
Aku duduk di bangku yang terbuat dari bambu membersihkan lukaku dengan kain. Kak Sarah menghampiriku dia berjalan lemah lembut "baru pulang kak?" senyumku menebar. "iya dek, loh kenapa dengan tubuhmu? mengapa memamar begitu?". Aku tersenyum dan meringis "tidak masalah kak aku baik-baik saja." kak Sarah terlihat kesal
"apanya yang tidak masalah lihat tuh lukamu sangat parah. Ayo kita kedokter" aku tersenyum untuk meredamkan kesal kak Sarah. "Tidak usah kedokter kak cukup kakak aja yang mengobatinya." kak Sarah berenung berpikir. "Oh ya tunggu sebentar aku ada obat jangan kemana-mana?" Kak salah berlari sekencang mungkin agar cepat segera mengobati
Kak Sarah perhatian banget samaku. Ya tuhan mengapa berdebar begini sebaiknya kakak membawaku kedokter dan memeriksakan hatiku mengapa bisa berdebar setiap kali melihat kak Sarah.
Kak Sarah datang kembali memutus lamunanku "hei dek mengapa melamun?" Kak Sarah menebar senyum. Senyumnya lembut selembut sutra. "Tidak kak hanya menahan sakit
Tadi katanya tidak masalah aku baik-baik saja ternyata dia menahan sakit dasar laki-laki sok kuat.
"Sini biarku obatin lukamu" aku tertunduk ragu memberikan tanganku "Ayo berikan tanganmu" Kak Sarah mengobatiku sangat lembut dia sepertinya sudah biasa. Sesekali ku lihat wajahnya yang mungil dan imut itu. Rambutnya yang lurus terkena angin membuatnya terlihat cantik jelita. Matanya yang indah, bibir mungil merah merona tanpa lipstik, garis hidung mancungnya, kulit putih mulus menambah kecantikannya.
"Dek apa yang terjadi sehingga kamu mengalami ini semua." Aku terdiam, aku tidak ingin dia tahu bahwa pelakunya adalah pacarnya sendiri. "Jawab dong dek, kamu tuh diam saja ya". "maa, maaf kak aku tidak ingin menceritakannya". Kak Sarah tampak marah dan kesal
Payah sekali dia tinggal bilan saja pun susah kali. hemm mendengus marah dan kesal
Kak Sarah menginjak kaki ku dengan sangat kuat mwmbuatku mengaduh.
__ADS_1
Kalau marah ya marah saja kau dan pacarmu sama . Sama-sama saja menyakitiku. huh..
"Ayo lah dek katakan siapa yang melakukan ini semua." Karena kesalnya aku tidak sengaja keceplosan "Pacarmu, upps .menutup mulutku
Sial mengapa jadi keceplosan sih
Kak Sarah menganggukkan kepala "Oh pacarku" seketika kak Sarah tersentak "apa pacarku!" Aku tertunduk malu melihat gelagat kak Sarah yang sangat menggemaskan.
Sarah dengan sigap mengambil ponselnya menelpon Adrian pacarnya.
"Halo sayang"
"apa apaan sih. mengendus kesal
"aku sangat kangen padamu. Kak Sarah mengggeram kesal ingin melupkan amarah
"Sayang mengapa kau memukuli Riki hingga babak belur?"
__ADS_1
"Sayang muaah jangan percaya padanya kamu sangat cantik hari ini kan".
"Hentikan gombalanmu. Aku sangat yakin kamu pelakunya. Adrian jika kamu menganggu Riki lagi hubungan kita akan berakhir."
"Sayang kamu lebih percaya orang ketiga yang cengeng itu ketimbang aku orang yang sayang padamu".
Kak Sarah menutup telponnya. Kak Sarah pergi meninggalkanku setelah selesai mengobatiku. Dia sepertinya sangat marah dan kesal.
Kak Sarah jangan jangan tampilkan wajah seperti itu, Aku semakin menyukaimu.
,,,,,,
Kak Sarah masuk kedalam kamar
Hemm kalian laki-laki sama saja hobinya berantam. Riki sebaiknya kau jangan seperti itu selalu saja menyembunyikan lukamu.
Kak Sarah melihat poto yang terletak dimeja kamarnya. mengambilnya dan memeluk dengan erat sesekali dia menciumnya
__ADS_1
Maafkan aku talah kasar padamu tadi, sebebarnya aku tidak mau marah padamu, aku takut rasa cemburumu membuatmu menjadi tidak waras maaf telah mengancammu.
Kak Sarah mencium kembali poto dirinya dan kak Adrian. Hati Sarah masih terukir indah nama Adrian