack pun ingin berbalik badan kesamping namun na-as saat tengah membalikkan badan tangan dia pun tergelincir dan akhirnya dia pun terjatuh.
Di saat itu juga Cayena dan Ina berada di bawah pohon tersebut yang tengah fokus mengintai para kesatria itu, tiba-tiba saja mereka dikagetkan oleh sesosok yang jatuh tepat di hadapan mereka.
Kedubrakk!
"Hwaa!! Ada burung besar jatuh dari pohon." Teriak Cayena menjerit.
__ADS_1
Cayena dan Ina pun terkaget dan mengira yang jatuh itu adalah seekor burung yang besar.