
Keesokan paginya aku pergi ke sekolah dengan mengendarai sepeda. Aku menggoes pedal sepeda dengan cepatnya. Tiba lah aku di sekolah. Ku parkirkan sepedaku di parkiran sekolah. Aku memdengar kak Katrina sedang dibuly.
"Gendut, bagaimana udah dapat gebetan?" tanya Moni sinis
"ehh belum" jawab kak Katrina menggigit bibirnya dan menggelengkan kepalanya
kak Laura datang seketika "Sudah lah teman-teman tidak ada yang mau sama si gendut ini. hahaha." Tawa kak Laura bahagia
"Gendut!" Kak Juni menyiram jus yang ada ditangannya ke wajah kak Katrina
Kurang ajar kalian, nyali masih keroyokan saja udah songong kalian. Aku menggepal tanganku geram tetapi aku tidak jadi ikut membela kak Katrina karena David sepertinya menyaksikan kejadian itu dan wajahnya sangat kesal
"Waduhh basah nih. hahaha" tawa kak Laura
"kalian jahat padaku. Apa salahku?" sambil meneteskan air mata karena tidak kuat membendung air mata yang sejak dari tadi ingin menghujani pipinya. "Masalahnya kau gendut. Hahaha" gelak tawa kak Laura, kak Moni dan kak Juni sambil menusuk-nusuk perut kak Katrina dengan tulunjuk mereka.
"Hentikaaaaan!" teriak David dengan wajah yang marah
"David mengapa berteriak begitu" Jawab kak Moni manja. "Jangan menganggunya!" David menjawab dengan nada tinggi dengan wajah yang terlihat kesal. Kak Laura sewot dengan mata sinisnya "Kalau kami mau menganggunya memangnya kenapa hah? sambil menggertak kakinya. "si gemuk ini pacarku. Kalau kalian mengganggunya habis kalian ku buat!" sambil mengepal tangannya dan kak Katrina mendekati David dan melingkarkan tangannya di lengan David. "Apa!" Kak juni, kak Moni dan kak Laura terkejut melihat pengakuan David. Seketika kak Katrina tersenyum puas melihat pengakuan David "Moni, Aku sudah punya pacar jadi tantanganmu sudah ku menangkan ya."
Sial, kok bisa si gendut ini pacaran sama David? Mana David tampan sekali. Moni
"David kau bodoh atau gila hah? Lihat tubuhnya gendut begitu, masa kamu mau sama dia. Mending cari yang lain, aku misalnya." Ucap kak Moni tersenyum yang dibuat-buat
Beraninya dia menyodorkan dirinya untukku. Dasar wanita murahan. Batin David
"Hei minggir kalian para jomblo, jangan ganggu pacarku. Memangnya kalian tidak punya pekerjaan apa!" ucap David marah
__ADS_1
"Idihhhhh" jawab kak Moni sinis
Lihat saja nanti gendut , aku akan merebut David darimu.
"Ayo sayang kita pergi dari sini!" Ajak kak Katrina dengan senyum manis manja. Kemudian mereka melangkah menjauhi para pembuly itu dan kak Katrina menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya menggejek.
"Kok David mau sih sama Katrina?" Tanya kak Juni penasaran. "Baru pertama kali kita dipermalukan oleh Katrina." Marah Moni. "Ini semua karena adek kelas yang sok jago itu" jawab kak Laura.
David membawa kak Katrina ke taman sekolah "Kamu basah ya gemuk?" senyum David
Udah tahu basah masih ditanya, heh sebel. Bukannya menolong dari tadi. Karena kamu lama jadi basah deh. gumam Katrina dalam hati.
"Iya, Terima kasih telah menolongku" senyum manja kak Katrina. David membuka jaketnya dan memakaikannya pada kak Katrina. "Bersihkan dirimu dikamar mandi sana!" David mulai beranjak pergi dari hadapan kak Katrina.
Cuma gitu aja, mana romantisannya! Dia masih saja gengsian pada diriku ini.
"Riki, sejak kapan kau disitu?" tanya David heran. "Tidak, tidak! Aku hanya lewat"
"Jangan bohong!" wajah David kesal
"Iya tadi aku hanya lewat Vid, lagian ini tempat umum"
Aku dan David masuk kelas bersamaan. Dan bel berdering tanda mulai pelajaran.
"Vid kita belum memilih sekretaris dan bendahara kelas" ucapku padanya
"iya benar siapa kira-kira yang cocok menurutmu?"
__ADS_1
"Aku rasa Rara cocok jadi sekretaris dan Nia cocok jadi bendahara" Aku mencoba memberi saran.
"Baiklah aku setuju pilihanmu. Sepertinya mereka cocok Ki, jika mereka tidak menjalankan tugasnya dengan benar kita akan mencopot jabatannya" ucap David tegas
Di kelas Katrina
*itu seperti jeket David, mengapa dipakai Katrina? gumam kak Sarah dalam hati
Itu kan jaket anak payah itu, kenapa bisa sama si gembrot itu? gumam Adrian dalam hati*
"Katrina itu jaket siapa yang kau pakai" tanya Kila teman sebangku Katrina
"Jaket David Kil, tadi aku di bully Moni, Juni, dan Laura. Mereka menyiramku dengan jus karena David khawatir aku kedinginan, jadi dia memberi jaketnya padaku."
Gendut gak mengada-ngada kan? kok David perhatian gitu sama Katrina. batin Kila
"Kok dia mau ngasihnya padamu, memangnya kau siapanya dia?" tanya Kila heran
Gak mungkin aku bilang ke Kila bahwa aku ini pacarnya. Bisa-bisa aku malu nantinya dan pasti mereka mengira aku halu. Gumam Katrina
"Bukan siapa-siapanya kok, dia laki-laki baik. Kalau orang baik pasti berbuat baik tanpa melihat kenal dekat atau hanya sekedar kenal ya kan?" meyakinkan Kila
Aneh...! belakangan ini aku sering melihat David mendekati Katrina. Apa David yang bodoh atau asap dukun Katrina yang hebat karena selama ini tidak ada satu pria pun yang mau mendekati Katrina. Terus yang mendekati Katrina adalah David yang sangat tampan. ini Aneh, benar-benar Aneh
Baru kali ini aku dipermalukan Katrina. hu.... kesalnya aku. Lihat saja David! aku akan memilikimu dan membuat Katrina menangis darah di depanku. hahaha. suara tawa kak Moni terdengar oleh Juni dan Laura.
"Moni kau kenapa? mengapa tertawa sendiri" tanya kak Juni heran
__ADS_1
"Sudah gila ku rasa" jawab kak Laura meledek
"Diam kalian, kalian ingat gak sih David mengatain kita jomblo. Aku tersentak sakit loh. Sakit tapi tidak berdarah. huhuhu" rengek Moni pura-pura nangis. "iya sebel aku kan jomblo, aku baru putus semalam. Ucap kak Juni menambah kesedihan. "Hahaha kalian memang jomblo beda denganku yang sudah punya pacar" seketika kak Juni dan kak Moni melotot menatap kak Laura. "Ihh sok hebat! Pacarmu itu milik Sarah terlebih dahulu. Cowok playboy kau pacari" geram Moni. "Diam lah kalian para jomblo" geram kak Laura. "heh berhenti mengapa kita bertengkar. Ini semua salah Katrina. Ayo teman-teman hancurkan hubungan si gemuk itu" geram kak Juni dengan semangat 45. "Aku yang akan memiliki David seutuhnya." Kak moni sangat bersemangat setelah mengatakan hal itu. Aku setuju" jawab kak Laura dan Kak Juni serentak