
Aku merasa perjalananku dengan David di ikuti tapi aku diam saja dan tidak mengidahkan perasaanku.
Bel pun berbunyi murid-murid SMA International School diperbolehkan pulang.
Hemmm bakalan capek ni, berjalan kaki dari sekolah kerumah monster. Halah sudah lah nikmati aja,semakin lama nyampek, berarti semakin sedikit aku melihat moster. Gumamku dalam hati
Aku berjalan perlahan tiba-tiba bunyi kelakson sepeda motor. tin,tin,tin............ Aku menoleh kebelakang.
hem.. Wanita ini lagi tidak ada habis-habisnya mengangguku. Setelah tadi menabrakku, sekarang dia membunyikan kelakson sekuat itu.
" Hei, hei, heeei..!"
"Apaan sih, bising tau kelakson motormu itu"
geramnya aku dia sepertinya ingin menganggu singa yang sedang tidur.
"Kau mau tidak aku hantarkan sampai rumah?" Teriaknya agar aku mendengarkan perkataannya.
"Tidak usah repot-repot aku bisa jalan sendiri"
"Sudah, ayolah aku ingin tahu dimana rumahmu!"
Dasar keras kepala, sudah aku bilang aku tidak mau diantar ke rumah. Halah sudah lah dia sepertinya tulus.
"Baiklah"
"Bagus ayo naik"
Aku langsung menaiki motor wanita itu dan merasakan angin yang menghembus rambutku.
" hei! Kamu yang dibelakang siapa namamu?"
__ADS_1
"Apa! Aku tidak dengar." Aku hanya mendengar kata hei saja. Maklum Wanita itu mengendarai motor dengan ngebut.
"Namamu siapa?" Gadis tomboy itu meninggikan suara agar aku bisa mendengar dengan jelas.
"Namaku Riki"
"Apa diky?"
"Bukan tapi Riki...... Aku meninggikan suara agar gadis itu mendengarnya.
"Riki setelah lewat gang ini kita kemana lagi?"
"Hemm belok kiri terus saja nanti ada gang sejahtera masuk dalam itu ada komflek perumahan elit Bintang jaya"
wanita tomboy itu mengangguk dan mulai menambah kecepatan.
"oh ya namamu siapa?"
mengapa dia tertawa dasar wanita aneh. Apa jangan-jangan nama wanita ini hahahaha.
"Mengapa tertawa? "tanyaku heran
"hmm kasih tahu tidak ya?"
mengapa dia balik nanya? Sebenarnya aku hanya basa-basi saja agar suasana tidak senyep.
"Hedeh terserah kamu lah"
"hemm Kasih tau saja lah, aku Dini"
Aku sebenarnya kesel dan hanya menjawab
__ADS_1
"hemm" padanya.
"Ki setelah ini kita kemana lagi?"
"Sudah berhenti disini, ini sudah dekat rumahku."
Sebenarnya ini rumah monster. Tergelakku dalam hati.
Dini pun menghentikan motornya, lalu aku turun dan wajahku menampilkan wajah tersenyum.
"hemm terima kasih ya Dini."
"iya sama-sama aku pergi dulu"
konyol sekali wanita itu, hehe dia wanita unik yang pernah aku jumpai di sekolah. Hem sudah lah jangan mikirin dia.
Aku pun sampai di rumah. Aku mengetuk pintu. Krekkkk pintu berbunyi. Ternyata pintu di buka oleh Bibi Reni.
"Wah hebat sekali kau pulang dengan cepat sedangkan Laura dan Franz saja belum pulang." Mimik wajahku pura-pura tidak tahu. "Benarkah? Ternyata aku hebat juga ya jalannya. Sampai mengalahkan mobil nyonya yg mahal itu." Bibi Reni memanyunkan mulutnya "Cukup Riki, jangan kau bicara lagi! Cepat bersihkan rumah ini! Lihat itu jorok sekali seperti wajahmu. "Aku masuk ke dalam dan melihat rumah yang benar-benar jorok.
Sebenarnya kerjaan monster itu ngapain si, di rumah? Sampai rumah aja tidak bisa dibersihkan sendiri.
"Sebentar ya nyonya, aku lelah habis jalan jadi ijinkan aku beristirahat sebentar." Bibi Reni mengepalkan tangannya. "Tidak ada istirahat-istirahat cepat bersihkan!" Bibi Reni membentak dengan suara tinggi. Muka ku sangat kesal ingin rasanya aku membantahnya. "Aku belum makan." Bibi Reni sangat marah. "Jika kau tidak mau membersihkan rumah sekarang! Aku akan larang kau sekolah di International School"
Sial monster itu mengancamku lagi, ya sudah lah ikuti saja perintahnya.
Tidak beberapa lama bunyi klakson mobil mulai terdengar. Franz dan Laura mengetuk pintu. Dengan wajah marah Bibi Reni membukakan pintu dan keluar.
"Dari mana saja kalian?"
sudah gila mama, ya dari sekolah lah aneh ku rasa. Laura
__ADS_1
"Dari sekolah ma" jawab Laura dan Franz dengan serentak. Laura dan Franz masuk kerumah dengan wajah kesal.