Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Rahasia Franz


__ADS_3

Keesokan paginya murid-murid berkumpul tidak seperti biasanya. Aku celingak-celinguk bingung dengan David yang di sampingku.


"Adrian! jangan dekati adikku" Franz marah dan memukul habis-habisan Adrian "Memangnya mengapa? kami saling mencintai" Franz memegang kerah Adrian. "Kau laki-laki brengsek, pengecut, aku tidak mau kau mendekati adikku." Laura datang dan memecah keributan. "Kak hentikan, jangan pukul Adrian." Laura menangis melihat ulah kakaknya yang menyakiti pacarnya. "Aku tidak akan menyakiti laki-laki brengsek ini kalau kau menjahuinya" teriak Franz marah. "Tidak kak aku sayang padanya." Adrian tersenyum licik dia merasa menang dalam hal ini, wanita manapun bisa dia miliki. "Kau sudah gila, pria ini brengsek dek! kau pikir dia sayang padamu?" Laura menangis, air matanya menghujani pipinya. "Aku yakin dia sayang padaku kak!" Franz ingin menampar adikknya namun dengan segera aku cegah Franz sepupuku. "Kak, bukan seperti ini caranya!" Laura kesal dengan kehadiranku "Kau pergi sana, tidak usah ikut campur!" Franz makin tidak terkendali "Diam kau Laura aku muak melihatmu membentak Riki." Franz masih sangat marah "Pergi kalian para penonton gratis, ini bukan tontonan buat kalian." Teriak Franz dengan marah. Dengan segera murid-murid membubarkan diri. "ingat ya Adrian jika kau mendekati adikku, habis kau ku buat. Selama ini aku diam melihat tikahmu, tapi kali ini kau keterlaluan".


Yuni mendekat pada Lia yang tidak menyaksikan dari awal sedangkan Lia sudah dari awal menyaksikan pristiwa menegangkan tersebut. "Lia apa yang terjadi?" Lia menarik tangan Yuni menjauh dari keramaian "Laura dan Adrian berpacaran sangat tidak senonoh" Yuni kaget "iya kah?" Lia mengangukkan kepalanya. "hal tersebut dilihat kakaknya, kemudian kakaknya sangat emosi dan meluapkan emosinya pada Adrian." Yuni makin penasaran. "Ah yang benar itu?" Lia kesal dan cemberut " Kau meragukan kemampuanku, aku orang yang selalu tahu gosip terkini dan terhangat" Yuni makin penasaran. "Oh ya, Franz kan belum punya pacar?" Lia mengangkat alisnya "Memangnya kenapa?" Yuni mulai senyum-senyum. "Dia keren juga ya" Lia menepuk jidat "Semua cowok ganteng disini kau sukai tapi satu pun tidak kau dapatkan, dasar jomblo" Yuni malah tertawa "Lia yang cantik dan tidak sombong, kau tidak tersindir dengan kata-katamu itu? kau juga jomblo loh." Lia malah cemberut "heh diam! aku sebentar lagi bakal punya pacar." kemudian Tika datang "hus, hus, hus kalian mau tahu gosip terhangat? ucap Tika. Lia merasa malas berbicara "Pasti gosip bertengkarnya Franz dan Adrian?" Tika kesal dan sedikit heboh "Bukan, makanya dengar dulu" Yuni diam dan mulai mendengarkan pembicaran."Apa? Apa? cepat katakan." Tika tersenyum lucu melihat temannya yang mulai ingin tahu. "Nungguin ya?" Lia mulai geram "Tika, kau mau ku jambak, cepat katakan!"


"Franz itu suka sama prempuan satu kelasnya" Yuni dan Lia kaget dan serentak berkata "Apa!" Yuni tersenyum gila "Pasti aku"

__ADS_1


Tika tertawa "Percaya diri kali kamu? Yuni mengibaskan rambutnya " Aku kan cantik" senyum-senyum Yuni. "klu nya itu, wanita yang suka gosip" Lia berbinar karena dari klunya menunjukkan dirinya. Namun Yuni tetap merasa dirinya yang disukai Franz "Aku suka gosip loh" Tika makin geli melihat temannya. "Itu sih yang ku tahu" Lia makin penasaran "Kau tau dari mana? Tika mengernyitkan dahinya "dari sahabatnya Irfan. Dia pernah cerita suka sama wanita tersebut, tapi wanita itu cuek dan hobi bergosip." Yuni mulai senyum-senyum malu "Orang sedingin Franz, curhat? yang benar saja" ucap Lia tidak percaya. "Lia yang imut dan sok tahu, dia kan manusia ya mungkin saja dia curhat" Yuni mencubit pipi Lia. "Uuh temanku ini gemesin deh" Lia memegang pipinya "Sakit tahu" cemberut Lia. "Eeh itu Irfan, ayo kita hadang dia dan cari tahu rahasia Franz" sambil menunjuk Irfan yang mulai jalan kehadapan mereka.


Mereka ngapain di depanku?


"Kalian minggir napa! aku mau lewat" Lia, Yuni, dan Tika menyilangkan tangannya "Irfan kami membutuhkanmu" ucap Lia "butuh apa?"


Pantas saja Lia tahu segalanya ternyata ini caranya hahaha. Tika cekikian dalam hati

__ADS_1


"Aku tidak tahu!" Lia makin marah "Bohong! kau mau kami siram air paret. "Sudah lah Lia aku sudah tahu jawabannya pasti aku" ucap Yuni percaya diri. "Ayo katakan!" Irfan menggigit bibirnya "Diantara kalian bertiga" Yuni makin bahagia "Pasti aku" sambil mengibaskan rambutnya. "heh kau terlalu percaya diri Yuni bukan kamu tapi Lia"


Aduh gawat! mulut mengapa keceplosan begini kalau Franz tahu tamat riwayatku.


"Apa? aku?" Lia mulai senyum-senyum manis dan pipinya merona merah. Kemudian Franz datang dengan tiba-tiba "memangnya apa yang ada di otakmu itu? aku suka kamu aja kau tidak tahu" Franz melepaskan Irfan dari tali kemudian pergi meninggalkan mereka.


"makanya kerjaan itu jangan gosip aja, Franz suka padamu aja kau tidak tahu" Tika makin tertawa lepas namun Yuni mendadak lesu

__ADS_1


Lia kau bodoh sekali, gosip tentang orang lain kau tahu tapi perasaan Franz padamu kau tidak tahu sama sekali.


__ADS_2