Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Pengenalan Lingkungan Sekolah Part 3


__ADS_3

Di pagi hari aku bangun lebih cepat, aku bersihkan rumah, menyiapkan makanan dan mengerjakan segala kewajibanku di rumah ini. Aku membangunkan Paman, Bibi dan kedua sepupuku dengan mengetuk pintu mereka masing-masing. Hal ini merupakan rutinitasku setiap hari. Setelah semuanya berkumpul di meja makan aku pun mengucapkan selamat pagi pada mereka.


"Selamat pagi tuan, nyonya, nona Laura dan tuan Franz. Selamat menikmat makanan." Franz memperhatikanku dengan cukup lama.


"Kau mau berangkat? Ayo makan dulu!"


"Kak Franz gak usah peduli sama dia, mau dia makan, mau dia belum makan bukan urasan kita." gerutu Laura sinis


"Sudah tuan Franz, saya mau berangkat lebih cepat hari ini, karena saya takut terlambat. Semua kewajiban saya telah saya penuhi"


"Eh! eh! eh! Mengapa kau mau pergi ke sekolah secepat ini? bukankah semalam kau pulang cepat dibandingkan Laura dan Franz? ngapain datang terlalu cepat?"


Suka hati aku dong mau datang cepat atau lambat. Apa urusanmu mempertanyakan itu? nyusahin orang aja. Aku kan bingung mau nyari alasan apa kalau sebenarnya aku diantar pulang.


"hem maaf nyonya, semalam saya sangat lapar jadi saya lari-lari untuk sampai ke rumah dan melewati jalan yang cepat sampai menuju rumah."


"Kenapa berisik banget sih di meja makan?


Riki sudah sana berangkat! Aku muak melihatmu disini, pergi sana." usir paman


Aku terdiam dan tidak melangkah karena merasa sangat sakit diperlakukan seperti orang lain.


"Sudah sana pergi! Ngapain diam saja pergi sana! Usir Laura


Hem dasar tidak tahu berterima kasih, tuhan mengapa paman, bibi, dan sepupuku menganggapku seperti orang lain. Huh nasibku.

__ADS_1


Aku segera jalan secepat mungkin. Setelah melewati taman bermain, klakson motor pun berbunyi dibelakangku yang memekakkan telinga.


"hei Riki, ternyata aku terlambat ya menjemputmu? ternyata kau sudah disini saja"


Gadis ini lagi, Dini aku tahu kamu ada niat baik. tapi, moodku hari ini benar-benar hancur.


"Bisa tidak? kau tidak mengangguku sekali saja!"


"Baiklah aku tidak akan menganggumu tapi kau harus mau pergi ke sekolah bersamaku!"


Aku merasa geram. Namun, sebelum pergi sekolah aku merasa sangat lelah melaksanakan tugas di rumah itu pagi tadi. Jadi terpaksa aku menerima tawaran tumpangan darinya.


"Iya baik aku mau bareng kamu".


hahaha aneh sekali dia, tapi kalau dilihat-lihat dia imut sih tapi ya gitu gayanya seperti laki-laki.


"iya ini aku lagi naik"


Setelah aku naik, Dini tancap gas dan tiba lah di gerbang International School. Banyak orang-orang yang memperhatikan aku dan Dini. Namun sepertinya aku dan Dini tidak perduli. Tidak selang beberapa lama David menghampiriku.


"Hei Riki ini bajuku untukmu" sambil memberikan tas yang berisi baju.


"Loh Vid, kok 3 baju? Bukankah kau mau memberikan 1 saja?" tanyaku heran.


"hehe tidak masalah kan sudah aku katakan aku punya banyak sekali baju seragam. Kalau aku mau aku bisa minta dibelikan lagi kok baju seragam jika aku kekurangan. Oh ya riki terimalah ponselku. Kau jangan menolaknya ya! Aku sudah punya ponsel baru di berikan Ayahku. Dari pada ponsel itu aku buang lebih baik untukmu."

__ADS_1


Kau mau pamer atau bagaimana? hihihi sudah lah yang penting dia baik padaku.


Wajahku tersimpuh haru karena kebaikan David padaku. Baru kali ini aku memiliki teman sebaik dia.


"Terima kasih David, kau baik sekali padaku." sambil mengulurkan tangan dan kami pun bersalaman.


Selang beberapa lama bel masuk berbunyi. Murid baru dihimbau untuk menuju lapangan bola dan kami di bariskan. Kak Sarah memberikan intruksi dan arahan.


"adik-adik yang kakak sayangin. Hari ini kita ada permainan untuk merekatkan pertemanan antara murid baru dengan kakak kelas. Oke tanpa basa basi ayo ambil gulungan kertas yang ada di kotak. Jangan dilihat dulu ya.!"


"Riki kak itu lagi, hem dia cantik sekali Ki" bisiknya padaku


David hentikan memuji kakak itu terus, ingin rasanya aku marah tapi, sudahlah dia baik padaku.


Aku mengambil gulungan nomor 17 warna merah dan David mengambil gulungan nomor 7 warna jingga.


"Oke semua sudah dapat gulungannya kan?


baiklah peraturannya, kalian diberi waktu 3 jam untuk mencari kakak kelas disekitaran sekolah, sesuaikan dengan nama yang ada di gulungan tersebut. Ajaklah dia berselfi atau poto dengannya dan mintalah tanda tangannya. Jika dalam waktu 3 jam kalian tidak menemukan kakak keles tersebut atau bertemu namun tidak dapat berfoto atau tanda tangannya maka kalian akan dihukum. Mengerti semuaaaaaa?" tanya Kak sarah


"mengerti kak" jawab siswa siswi serentak.


"1,2,3 mulai...." Teriak kak Sarah tanda di mulai. Aku membuka gulungan dan aku lihat di dalam gulungan tersebut dan tampaklah nama Saidah Azzahra. Dan David membisikkan padaku dia mendapatkan nama Katrina Witana.


Kami mulai menyusuri lingkungan sekolah dan bertanya pada orang-orang nama di dalam gulungan kami. Siapa sebenarnya Saidah Azzahra dan Katrina Witana? Tanya kami dalam hati

__ADS_1


__ADS_2