Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Rumah David


__ADS_3

Setelah pulang sekolah aku dijemput David menuju rumahnya. Sesampainya disana, aku merasa takjub karena rumahnya sangat megah dan luas. Di rumahnya itu terdapat banyak para pekerja yang lalu lalang sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing. Aku di persilahkan masuk ke dalam rumah, aku duduk di sofa yang lembut. aku melihat rumah David yang sangat megah dan indah, ini bahkan bukan sekedar rumah namun istana yang sangat luar biasa. Namun pikiranku buyar seketika melihat Adrian yang begitu sinis memandang kami. David membawa kami ke kolam berenangnya. Airnya sangat dingin dan jernih. Aku mulai mengganti pakaianku dengan pakaian renang dan mulai mempelajari renang berbagai macam gaya. Kak Dini seketika di tunjuk menjadi pelatih dadakan. Aku, Dini, dan David belajar dengan giat dan bersemangat. Namun aku selalu gagal dalam pelajaran renang tersebut.


"Riki! Sulit untuk kakak katakan, namun kakak bisa memastikan kamu akan kalah" ucap kak Dini lantang namun sedikit agak canggung.


"Iya kak, kemampuanku tidak sebaik kakak dan David." Aku tertunduk lesu. "Cukup! Aku yakin Riki pasti memenangkan lomba itu. Aku tidak rela dia keluar dari International school begitu cepat! Jika takdirnya Riki kalah dan keluar dari sekolah, maka aku juga akan keluar dari sekolah itu." Ucap David


Hahaha Aku merencanakan Riki yang akan keluar dari International school, eh malah adikku juga akan ikut keluar. Kesempatan yang bagus. Dilihat dari kemampuan mereka, mereka sangat buruk kecuali Dini. Senang batin Adrian yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan kami secara diam-diam.


"Aku sudah pasrah Vid, mungkin kalah adalah takdirku." Aku masih tertunduk sedih dan lesu. David kemudian menghempaskan air kolam tanda marah. Mengernyitkan dahinya sepertinya dia sangat marah. "Riki! hentikan putus asamu itu! Aku yakin kita bisa menang!

__ADS_1


Kak Dini menatap David dan menggelengkan kepala bingung bagaimana cara mengajariku yang menurutnya tidak bisa diajari.


Dasar bodoh, berusaha sekuat apapun kalian akan tetap kalah melawanku. Batin Adrian


"Baiklah kita coba lagi! besok adalah hari dimana kita akan berlomba. Kakak harap kalian berdua bisa mengalahkan Adrian khususnya kamu Ki." Ujar kak Dini yang bersemangat.


Riki aku tidak tau harua berkata apa! peluang menangmu di lomba besok sangat kecil. Belum lagi sainganmu yang sangat hebat. Pikir kak Dini dengan gelisah.


"Hatiku berdebar, karena besok adalah lomba dimana jika aku kalah, aku akan segera meninggalkan sekolah." ujarku sangat sedih. "Riki, kau harus optimis kita pasti menang!" Ucap David percaya diri

__ADS_1


percaya diri sekali kau David anak cengeng! besok kau akan menangis melihat teman terbaikmu berada di peringkat akhir. hahaha Batin Adrian licik


"Aku optimis David, intinya kalian berdua tenang saja dan bantu aku dalam doa karena kekuatan doa mampu mengubah segalanya." Ucapku lantang.


Dasar David dan Riki sama saja terlalu percaya diri.


"Jangan terlalu percaya diri! Intinya kalian semangat dan bersungguh sungguh. Kemenangan mungkin akan menjadi milik kita." Ucap kak Dini menyemangati walaupun di dalam hatinya yang paling dalam tidak yakin bahwa aku menang.


Aku tersenyum puas, kemudian pelayan David membawakan makanan lezat. Kami menyantapnya dengan sangat lahap. Setelah kenyang dan hari mulai sore, aku dan kak Dini pulang kerumah dengan diantarkan oleh supir pribadi David.

__ADS_1


__ADS_2