
Setelah bertemu Kak Katrina Aku dan David masuk kelas karena bel istirahat telah usai. Kami memulai pelajaran Matematika yang di bawakan oleh Pak Mahmud.
Seteleh pelajaran usai bel istirahat kedua dibunyikan. Aku keluar dan menuju mussholla dan mengerjakan salat. Aku duduk di teras mussholla Aku melihat kak Saidah menghampiriku.
"Dek sudah lama menungguku?"
"Tidak kak baru saja aku duduk"
Aku mulai belajar membaca Al-Qur'an, kak Saidah mengajariku semua nya tentang tajwid Al-qur'an. Setelah kak Saidah cukup mengajariku. Aku mulai penasaran dengan kehidupannya.
"Kak, hemm kakak tinggal dimana?" tanyaku penasaran.
"Tinggal di perumahan indah"
Aku terus berpikir, "kakak bukan dari kalangan orang kaya kan?" Kak Saidah melihatku dengan tersenyum. "Tidak dek. "Terus, Bagaimana kakak bisa sekolah disini?"
__ADS_1
"Kakak mendapat bea siswa penghapal Al-qur'an. Kalau dirimu dek tinggal dimana?"
"Aku tinggal bersama Majikanku. Aku tidak bisa menjelaskan Aku tinggal dimana dan Aku bukan kalangan orang kaya" ucap ku penuh haru.
"lantas bagaimana adik bisa sekolah disini?" "Beasiswa Olimpiade Sains kak." Kak Saidah benggong tanpa kata. "kak Saidah!" Suaraku meninggi membuat kak Saidah tersentak. "iya dek, sebaiknya kamu berhati-hati!" aku terkejut "Berhati-hati kenapa kak?" kak Saidah celingak celinguk melihat ada tidak orang yang mendengar obrolan kami. "Dek, siapapun orang yang masuk di International school lewat jalur beasiswa Olimpiade Sains, tidak lama lagi dia akan keluar. Belum ada sejarahnya bertahan lama." Aku menyeringai kanget "mengapa bisa begitu?"
Kak Saidah tidak menjawab pertanyaanku, dia diam tanpa kata setelah melihat pria atletis yang melototinya dari kejauhan.
"Kak mengapa pria altletis itu melototi kita? oh itu kan pria yang mengerjai Aku."
"Oh... jadi itu yang mengerjaimu dia anggota geng The Trouble Maker, dia adalah mata-mata"
"Apa! pembuat masalah? itu nama geng mereka?"
"iya dek, berhati-hatilah ketuanya memiliki prinsip Aku tidak akan dikalahkan, itulah prinsipnya. siapapun yang mengalahkannya dalam urusan apapun dia akan menghukum atau bahkan membuat hal yang lebih buruk lagi. Simpan kata-kata kakak dengan baik. Jangan bocorkan pada siapapun!"
__ADS_1
Aneh sekali, siapa sebenarnya ketua geng The Trouble Maker? Tapi dilihat- lihat, sekolah ini masih kondusif tidak ada kekacauan. pikirku dalam hati.
"Kak siapa ketuanya?
"Maaf dek, kakak tidak bisa memberitahumu, kakak pun masih terancam disini sebaiknya jaga dirimu dan jangan pernah sok jago dek" Saran kak Saidah
Kak Saidah mulai beranjak masuk kelas, aku pun pergi ke kelas, Aku selalu mengingat kata-kata kak Saidah. mengungkap misteri apa yang dimaksud The Trouble Maker? apa hubungan geng itu padaku? dan mengapa kak Saidah terancam?
Bel masuk berbunyi ingin rasanya obrolanku dengan kak Saidah ku ceritakan pada David akan tetapi aku mengingat kata-kata kak Saidah untuk tidak membocorkan hal ini pada siapapun.
Bel pulang berdering Kak Sarah melihatku berjalan sendirian dari kaca mobil. kali ini aku pulang tidak diantar David maupun Dini mereka punya urusannya masing-masing. Mobil berhenti di dekatku. Kak Sarah membuka kaca mobil dan memerintahkanku untuk naik.
"Dek mengapa pulangnya jalan" aku tertunduk malu "Tidak punya uang kak" Kak Sarah sangat kanget. "loh memangnya Ibu dan Ayahmu tidak memberikan uang saku padamu?" tanya kak Sarah heran. "Ayah dan Ibuku sudah lama meninggal". Kak Sarah makin kaget " upss maaf ya, kakak tidak tahu."
Tidak apa-apa kakak. "
__ADS_1
"jadi kau tinggal bersama siapa?" Aku teringat kata-kata bibi Reni jangan bilang kesiapapun kalau kami ini keluargamu! "tinggal sama majikan kak." mata kak Sarah mulai berkaca-kaca ada perasaan sedih terpancar diwajahnya.