Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Anggap Saja Aku Pacarmu


__ADS_3

Keesokaan paginya aku bangun lebih awal sholat subuh dan mengerjakan kewajibanku dirumah Kak Sarah. Setelah pekerjaanku selesai aku bergegas mandi, menggosok gigi, dan makan. Pintu Rumah diketuk aku mengintip dari jendela ternyata kak Sarah. Aku bergegas keluar.


"pagi-pagi begini tumben kerumah pelayan" senyumku bertebar


"Tidak, Aku hanya ingin memberi gajimu." Sambil mengeluarkan dompet dari saku.


"Tidak usah kak, kak telah banyak menolong" aku tertunduk malu


"Sudah tidak masalah dek, ini semua juga pemberian papa dan mama. Jangan menolak ya". senyum tipis di bibir yang mungil tersebut.


Aku masuk kerumah menyimpan uang setelah itu menuju garasi


"Loh kak ngapain di garasi?" tanyaku heran


"Kak ingin berangkat barsamamu naik sepeda ini" senyumnya membuat hatiku makin berdebar


"Kak yakin?" dahiku mengernyit tanda tidak percaya.


"Ayo keluarkan sepedanya!"


Aku segera mengeluarkan sepeda. Kak sarah duduk miring di batang bagian depan dekat tempat dudukku. Aku menggoes sepeda dengan semangat. Sesampainya di gerbang kak Sarah turun dan aku memarkirkan sepeda di parkiran sekolah.


"Tidak tahu malu, orang semiskin dia sok sokan berangat bareng sama Sarah.


"Apa dia sudah gila? dia mau merebut Sarah dari Adrian."


gosip beberapa wanita yang melihat kami dan sepertinya David melihat aku dan Kak Sarah.


"Ki" David memanggilku


"iya vid, kenapa?" tanyaku


"Kau mencintai kak Sarah kan?" David berkata lirih sepertinya dia sangat cemburu padaku.


"Tidak vid, aku hanya menganggapnya kakak tidak lebih"


"Hentikan kebohonganmu!" wajah David merah padam membuatku sangat takut


"Jika kau mencintainya jagalah dia sepenuh hatimu. Cintailah dia dan sayangi dirinya. Berjanjilah padaku Riki". David memohon kepadaku


"Vid jangan berkata begitu dia milikmu bukan milikmu. Dia pantas bersamamu bukan bersamaku" jawabku untuk menenangkan David


"Kau tidak mengerti Riki! kau tidak mengerti! Aku mohon jauhkan kak Sarah dari Adrian. Aku akan mendukungmu untuk bersamanya"


David memelukku dengan erat setelah itu dia melepaskannya. Kami berdua menuju kelas dan melihat kak Katrina sedang di bully


"Gendut kau bisanya makan ya? hahaha lihat dirimu gendut begitu? ku pastikan tidak ada pria manapun mendekatimu. Hina kak Laura padanya


"Gendut kau bisanya apa sih selain makan?Aku menantangmu. hmmm bisa tidak kau dapat pacar dalam waktu 1 minggu?" ucap kak Moni dengan gelak tawa licik.


"Mana bisa" jawab Kak Juni dan Kak Laura.


"Aku bisa dapat pacar lihat saja nanti! Aku terima tantanganmu! aku mungkin gendut tapi tidak seperti kalian penjilat dan perebut pacar orang


Waaah kak Katrina hebat membungkam mereka dengan kata-kata. Aku sangat setuju padamu kak. batinku dalam hati


Gemuk kau sangat menggemaskan ketika marah. hahaha lihat wajahmu merah padam begitu. Rasanya ingin aku menjentikkan tanganku diwajahmu. David


Bel masuk berdering kami belajar dengan sangat tentramnya tidak terasa bel istrihat berbunyi.


"Ki ikut aku ke kantin yuk!"

__ADS_1


"Baiklah"


tumben David milih kantin di sini. sudahlah apa boleh buat aku sudah laper.


Seketika kak Katrina duduk bersama sahabatnya Anita dan Kila.


"Ihhh" wajah kak Katrina cemberut


"kenapa sih ? makin jelek tau" ucap Kila meledek


"udah jelek kali" gelak tawa Anita


"Hentikan menghinaku!"


David yang tadinya duduk bersamaku kini beranjak menemui kak Katrina.


"Kak Kila dan kak Anita bisa pinjam si gemuk ini sebentar saja!" mohon David membuat Kila dan Anita menahan tawa.


"Boleh" Anita cekikian tidak kuasa menahan lucu


*David ini bodoh atau gila. Apa yang dia butuhkan dari si gendut itu.


David mau ngapain sih. Terus pinjam aku sebentar apa aku ini barang apa*?


David membawa kak Katrina keluar kantin


"Gemuk!" bentak David


"Pelan sedikit kenapa! kesal Katrina


"Aku ingin makan malam dirumahmu. Boleh tidak? tanya David dengan senyum misterius


"Aku tidak mau! aku tidak mengundangmu untuk datang. cemberut Katrina


"Tetap saja aku tidak mau! wajah kecut masam terlihat digaris wajah kak Katrina


Kau begitu semakin imut gemuk. Entah mengapa aku suka melihatmu marah. hahaha gelak David dalam hati


"Kok bengong!"


"Ayo lah ijinkan! Anggap saja aku ini pacarmu gemuk"


"Idihh gak mau! seorang Katrina punya pacar David yang notabane nya adik kelas"


"Ya udah kalau tidak mau mengundangku makan malam." kesal David


Ayo lah Katrina jangan menolaknya dia itu sedang menembakmu tadi cuma kamu taukan David seperti apa? gengsian orangnya lagi pula kau harus menerimanya demi membungkam mulut wanita pembuly yang payah itu.


"Ya, Baiklah"


"Terima Kasih sayang"


idihh seenaknya saja memanggilku sayang. Walaupun aku gemuk aku pemilih tau.


"Idiihhh"


" Mulai sekarang panggil aku sayang!"


"Gak mau ah!"


"Kak Katrina jahat!"

__ADS_1


Kok David seperti anak kecil begini? apakah dia cinta padaku. tidak, tidak ayo sadar diri lihat tubuhmu itu.


"Iya Sayang"


"gitu dong sayang" mencium kening Katrina


Dia sudah gila? kenapa menciumku? aku baru pertama kali di cium laki-laki. Tuhan aku deg degan. Aku mencintaimu David .ihh apaan sih. oh ya ada yang melihat gak sih? ihhhhh


Mengapa lama sekali sih David? apa yang dia butuhkan sehingga memanggil katrina ya? tanyaku dalam hati


"David kau dari mana?"


"Tidak ada cuma membereskan masalah kecil"


Mataku tertuju pada Katrina yang mulai balik ketempat duduknya bersama Anita dan Kila.


Wajahnya merah merona dan girang


David kau sedang apakan dia mengapa wajahmya merah merona begitu?


"Gendut mengapa melihat David sih? terus David malah ikut memperhatikanmu?" tanya Anita


"Ehh tidak!" senyum malu-malu di wajahnya


"Aneh sekali kau gendut tadi David ngomongin apaan sih?


"Kepo banget sih?" Katrina terus memandang David


"Sudah ayo pesan makanan" ucap Kila


Setelah selasai makan ibu kantin mendekat dan meminta tagihannya. Aku membayar 20.000 makananku dan David membayar 30.000 untuk makanannya setelah kami membayar tampaknya David memanggil kembali ibu kantin tersebut.


"Ibu berapa tagihan gadis yang gemuk di sudut itu sambil menunjuk arah Katrina"


"mereka semua nak?'


"Tidak bu khusus wanita gemuk itu!"


"Oh 35.000 nak"


'ini uangnya buk" sambil mengambil di saku celana dan memberikan kepada ibu kantin


Aku dan David tidak buru-buru bangkit. lalu ibu kantin tersebut mendatangi meja kak Katrina.


"Berapa tagihanku bu" tanya Kila


"25.000 nak, kamu juga ya nak kan sama tuh pesanannya" sambil melihat wajah Anita


"Aku buk berapa 35.000 ya buk"


"Kamu tidak usah nak sudah ada yang bayar sepertinya pacarmu" senyum buk kantin


"Yang mana buk?'


ibu Kantin menunjuk Arah kepada David


"Itu nak orangnya yang sudah membayar." senyum ibu itu


"Cieeee jadi tadi kalian kesana ngapain sih gendut? kamu sudah punya pacar ya. ledek Kila


"Apa apaan sih kalian ya belum lah" wajah malu-malu Katrina

__ADS_1


"itu kan David yang pernah kamu bilang kencan denganmu. Cieee kamu nyembunyikan sesuatu nih dari sahabatmu."


Jangan bilang cieee dong aku kan malu, belum pernah aku diledekin begini karena punya pacar. Tunggu dulu apa dia pacarku atau bukan sih.


__ADS_2