
David mengoes pedal sepeda dengan bersemangat. Tercium udara segar dan cuaca yang sejuk. Katrina melihat David yang begitu giat menggayuh pedal sepeda hingga keringat bercucuran.
"Kita mau kemana sih David?" tanya Katrina bingung karena dari tadi belum sampai juga.
"Hemm"
Jawab kenapa! apa susahnya atau jangan-jangan dia mau macam-macam samaku.
"Aku tidak seperti yang kau pikirkan"
loh...kok dia tahu aku berpikir begitu
"kita mau kemana sih?" tanya Katrina bete
"Hemm"
"tuh kan hem lagi, memangnya aku tahu makna hemm, jawab kenapa apa susahnya! jawab Katrina cemberut
"Kan sudah ku bilang panggil aku Sayang, apa susahnya sih!"
memangnya kau siapa? seenaknya menyuruhku memanggilmu sayang, walaupun aku sayang sama kamu tetap saja aku tidak mau. Kamu tidak pernah menyatakan cinta padaku. Sebel Katrina
"Ya susah lah! gengsi tahu, apa lagi aku ini kakak kelasmu" wajah Katrina cemberut masam
"Ya sudah" wajah David tampak kesal
oke lah aku ngalah, lihat tuh wajah David seperti serigala gila.
" kita mau kemana sih Sayang" senyum Katrina sambil mendengak melihat David
" kamu tidak perlu tahu gemuk"
Tuh kan.. dia seenaknya menyuruhku memanggil dirinya sayang, tapi dia malah memanggilku gemuk. Muka Katrina makin bete
Sampai lah mereka di Rumah Sarah dengan wajah Katrina masih cemberut
"Loh, ini kan rumah Sarah ngapain kesini?' tanya Katrina bingung
__ADS_1
"Iya, Riki tinggal di rumah belakang milik Kak Sarah"
David menarik Katrina menuju rumah belakang
Dia berat juga ditarik. hahaha
ih kok tarik-tarik sih! gandeng kek, gendong kek atau apa! cemberut Katrina
"Kau lama sekali sih!" Aku dan kak Dini lama menunggumu" kesal wajahku
"iya maaf"
"kok aku wanita sendiri sih" gelak tawa Katrina
"itu kak Dini juga wanita"
Kak Dini memang wanita akan tetapi gayanya seperti laki-laki, karena dari kecil dia sering bermain bersama laki-laki sehingga membuatnya menjadi bergaya seperti laki-laki.
"Dari pada kamu gendut, wekk!" gelak tawa kak Dini menggejek
"Sudah kakak-kakak jangan bertengkar" Aku mencoba menenangkan
"Iya habis membonceng si gemuk. Hitung-hitung olahraga"
ihh David, Mengapa selalu memanggilku gemuk?
Setelah berkumpul, aku menuju rumah depan tempat dimana kak Sarah tinggal
"assalamualaikum" sambil mengetuk pintu
"wa'alaikum salam, ada apa dek?" tanya kak Sarah
"Kami mau mengajak kakak berolahraga pagi, apakah kakak mau ikut?"
"hemm tidak dek, Kakak mau ke bandara menjemput papa sama mama pulang dari luar negeri" kak Sarah menolak
"ohhh. ya sudah kami pergi dulu ya kak"
__ADS_1
"iya dek"
Kami mengendarai sepeda menuju GYM Suasana tampak indah, burung- burung berkicau dengan suara yang merdu dan matahari masih malu-malu untuk muncul.
David menginstruksikan pada kami untuk belok ke supermarket.
"Ayo beli minuman berprotein biar badanmu tidak kurus kerempeng ki" senyum David
iya,iya aku tahu aku kerempeng. tapi jangan di bilang disini dong aku kan malu. wajahku tertunduk malu
"Sayang aku mau eskrim dong! upss" Kak Katrina heran dengan ucapannya dia langsung menutup mulutnya
Aku, David dan Dini menoleh kebelakang aneh dan tidak percaya apa yang diucapkan Katrina.
Mengapa semua orang memperhatikanku, oh ya aku manggil David sayang. Aduh mengapa ceroboh begini sih? Mereka melihatku begitu. Aku kan malu hiks,hiks. Kan ini semua salah dia sendiri mengapa selalu memaksaku memanggil dia sayang, kan jadi kebiasaan
"Hei gendut! kau manggil sayang kepada siapa?" tanya Dini heran
"Tidak! tidak ada, kau salah dengar" jawab Katrina cemberut berbohong
"Aku tidak salah dengar, kau juga mendengarnya kan ki?" tanya kak Dini penasaran.
David mengedipkan matanya memintaku berbohong, dengan isyarat itu aku paham betul maksud David. "Tidak kak, Aku tidak mendengarnya kak" jawabku berbohong
"Serius! kau David tidak mendengarnya? tanya Dini sebal.
"Tidak kak"
Mereka tuli atau bagaimana sih? kok bisa-bisanya tidak mendengar suara sekuat itu. bete tau. Wajah kak Dini sangat kesal
Setelah membeli minuman berproten dan es krim. Kami menuju tempat GYM yang tidak jauh dari supermarket. kami berolahraga dengan di bantu oleh kakak yang sudah profesional.
Aku melihat Adrian di sana dan pria atletis yang selalu bersamanya.
"Vid kita kesini tidak bayar ya? mengapa di ijinkan masuk?" tanyaku heran
"ini GYM punya papaku ki, kita bebas disini"
__ADS_1
Setelah berolahraga kami pun menuju taman yang tidak begitu jauh dari tempat GYM. Kami duduk menikmati Roti selai yang kami beli di supermarket setelah berolahraga.