Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Ketua Osis


__ADS_3

Di pagi buta aku menyiram bunga membersihkan halaman rumah kk Sarah. sungguh berbeda hari ini dari hari yang lain. Tidak ada penyiksaan yang aku alami. Aku berjalan sebentar menghirup udara segar berlari-lari kecil. Memandangi taman-taman rumah kak Sarah yang begitu indah. Aku melihat kearah rumahnya , terlihat jendela kamar kak Sarah tampaknya dia masih tertidur. Rumah kak Sarah sangat lah luas dan megah dan terdapat beberapa rumah kecil berjejer dibelakang rumah kak Sarah itu untuk para pembantu, pelayan, supir dan lainnya. Rumah kecil yang ku tempati sangatlah nyaman. Tidak ada rantang yang sengaja dijatuhkan karena aku terlambat bangun, tidak ada pintu yang digedor kuat, tidak ada pukulan yang dilakukan ketika aku melakukan kesalahan.


Jam telah menunjukkan pukul 6 pagi aku sudah selesai membersihkan rumah. Penghuni rumah takjub betapa bersihnya halaman rumah. Supir memanaskan mobil aku masih duduk memakai sepatu di depan rumah yang tempat duduknya terbuat dari bambu. Kak Sarah mengirim pesan agar aku ke parkiran mobil. Aku masuk mobil duduk seperti pemiliknya kak Sarah masuk kemobil. Mobil pun mulai berjalan menuju sekolah.


Sesampai di sekolah kami berbaris. sepertinya ada beberapa pengumuman dari kepala sekolah dan ketua osis.


Ketika kata sambutan diberikan oleh kepala sekolah semua murid diam tanpa suara mendengarkan pidato yang berjudul kebersihan lingkungan. Setelah kepala sekolah selesai membacakan pidatonya kemudian dipanggil nama Adrian mulya pria tampan dengan garis wajah yang indah, badan atletis, hidung yang mancung,tinggi dan berkulit putih itulah ketua osis International School. Semua murid bersorak melihat Adrian apalagi para wanita-wanita.


Wanita-wanita di dekatku bersorak dan bergosip ria


"Wah tampan sekali Adrian, andai aku menjadi pacarnya"


"Huss..ngomong apaan sih kamu? itu pacar Sarah loh


"yah biar aku suka dia


Oh jadi kak Adrian pacar kak Sarah. Kenapa aku jadi tidak menyukainya.


Aku melihat wajah David gelisah, marah dan tidak suka dengan perkataan wanita tadi.


David jangan tunjukkan wajah seperti itu, kau tampak mengerikan. Aku tahu perasaanmu dengan kak Sarah


"David, mengapa wajahmu seperti itu?"

__ADS_1


"Jangan perhatikan wajahku riki, fokus saja apa yang dikatakan ketua osis payah itu"


David menggepal tangan dia mengendus kesal.


David kau sedang cemburu begitu membuatku takut.


Kemudian terdengar panggilan nama kak Sarah yang sebagai Sekretaris osis.


Oh ternyata dia sekretaris osis hemm.


Aku kemudian memandangi Kak Sarah tapi terlihat ada beberapa orang yang menatapku tidak suka, apakah itu TTM ( The Trouble Maker). Pria Atletis yang hari itu melototiku kini ia mengulang kembali.


Mengapa disini orang-orangnya semakin Aneh. Mereka menatapku seperti harimau yang siap menerkamku.


,,,,,,,


Bel pulang berbunyi aku bingung harus pulang bersama siapa. Karena kak Sarah sedang ingin pergi dia tidak memberi alasan. David juga tidak bisa menghantarku. Terpaksa aku pulang berjalan kaki.


"Heh bocah!" satu pukulan di badanku.


Aku jatuh tersungkur di aspal jalan. Kak Adrian membantu bangun dan membersihkan bajuku. "hei kalian sini!" mengapa kau memukul adik kelas? apa dia pernah salah pada kalian hah? Suara kak Adrian meninggi.


"hem terima kasih kak, kalau tidak ada kakak mungkin entah jadi apa diriku ini". "iya dek berhati-hati lah kak Adrian tersenyum manis. "Berikan kayu itu padaku! seenaknya saja memukul orang".

__ADS_1


Kak Adrian menyuruhku pergi, aku berjalan pelan menahan sakit di badanku. puakkkk kayu mendarat di kakiku. Kak Adrian mendekat padaku memukul wajahku membuatku pusing. "hah beraninya kau mendekati Sarah. Kau pikir kau siapa?" Adrian meludah di depanku untung aku menghindar.


"beraninyan kau!" satu pukulan di dadaku membuatku sesak.


Ini sangat sakit kenapa kak Adrian begitu tega padaku. sambil meringis sakit


"Kak apa maksud kakak? Aku tidak mau merebut kak Sarah darimu" Adrian mengendus kesal. "gak usah banya bacot aku tidak percaya. teman-teman buat dia babak belur biar dia tau betapa hinanya menjadi orang ketiga". gelak tawa Adrian memenuhi jalan.


Seketika wanita tomboy datang dengan mengendarai motor besarnya. Dia menghajar anak buah Adrian atau anggota geng TTM


menyelamatkanku dari kerumunan orang-orang yang ingin membunuhku." "Oh Dini! sekarang kau membuktikan kalau kau telah berkhianat. Sekarang kau dengan jelas keluar dari geng TTM." suara Adrian menggelegar.


"Aku tidak sudi bergabung dengan kalian aku sadar yang telah aku lakukan bersama selama ini salah bersama kalian"


Dini mengisyaratkan aku naik ke motor dia membawaku dengan cepatnya. membuatku harus memegang erat tubuhnya. dia hampir saja menghantarku kerumah mengerikan untung saja aku berteriak kuat dan memerintahkan menghantarkanku kerumah kak Sarah.


Setelah sampai Aku menyadari bahwa wanita tomboy itu ternyata kakak kelas dan anggota geng TTM. "Terima kasih kak Dini


Aku harus tetap berhati-hati. Bisa saja aku mati di sini dibuatnya. geng TTM tidak bisa dipercaya.


"Sama-sama Riki. Oh ya aku akan melatihmu bela diri agar kau tidak di pukulin seperti tadi. Aku akan membantu agar kamu tidak kurus kerempeng seperti ini."


Aku menggernyitkan kening. Dia mau membantuku atau menghinaku yang kurus begini. Menyebalkan aku jadi jengkel begini huhhh.

__ADS_1


__ADS_2