
Pagi hari cuara sedikit terik dan cahaya matahari mulai menyinari bumi, akan tetapi cuaca masih sejuk, dedaunan mulai kehilangan air embunnya. Sinarnya menghangatkan pagiku, aku mengendarai sepeda menuju sekolah. Aku melihat lalu lalang manusia yang sedang beraktivitas. Tidak terasa aku sampai di sekolah. Aku berjalan menuju kelas. Aku melihat David yang sedang duduk bersama kak Moni. Aku mengendap endap menguping pembicaraan mereka.
"David, kau pacar Katrina?" tanya kak Moni memastikan. "Kak, aku paling tidak suka ada yang bertanya masalah pribadiku" jawab David dengan dingin. "Kenapa?" David mendengus kesal "Kak, apa untungnya kakak menanyakan itu?" David terlihat kesal dan sedikit geram karena pertanyaan Moni membuat dia tidak nyaman. "Dek ada noda hitam di pipimu, sini biar ku bersihkan!" Moni berbohong dengan sorot mata liciknya karena melihat Katrina yang melihat mereka duduk berdua.
Moni kenapa pegang-pegang pipi David sih? dan David kok mau dipegang-pegang gitu. Dasar penghianat.
Katrina kesal melihat adegan tersebut. Padahal dia tidak tahu adegan dari awal sebenarnya seperti apa. Katrina kemudian lari ke taman. Dia tidak sanggup melihat semuanya. Moni menyentuh pipi David, memegang tangan David, hal itu membuat hatinya teriris.
Sakit tahu di giniin
Katrina tidak sangup menahan gejolak rasa cemburunya yang begitu besar, air mata yang dia tahan mulai jatuh membasahi pipinya.
"Sudah lah kak Moni, aku akan membersihkan sendiri"
Rencana selesai. David, aku akan memilikimu seutuhnya. Aku tidak mau kalah dari Katrina yang gendut itu. Hahaha. Tawa moni merasa menang dalam kejadian ini.
David ingin menuju kelas kemudian aku menghalanginya dan ku jelaskan sesuatu mengenai kak Katrina.
"Vid, kak Katrina nangis tuh" sambil menunjuk taman tempat dimana dia menangis. "Biarkan saja" ucap David santai. "Dia menangis melihatmu berduaan dengan kak Moni." David mulai panik "Apa?" David mulai kesal dan langsung menyusul Katrina.
"hei gemuk, mengapa menangis disini?" tanya David dengan senyuman manis. "Memangnya kenapa? terserahku lah mau menangis disini" jawab Katrina cuek." Kemudian David duduk disebelah Katrina dan menatapnya. "Apa sih lihat-lihat, aku gak suka ya dilihatin kalau lagi rapuh" Katrina mulai sebal melihat David yang di sampingnya. "Tidak, aku tidak melihatmu, jangan geer lah" ucap David berbohong
__ADS_1
Sudah jelas-jelas dia melihatku. Masih saja tidak mau mengaku.
"Kamu itu kenapa sih jahat banget samaku?" tanya Katrina sambil menghapus air matanya. "Jahat, memangnya kejahatan apa yang ku lakukan padamu?" tanya David bingung. "intinya kamu itu jahat, sudah sana pergi. Aku mau nangis lagi" Katrina mengusir David walaupun sebenarnya tidak rela sedangkan David bertanya-tanya dalam hati dan masih bingung. "Yaudah aku pergi aja" Katrina cemberut masam "Kok mau pergi?" David makin bingung "Tadi kamu nyuruh aku pergi" Katrina makin kesal "Tidak, aku tidak menyuruhmu pergi" Dia memanyunkan mulutnya, membuat ekspresi cemberut dan sedih.
Dasar aneh, kalau tidak rela aku pergi kenapa menyuruhku pergi. Geram David dalam hati
"Kamu itu jahat tau gak sih?" David menggaruk kepalanya bingung. "Kejahatan apa yang ku lakukan padamu?"
"Kau penghianat, sudah sana pergi dan lanjutkan bermesraan dengan Moni."
Tadi dia menyuruhku pergi lalu melarangku pergi, sekarang malah menyuruhku pergi lagi. Sudah gila ku rasa. dan dia mengatakan aku penghianat. Memangnya aku selingkuh?
Sakit tahu gemuk, orang gemuk kalau mukul sakit juga ya. Hahaha. Gelak tawa David dalam hati, David kemudian menguasai dirinya.
"Gemuk, sakit tahu setelah kau pukul" Ucap David kesal. "Maaf, aku terbawa emosi"
karena cemburu aku menyakiti David. Katrina kendalikan dirimu, bagaimana kalau dia terluka, kau memukulnya kuat sekali. Batin Katrina.
"Katakan apa kejahatanku padamu!" ucap David penasaran. "Kamu anggap aku itu apa?'
Katrina meminta kejelasan statusnya. "Kakak kelas" Terus kenapa mau membungkam mulut pembuly itu dengan kau mengatakan bahwa dirimu pacarku, itu maksudmu apa?" Tanya Katrina kesal dan masih terdengar isak tangisnya. "Aku tidak suka kakak di bully dengan mereka. Mereka tidak boleh menyakitimu kak" Ucap David sopan memanggil kakak biasanya dia memanggil gemuk. "Justru kamu yang nyakitin aku" ucap Katrina lirih. "Nyakitin bagaimana kak?" David masih bingung. "Untuk apa kau baik padaku? untuk apa kau menolongku? untuk apa kau menyuruhku menganggapmu sebagai pacar? untuk apa David? Aku sudah biasa dibully begitu. Tapi kali ini aku benar-benar sakit sekali. Kalau kau dekat dengan Moni. Kalian duduk berdua bermesraan begitu, kalau kau suka pada Moni bagaimana? Nanti, kamu bakalan ninggalin aku dan lupain aku. Aku belum pernah merasakan semarah ini pada laki-laki manapun. Aku itu sayang sama kamu." Ucap Katrina sedih kemudian mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya. "Kakak sayang padaku? kok bisa?" Tanya David bingung kemudian membantu Katriana menghapus air mata dengan sapu tangannya.
__ADS_1
Dasar bodoh
"Aku juga tidak tahu bisa sayang padamu, memangnya aku rencanakan?" tanya Katrina kesal. David malah tertawa lucu melihat Katrina yang kesal. "Ya sudah kalau kakak sayang padaku, aku tidak keberatan."
Bukan begitu maksudku, setidaknya kamu balas dong rasa sayangku samamu. Gerutu Katrina dalam hati.
"Ya sudah, susah ya ngomong samamu yang gak peka" kesal Katrina yang masih cemberut. "Kalau aku sayang sama kakak bagaimana?" suara David pelan dan lembut. Sontak Katrina kaget "Ha!" David malah sempat-sempatnya tertawa keras. "Gemuk apa sih yang kamu kagetkan, sudah jangan nangis lagi nanti kamu tambah gemuk." David mencoba menenangkan Katrina yang masih bergejolak dengan candaan lucunya.
"Jangan panggil gemuk kenapa!" geram Katrina. "Memangnya kenapa? " Katrina kesal dan marah. "Kau selalu memaksaku untuk memanggilmu sayang, sekarang gantian. Panggil aku sayang mulai dari sekarang!"
Karena cemburu aku dapat keberanian besar, terima kasih cemburu kau membantuku.
Si gemuk ini kalau lagi cemburu keberaniannya sangat besar sekali, biasanya dia mana berani memukulku seperti tadi dan menyuruhku memanggilnya sayang. Pikir David.
"Gemuk, kalau aku tidak mau kenapa rupanya" kesal David dengan menggelengkan kepalanya. "aaaaaa, berhenti memanggilku gemuk!" David menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kuat. "iya sayang, jangan sedih lagi ya! aku gak bisa lihat kamu sedih. Apa lagi nangis kaya tadi." ucap David pelan dan lembut.
Katrina kau tidak sedang mimpikan?
"David cubit pipiku?" perintah Katrina yang merasa ia bermimpi. "sini lah mendekat." David mencubit pipi Katrina, bisa dikatakan sedikit sakit. "David, sakit tahu" David kesal dan mulai berdiri sedangkan Katrina sangat senang karena tidak sedang bermimpi. "Tadi kau yang minta, sudah lah kalau mau nangis, ya nangis aja yang keras aku tidak perduli." Katrina tersenyum manis melihat kekesalan David.
Tadi katanya gak tega, tapi kenapa dia malah menyuruhku menangis sih. Katrina mulai senyum-senyum malu terasa lega telah mengatakan yang sebenarnya yang ia rasakan.
__ADS_1