Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Rumah Sakit


__ADS_3

Mobil menuju rumah sakit terbesar dan ternama di kota ini. "Vid, aku baik-baik saja jangan bawa aku ke rumah sakit" David tidak mengubris perkataanku dia tampak kesal dengan perbuatan kakaknya yang sangat tidak manusiawi.


Sudah lah dia diam saja ternyata, Jangan tolak niat baik David Ki. Pikirku


Setelah sampai di rumah sakit David membantuku turun dari mobil dan menuju rumah sakit".


"Dok, bagaimana keadaan Riki?" tanya David cemas dengan keadaanku "Jangan khawatir, Riki telah kami tangani dengan baik Vid"

__ADS_1


Aku mengernyitkan dahiku "Dok apakah aku bisa pulang hari ini?" tanyaku cemas. "Bisa, kamu sudah membaik sekarang." aku tersenyum puas karena aku sangat tidak suka di sini.


David kemudian membawaku ke mobil dan menghantarku pulang "Vid maaf telah merepotkanmu, nanti aku ganti ya biayanya jika aku punya uang". David menghela nafas keras "itu rumah sakit milik papaku, jadi tidak usah bahas masalah biayanya, lagi pula Adrian yang telah melakukannya maka aku sebagai keluarganya harus bertanggung jawab" Aku melirik David dengan wajah senyum manis "Vid ceritakan dong kisahmu dengan kakakmu itu. Mengapa kakakmu benci padamu dan kau juga?" David sangat kesal aku menanyakan itu. "Ki mungkin kau adalah teman yang baru ku kenal 2 bulan ini tapi teman lamaku tahu bahwa aku benci menceritakan kisahku, apalagi kisahku dengan ketua osis yang kurang ajar itu."


David aku mohon, mengapa kalian saling membenci.


Huh.. Sedihnya kisahmu Adrian.

__ADS_1


"Aku gak mau cerita lagi!" marah David karena aku bengong. "Ayo lah David hidupku udah tidak lama lagi!" David mulai emosi "Bohong! kata dokter kau sudah baikkan"


David kamu manis sekali, tidak mengijinkanku mati, hiks,hiks,hiks. Aku tergelak dalam hati dan mulai menguasai diri.


"David ceritakan ku mohon!" Aku memejemkan mata. "Tidak, jangan tinggalkan aku, aku nanti kesepian" David mulai sedih matanya berkaca-kaca. "heh! aku belum mati. Ayo ceritakan lagi."


"Waktu itu papa dan mama memutuskan kak Adrian sekolah di kampung nenek. Karena tidak sanggup membiayai dua orang anak. Kemudian kak Adrian sangat rindu pada kami, berulang kali ia menelpon papa dan mama namun hasilnya nihil, papa dan mama tidak pernah mengangkatnya. kak Adrian mengirim surat berulang kali namun papa dan mama tidak kunjung membalasnya. Kemudian kakek mencari cara agar kak Adrian tidak sedih. Dia membalas surat-surat kak Adrian. Dan berpura-pura bahwa mama dan papa yang membalas. Kak Adrian sangat bahagia, dia menitikan air mata karena papa dan mama ternyata perduli padanya. Setelah papa dan mama menjadi kaya raya. Papa dan mama datang menjemput kak Adrian. Namun kakek dan nenek memarahi papa dan mama karena tidak pernah membalas surat dan mengangkat telpon. kak Adrian keluar dari kamar. Dia nangis sejadi-jadinya ternyata dia dibohongin. Papa dan mama tidak pernah membalas suratnya. Papa dan mama tidak rindu padanya padahal kak Adrian sangat rindu pada papa dan mama. Papa dan mama beralasan sibuk bekerja dan mengurusku sehingga dia makin membenciku."

__ADS_1


"Mengapa papa dan mamamu membeda-bedakan kalian? tanyaku heran. "Aku juga tidak tahu. Aku sebenarnya sayang pada kak Adrian tapi kakak Adrian tidak sayang padaku Ki" David membelakangiku dia tidak ingin terlihat rapuh dihadapanku. "Kak Adrian membenciku, dia sering menyindirku dan bahkan memusuhiku." Aku memegang bahu David "Vid yang sabar, kak Adrian mungkin masih sangat menyayangimu." David melihatku" itu tidak mungkin Ki, kak Adrian hanya menyayangi dirinya sendiri dan mencintai dirinya sendiri."


__ADS_2