
Aku masih duduk melihat kak Sarah yang terbaring lemah. Aku memegang erat tangannya. Kak Sarah menangis pelan melihat kondisinya.
"Tante, aku akan menemani kak Sarah disini sampai besok" pintaku pada mama kak Sarah
"tidak usah Riki, tante yang akan menemani Sarah. Kalau kamu yang menemani Sarah kamu akan ketinggalan pelajaran." aku cemberut masam seharusnya aku berada di sampingnya dalam kondisi seperti ini.
"Ma mulai sekarang Riki jadi anak angkat mama ya. Aku rasa hidupku tidak lama lagi" ucap kak Sarah lirih
"Jangan berkata seperti itu sayang, kamu pasti bisa bertahan." sedih mama kak Sarah aku bahkan hanyut dalam kesedihan ungkapan kak Sarah.
"Ma aku mohon aku sudah cacat ma dan Riki tidak punya kedua orang tua. Maka mama dan papa harus menjadi orang tua Riki. Sarah sayang banget sama Riki. Sarah udah anggap Riki sebagai adik Sarah sendiri ma." ucap kak Sarah yang terdengar isak tangisnya.
"Iya mulai sekarang Riki jadi anak mama, asalkan kamu bertahan sayang" senyum mama kak Sarah
"Mulai sekarang mamaku jadi mamamu juga" senyumnya
Ya ampun mengapa kak Sarah menganggapku adik ya. Padahal aku mencintainya lebih dari seorang kakak atau bisa di bilang cinta sebagai sepasang ke kasih.
"Iya kak" senyum ku menerima namun hatiku berontak
Tidak beberapa lama Ayah kak Sarah datang dengan wajah paniknya dia masuk dan bertanya banyak hal mengenai putri semata wayangnya itu. Ibu kak Sarah mencoba menenangkan suaminya. Kemudian mereka berkonsultasi dengan dokter mengenai kak Sarah apakah bisa di bawa pulang. Awalnya dokter melarang namun, ayah kak Sarah menjamin pengobatan di rumahnya karena rumah sakit ini jauh dari rumah kak Sarah yang membuat Ayah dan ibu kak Sarah khawatir.
__ADS_1
Kak Sarah dibawa pulang kerumah, kami membantunya kemudian Ayah kak Sarah menelpon dokter pribadinya itu memerikakan kak Sarah kembali.
Aku menyupai kak Sarah perlahan memasukkan beberapa makanan ke mulutnya. Kami seperti kakak adik yang sangat akrab dan saling mencintai satu sama lain seperti. Setelah itu kak Sarah memintaku membereskan barang-barangku di rumah belakang dan pindah ke rumah utamanya. Aku melihat kamar yang sangat bagus tertata rapi. Aku masuk ke dalam kamar membereskan barang-barangku. Rumah kak Sarah sangat megah dan indah tapi tidak sedikit pun aku memikirkan untuk menguasai rumah ini. Karena aku sadar harta dan kekayaan akan sirna seperti waktu dulu.
Aku merebahkan tubuhku yang kelelahan sejak tadi. Ya tuhan apakah aku harus melupakan cintaku dia benar-benar sudah menjadi kakak angkatku.
"Riki" panggil mama kak Sarah
"Iya tante" sahutku
"Jangan panggil tante panggil mama saja" mengingakan permintaan kak Sarah
"Iya ma" aku mengangguk
Segitunya sama anak sendiri kalian lebihi memilih kerjaan kalian dibandingkan anak kalian yang berbaring lemah. Batinku
"Iya ma" aku mengangguk
Aku bingung dengan orang kaya padahal harta mereka sudah banya tapi, masih saja kekurangan.
Aku mengetuk pintu kak Sarah aku dengar gumam dari dalam pelan sepertinya dia mengijinkanku masuk.
__ADS_1
"Kak apa yang terjadi sehingga kak jadi seperti ini?" tanyaku yang diselimuti penasaran aku duduk di ranjang kak Sarah tepat di sampingnya
"Adrian ternyata brengsek dek" kak Sarah menangis pelan
"maksud kak?" padahal aku tahu betul sifat Adrian seperti apa tapi aku bertanya kembali untuk memastikan pengetahuan kak Sarah tentang Adrian.
"Dia hampir saja melakukan hal keji untung saja kami kecelakaan kalau tidak masa depan kakak hancur." kak Sarah menangis pelan dan masih terdengar isak tangisnya dia benar-benar rapuh sekarang. Kecelakaan saja dianggap beruntung baginya dari pada melakukan hal keji itu. "Tapi ntah mengapa kakak masih sangat mencintainya." Aku terdiam dan terasa sesak di dada
Ponsel kak Sarah berbunyi terdengar sumber bunyinya dari laci. Aku mengambil ponselnya terlihat ada nama Adrian aku benci membaca nama itu. Aku memberikannya pada kak Sarah
"Hallo Sarah" suara lembut Adrian
"Iya Sayang" balas kak Sarah
"Aku dengar kamu lumpuh ya?" tanyanya masih penasaran
wah Adrian perhatian padaku
"Iya sayang" jawab kak Sarah
"aku benci berkata seperti ini tapi aku tidak tahan lagi, kita putus" Adrian menutup telponnya tanda membiarkan kak Sarah berbicara sepatah kata pun. Hari ini kak Sarah benar-benar hancur. Seakan dia tidak di hargai lagi. Padahal kecelakaan ini merupakan ulah Adrian. Aku yang mendengar kata-kata Adrian tersentak emosi. Dia benar-benar telah menyakiti orang yang paling aku sayang.
__ADS_1