Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Melaporkan Pada Kepala Sekolah


__ADS_3

Kak Sarah keluar dengan wajah masamnya kemudian dia bertemu Adrian


"Sayang aku boleh nanya tidak?" tanya kak Sarah manja. "Iya mau nanya apa?"


"Kamu ya yang memukul Riki sampai babak belur?" tanya kak Sarah manja namun masih penasaran. "Tidak" Adrian mencium rambut kak Sarah. "Kamu tidak bohong kan?" Seketika Adrian marah "Kamu lebih percaya dia atau aku. Bukannya kamu melarangku bertengkar dengan siapapun tapi kenapa kau memfitnahku?"


Kenapa Adrian jadi sekasar ini padaku? Aku kan nanya baik-baik. Kak Sarah


"Pergilah dari sini kalau kau tidak percaya padaku?" kesal Adrian. "Aku percaya padamu kok" senyum kak Sarah. Kemudian Adrian tersenyum licik.


David dan kak Dini membawaku keruang kepala sekolah mereka membawaku dengan membantuku berjalan. Aku berjalan sangat lemas dan terseok-seok menahan sakit penyiksaan anak-anak gila itu. Kami memasuki ruang kepala sekolah.


"Permisi pak! ucap David sopan


"Ada apa nak?" kepala sekolah melirik kami, kemudian ia menutup laptopnya dan mulai menatap kami. "Pak! kami mau melaporkan penyiksaan terhadap teman kami Riki." Kepala sekolah hanya menjawab hem dan kembali membuka laptopnya dan merasa malas berbicara pada kami. "Pak! bisa tidak sih peduli sedikit pada teman kami ini, ini kejahatan luar biasa pak." David menjawab kesal karena kepala sekolah sama sekali tidak peduli. "Sudah lah David, kita pergi saja dari sini kepala sekolah kita yang tua bangka ini telinganya sudah tuli! dia hanya mau mendengar para penjilatnya saja. Kita kan hanya murid biasa" kak Dini menarik tangan David, seketika kepala sekolah melirik kami. "Memangnya siapa yang menyiksa anak itu?" tanya kepala sekolah pura-pura perduli. "Adrian" suara David menggelegar. "Tidak mungkin Adrian, semalam Adrian dan anak itu datang kesini membawa brosur perlombaan. Adrian dan anak itu sangat akrab. Kalian jangan coba memfitnah ketua osis kalian itu." teriak kepala sekolah. "Pak pelakunya benar-benar Adrian pak" Kepala sekolah geram. "Memangnya kalian punya bukti?

__ADS_1


Cukup pintar juga penjilat itu, dia mengelabuhi semua orang termasuk kepala sekolah. David


David dan kak Dini menggelengkan kepala karena tidak punya bukti. Mereka hanya percaya padaku. Dan sebenarnya aku memang layak untuk di percaya karena David paham betul karakter kakaknya itu.


"Kalian tidak punya bukti kan? jangan membuang waktuku. cepat keluar kalian dari ruanganku!" Kepala sekolah marah dengan intonasi yang kuat suaranya memenuhi ruangannya.


Menganggu orang saja, dasar murid tidak berguna. Aku sangat malas memperoses masalah seperti itu. gumam Kepala sekolah


David, aku dan kak Dini keluar ruangan kepala sekolah dengan lesu. Bagaimana tidak, kami sama sekali tidak dapat keadilan. Kemudian kami malah berjumpa ketua osis yang sok jagoan itu.


Darimana dia tahu? David bertanya-tanya dalan hati


"iya, kenapa rupanya?" jawab kak Dini marah. "Bodoh kalian, memangnya dia mau mengurusin masalah seperti ini?" gelak tawa Adrian. "Semalam aku bersama Riki keruangan kepala sekolah untuk mendaftarkan diri ke perlombaan tersebut, kami sangat terlihat akrab bahkan aku memuji Riki punya kemampuan. Kepala sekolah tidak akan percaya aku yang memukul Riki. hahaha" tawa licik Adrian. "Benarkah itu Ki? kenapa kau mau ikut bersamanya?" teriak David kesal. "Maafkan aku Vid, aku dipaksa. Bukannya kamu yang menyuruhku untuk menerima tantangan dia?"


Sial.. Adrian kau pandai sekali dalam memanipulasi kejadian

__ADS_1


"Aku benar-benar pintar bukan, aku menyusun rencana secara rapi agar kepala sekolah tidak percaya pada kalian hahaha"


Kau tertawa begitu menjadi makin menjijikkan. batinku


"Adrian kau memang pintar dalam hal memukulku dan menyusun rencana agar tidak ketahuan oleh kepala sekolah" ucapku memuji


"Tentu saja, aku sangat pintar" Adrian memuji dirinya sendiri. "Tapi Adrian orang yang kau siksa tidak sebodoh yang kau pikir" ucapku membinggungkan. "Maksudmu apa? tanya Adrian binggung. "Lihat di balik dinding itu" Aku menunjuk dinding putih dimana kak Sarah bersembunyi memata-matain Adrian.


"Bagaimana kak sudah nampak pacarmu?"


senyumku menebar. David dan kak Dini bingung mengapa mereka tidak menyadari ada kak Sarah disitu. "aku melihat jelas, tadi David dan kak Dini berusaha meyakinkan kepala sekolah kalau kau lah pelakunya. Namun, dia tidak percaya, aku melihat kau mengintip kami dari jendela. Seketika aku mengirim pesan pada kak Sarah. Matamu hanya melihat


kak Dini dan David. Akan tetapi kau tidak melihatku sedang mengirim pesan. Kak Sarah langsung mengintaimu membuktikan siapa yang salah. duaar dia mengetahuinya. Kejutaaaaaan" senyumku menampar ke sombonga Adrian


Sial dia menyusun rapi rencananya, ini adalah lawan sepadan untukku aku harus lebih hati-hati lagi.

__ADS_1


"Adrian kau bohong padaku" kak Sarah keluar dari persembunyiannya "Bukan begitu sayang aku tidak bermaksud begitu, aku hanya termakan api cemburu." kak Sarah kesal dia lari dan meninggalkan kami. Aku berharap kak Sarah memutuskan hubungannya dengan Adrian. itu sangat membuatku bahagia.


__ADS_2