Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Mencari Saidah dan Katrina


__ADS_3

Aku dan David menyusuri lokasi-lokasi dan setiap sudut sekolah untuk mencari orang yang bernama Saidah dan Katrina. Aku bertanya kepada Kakak kelas bertubuh tinggi dan badannya atletis.


"kak, em kakak tau Saidah Azzahra dan Katrina Witana." kakak itu tersenyum dan menunjuk arah ke lapangan basket. "Itu dek di dekat lapangan basket yang lagi duduk." mataku dan mata David tertuju kearah yang ditujukan kakak tersebut. Apakah itu benar-benar kak Saidah?" tanyaku padanya.


"Iya dek, itu Saidah, kalau sih Katrina eh kakak belum lihat" aku tersenyum pada kakak itu."Terima kasih ya kak"


"iya dek sama-sama."


Aku dan David berlari kearah yang ditunjukkan kakak tersebut. "Selamat siang kak, apakak kak Saidah?" tanyaku sambil tersenyum tipis dan terpancar wajah bahagia.


"Eh bukan dek, nama kakak Novi. Wajahku langsung cemberut masam. "Serius kak? kakak bukan Saidah?" Kakak tersebut menatapku lama dari atas sampai bawah. "Iya dek, kakak serius nama kakak Novi bukan Saidah. Siapa yang memberi tahu kebohongan itu?" aku menunjuk arah tadi tepat dimana kakak yang bertubuh atletis itu.


"Kakak itu bohong dek, lihat dia sedang tertawa" sambil menunjuk kakak yang bertubuh atletis. Kak Novi tersenyum tipis sepertinya menahan gelak tawanya.


Hem teganya Kakak itu membohongi aku. Awas saja kau ya kau pikir ini main-main.


Riki sepertinya sangat emosi, dilihat dari wajahnya yang merah padam. David


"Jadi kak, dimana biasanya kak Saidah berada?" Kakak tidak tahu dek, kakak pergi dulu ya." kak Novi beranjak pergi meninggalkan aku dan David


Aku dan David berusaha mencari Saidah dan Katrina berulang kali kami dibohongin. Sampai akhirnya waktu tinggal 50 menit lagi.


"David, itu sepertinya mussholla? Kita salat dulu yuk!"


"Hemm kau saja lah, lihat waktunya tinggal 50 menit. Nanti kita tidak dapat menemukan kakak kelas yang kita cari"

__ADS_1


"Yaudahlah terserah, aku mau salat dulu kalau kau tidak mau ya sudah tidak apa-apa" kesalku padanya


Aku dan David berpisah dia jalan menggarah lapangan bulu tanggis dan aku masuk ke dalam mussholla. Setelah selesai salat aku duduk di teras mussholla.


Ya Allah, ini capek sekali. sudah kesana kemari aku mencari kak Saidah namun belum bertemu juga. Aku tidak mau dihukum ya Allah. sudah cukup aku dihukum di rumah jangan di sekolah ini. Ya Allah pertemukan aku pada kak Saidah. Amiiin


Tidak beberapa lama terdengar suara merdu dari lantunan ayat suci Al qur'an. Aku menuju arah tersebut. Ku lihat seorang gadis cantik membaca Al qu'an dengan merdunya. Gadis itu melihatku dan dia menghentikan bacaan Al qur'annya.


"Kak, mengapa berhenti membaca Al qur'annya?" dia menatapku dan menundukkan pandangannya. "Aku melihat wajahmu sangat lelah. Apa kamu ada masalah?" aku tertunduk malu "Ada kak, aku sedang mencari kak Saidah. Aku lelah sekali mencarinya. Berulang kali aku dibohongin mereka." kak Saidah tersenyum kemudian tertawa dan menutup mulutnya agar tidak berisik.


"Hahaha ternyata selelah itu kau mencariku?"


Oh jadi ini Kak Saidah . Subahanallah dia cantik sekali.


"Baiklah, lalu apa lagi yang kau minta?"


"Aku minta kakak poto bersamaku dan minta diajari baca Al qur'an kak"


"Baiklah dek, tapi mulai mengajarkan kamu baca Al qur'an besok ya."


Setelah semuanya selesai aku melihat David yang duduk di dekat kantin mussholla wajahnya sangat murung. Aku mengampirinya dengan wajah bahagia.


"David aku sudah bertemu dengan kak Saidah. Bahkan aku sudah berfoto dengannya."


"Benarkah itu? coba ku lihat!"

__ADS_1


David membuka ponselku dan melihat potoku dengan kak Saidah.


coba aja yang aku cari Saidah pasti mudah ditemukan. Kak Saidah lumayan cantik ya hem hem hem. Katrina aku berjanji jika aku bertemu denganmu kita akan berkencan.


"Riki, jika aku bertemu dengan kak Katrina.


Aku akan mengajaknya berkencan aku sudah terlalu lelah mencarinya. Aku berjanji!" Sambil mengangkat telunjukknya


"Pengumuman! bagi siapa yang bernama Katrina Witana akan mendapatkan keberuntungan. Dia akan diajak berkencan dengan David." teriakku dengan keras. Aku melihat tawa dari para pendengar pengumuman di sekitarku.


"Dengan seperti ini kita akan mudah mencari Katrina" ucapku tersenyum


"Baiklah" David tersenyum


Kemudian datang seorang gadis gempal berlari mendekati kami berdua. "Aku Katrinaaaa, heeeeiiii aku Katrinaaaaaa.


"Riki bagaimana ini? dia gemuk sekali. Lihat lemaknya bergoyang kesana kemari. Jika dia benar-benar Katrina aku batalkan kencan dengannya." bisik David dengan rasa takut.


"David kau sudah berjanji, jangan pernah mengingkari janji. Laki-laki sejati tidak pernah ingkar janji"


Aku memang laki-laki sejati tapi bukan berarti kencan dengan si gemuk itu, aku bisa turun derajat nantinya. Masa iya David yang ganteng ini kencan dengan si gemuk itu hiks, hik, hiks. Ya sudah mau bagaimana lagi. Udah terlanjur janji. David


"Baiklah Riki, aku laki-laki sejati" David membukul dadanya


Bibir David bergetar dan juga tubuhnya. Katrina dengan percaya dirinya memeluk sambil berpoto dengan David. Setelah semua selesai kami pun menuju ketempat Kak Sarah dan mengatakan misi kami berhasil. kak Sarah tersenyum dan memberikan jempolnya padaku dan David.

__ADS_1


__ADS_2