
Aku merasa kesal atas penghinaan kepala sekolah tersebut aku duduk di bangku sekolah dan mulai memperhatikan guru menerangkan pelajaran. David masih mengetahui perasaan kekesalanku pada kepala sekolah tersebut. Setelah guru memberikan pelajaran bel istirahat berbunyi aku dan David ke kantin walaupun perasaanku masih sangat kesal.
"Boleh berbagabung disini?" tanya Katrina yang kebetulan ke kantin tanpa temannya.
"Boleh kak" ucapku kemudian kak Katrina menarik kursi dan duduk bersama kami.
kami memesan makan di kantin sekolah setelah ibu kantin menghantarkan pesanan kami. Kami langsung menyantapnya. Suasana kantin sangat berisik terdengar canda gurau dari siswa dan siswi. Kemudian aku melihat kak Lia, kak Yuni dan kak Tika duduk di kursi dengan jarak kurang lebih setengah meter dari meja kami.
"Tika, Yuni kamu tahu tidak berita hangat di sekolah ini?" ucap Lia membuat Tika dan Yuni penasaran kami yang lumayan dekat dengan mereka tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka dan ikut penasaran juga.
"Halah, paling kemenangan Riki dan David kemudian Adrian di permalukan. Itu sudah basi seluruh warga sekolah SMA International School juga sudah tahu." ucap Tika merasa apa yang dikatakannya benar
"Dengarkan dulu!" Lia mencubit pipi Tika yang sok tahu.
"Apa? Apa?" tanya Yuni polos
"Jangan bilang kau sudah jadiaan dengan Franz?" tanya Tika cekikian
"Bukan itu makanya dengerin dulu kenapa!' kesal Lia
"Tika bisa diam tidak aku sudah penasaran" marah Yuni
"Papa aku itu bertemu sama rekan bisnisnya."
"Terus apa hubungannya dengan kita?" potong Tika yang membuat Lia dan Yuni geram
__ADS_1
"Yuk tinggalin Tika disini sebal aku, aku sudah ingin tahu malah Tika gitu." kesal Yuni
"Iya, iya aku diam" Tika cemberut masam
"Rekan bisnisnya itu udah membeli rumah besar milik orang terkaya di kota ini sebelum Pak Hardi yaitu pak Tomo."
"Terus, terus?" rasa keingintahuan Yuni makin menggebu
"Dan dia juga sudah membeli sekolah SMA International School secara diam-diam."
"Apa?" kak Katrina menutup mulutnya kembali setelah mengucapkan kalimat tersebut malunya bukan main.
"Katrina kamu menguping ya?" tanya Lia
"hehe iya kak, gemuk ini kalau berbicara tidak terkontrol kak. Maaf telah menganggu kak" senyum David membuat Lia luluh dan melupakan masalah tadi. Lia melanjutkan tentang ceritanya kepada kedua sahabatnya
"Teman papaku itu namanya Anton, dia orang yang sangat kaya raya dia juga membeli 100 hektar tanah di kota ini."
"Oh sama sekali tidak asyik, kekayaan orang yang kau bicarakan ternyata. Aku muak!" ucap Yuni kesal karena Lia cuma menceritakan kekayaan ya pada dasarnya disini orang kaya semua hanya beberapa yang kurang mampu.
"Bukan itu saja Yuni dengarkan dulu! Pak Anton punya anak namanya Dika. Dia akan sekolah disini dalam waktu dekat. Si Dika itu pembenci Wanita." ucap Lia serius
"Hedeh belu. habis dengan Adrian yang sok berkuasa malah datang lagi Dika pembenci wanita. Aku benci sekolah ini!" marah Yuni
"Intinya begini teman-temanku, kalian harus berhati-hati. Jika Adrian itu sudah lemah sekarang bisa dikalahkan Riki namun, si Dika ini belum tentu bisa dikalahkan Riki bahkan harta kekayaan Adrian tidak ada apa-apanya di bandingkan Dika."
__ADS_1
Mendengar perkataan kak Lia suasana menjadi mencekam termasuk diriku ini.
Siapa dika itu? Batinku
"Maksudmu apa berkata seperti itu Lia?" teriak Adrian yang ternyata mendengar perkataan kak Lia
"Heh Adrian bersikap sopan lah pada kakak kelasmu." marah Lia
"Siapa Dika itu?" Adrian memukul meja membuat Yuni, Tika, Lia terkejut dan tersentak.
"Anak teman papaku, dia anak orang kaya di kota ini, sekarang orang terkaya bukan dirimu lagi Adrian. Dalam waktu dekat dia akan sekolah disini."
"Bagus ada permainan baru" ucap Adrian licik
"kamu masih berani mengatakan seperti itu padahal kamu juga terancam" ucap Lia menakuti Adrian namun, Adrian tidak takut dan kembali mengancam.
"Dia pembenci wanita kan? Bukan pembenci pria jadi dimananya aku terancam?" tanya Adrian melirik kearah Lia dengan tatapan mencekam.
"Mengapa dia sekolah disini kalau dia membenci wanita? Kenapa dia tidak sekolah pesantren atau sekolah khusus pria yang tidak ada wanitanya?" tanyaku memberanikan diri
"Ntahlah mungkin dia mau balas dendam dengan wanita. Dia orangnya pendendam waspadalah."
"Kau yang seharusnya waspada Lia, kau kan wanita, bodoh!" teriak Adrian sambil memukul meja membuat semua orang terkejut karena pukulannya sangat kuat.
Bel masuk berbunyi siswa siswi berhamburan masuk ke kelas masing-masing. aku yang menuju kelas masih bertanya tanya dalam hati. Siapa Dika sebenarnya?
__ADS_1