
Bel pulang terdengar aku pulang ke rumah diantar gadis tomboy seperti biasanya. Setelah sampai rumah aku membereskan rumah dan mulai mengerjakan kewajibanku di rumah tersebut.
Keesokan harinya aku pergi ke sekolah di jemput David. Aku lihat David yang gelisah. Baru kali ini aku melihatnya gelisah.
"Vid ada apa dengan dirimu? mengapa wajahmu terlihat gelisah?"
"Ki gak mau, gak mau. Aku gak mau kencan dengan Katrina". David terus merengek padaku.
"Tidak bisa begitu dong vid bukannya kau sudah berjanji"
Resek banget sih kau ki, kau tidak kasihan samaku. David
Mobil David menuju gerbang sekolah. Aku turun dengan David
"Hus, hus, hus itu kan Riki? bukannya dia anak orang miskin, kok dia bareng David sih? David kok mau bareng Riki ya? Gosib gadis-gadis yang duduk di dekat gerbang.
Heh gak boleh gitu? memangnya gak boleh orang kaya berteman dengan orang sederhana?" Kak Sarah memecah keributan.
Gadis-gadis yang bergosib tadi membubarkan diri.
Hari yang panjang Aku lalui bersama David. Aku melihat sorot mata tajam dari orang-orang tanda heran, dengan baju yang lumayan bagus aku kenakan dibandingkan yang semalam.
Bel pulang berbunyi, aku pulang bersama Dini. Sedangkan David harus menunaikan janjinya
"Hei David jam 8 kita kencan ya?" senyum gadis gempal dengan wajah yang merah merona tanda malu-malu.
__ADS_1
"Tidak jadi, buat apa kita kencan, kamu kan sudah makan banyak, lihat dirimu! kau gemuk sekali." ejek David
"muaaaaaaa" Katrina nangis sejadi-jadinya. "aku bilang kau sama mamaku. Kau sudah janji tapi kau ingkari, dasar cowok jahat. kau jahaaaaaaat. Sambil memukul mukul dada David
Orang gemuk bisa nangis juga ya? hehe kok aku jadi senang lihat dia nangis. Aku pura-pura bilang gak jadi lah apa reaksi si gemuk ini?
"Aku tidak mau kencan denganmu"
"muaaaaaaaaaaaaaaa. Teriak Katrina kuat. namun, segera David menutup mulutnya.
"Hehe becanda" senyum David dengan wajah manisnya. "jadi kok tenang saja" dengan reflek Katrina memeluk David karena bahagianya.
kok dia meluk aku sih, ayo lepaskan gemuk aku tidak bisa bernafas. David
ih kok aku jadi meluk-meluk dia sih, kok aku jadi berdebar begini. Apa jangan-jangan aku menyukai David. Katrina
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. David menjemput Katrina. Katrina keluar tanpa rasa canggung dia menghampiri David.
"Ayo naik ke mobil" ajak David
"Iya Vid" senyum Katrina dengan bahagianya.
Aku tidak paham dengan tuan David mengapa dia mengajak kencan wanita gendut? bukannya tipe David tidak gendut begini? ngumam supir David dalam hati.
Sesampainya di Kafe mereka memesan makanan. Katrina dengan sigap memesankan makanan yang banyak. Mereka makan dengan kesunyian tanpa banyak bicara.
__ADS_1
David kok diam aja sih dari tadi, apa aku mulai pembicaraannya? tanya Katrina dalam hati.
" David suapin dong!" Katrina merengek manja
"Tidak mau ah, Suapin sendiri napa!" David menggelengkan kepala.
"Kalau gak mau gakpapa biar aku nangis aja". ancam Katrina
"Yaudah sini ku suapin".
si gemuk ini banyak sekali permintaannya. Udah banyak orang lagi yang lihatin. Jika aku tidak turutin kemauannya pasti dia menangis. Orang akan berpikir buruk tentangku. David
Semua pengunjung tertuju pada David dan Katrina. Banyak yang iri dengan Katrina yang notabennya bertubuh gemuk.
"Sayang, lihat tuh laki-laki tampan itu dengan si gemuk itu! mereka aja bisa Romantis, masa kita enggak?" Pengunjung Wanita
"Gak usah lebay lah sayang bikin malu" pengunjung pria
Katrina makin bermanja manja dengan David
Kapan lagi aku bisa kaya gini sama cowok ganteng. huh, senangnya hati ini. ih kok makin berdebar sih. Katrina
Sudah lah pasrah daripada si gemuk ini nangis. David
Setelah selesai kencan, David menghantar pulang Katrina.
__ADS_1
Hari ini adalah hari terindah dalam hidupku. Baru pertama kali aku kencan, dan yang ngajak kencan cowok ganteng pula .huhuhu senangnya. Katrina