
Acara penyambutan telah usai kami diperintahkan untuk masuk ke dalam kelas masing-masing. Dika ternyata masuk di kelas kami. Guru mempersilahkannya duduk, dia duduk bersama Amsta. Dika terlihat sopan dan baik. sesekali dia menujukkan senyuman manisnya pada semua orang termasuk wanita. Apanya yang pembenci wanita kalau dia bersikap manis pada semuanya termasuk wanita? Apakah ini cuma tipu daya kak Lia? batinku mulai berpikir demikian. Kami belajar dengan tenang dan damai. Ibu Dwi benar-benar pandai membuat suasana jadi tenang terkadang dia menyelipkan lolucon pada saat menerangkan pelajaran. Ini sungguh mengasikkan. Setelah mata pelajaran sejarah yang dibawakan olehnya usai bel istirahat berdering. Semua murid keluar dari kelas termasuk diriku. Aku ke kelas kak Sarah untuk membantu mendorong kursi roda menuju kantin. setelah sampai kantin aku duduk dan memesan makanan untukku dan kak Sarah. Tepat disamping kami ada kak Lia, kak Yuni dan kak Tika yang bergosip sambil masukkan makanan ke mulut mereka.
"Lia kau berbohong ya" ucap Yuni cemberut masam
"Aku berbohong soal apa?" Lia jadi penasaran
"Katamu Dika pembenci wanita tapi dia senyum padaku pagi tadi" bahkan dia minta nomor wa ku
"Iya kah?" tanya Lia kaget
"Iya" ucap Yuni meyakinkan
Masa sih? Bukankah dia benci sekali dengan wanita
"Halah kak Lia kau bohong saja ya. Kamu tidak mau ya si Dika yang tampan itu didekati oleh wanita disini selain dirimu" kak Moni datang dan menyambar obrolan
"Aku serius loh Moni" wajah kak Lia tampak serius namun tetap saja mereka tidak percaya kecuali Tika
"Sepertinya Lia serius Moni, lagi pula Lia itu kan lagi jatuh cinta sama Franz tidak mungkin lah dia menghalangi Dika untuk dekat dengan wanita" senggol tangan Lia
Apa sih Tika buat malu saja. pipi kak Lia merah merona
"Kak Tika, wanita itu sama saja kalau dia cinta sama seseorang ketika bertemu orang baru yang lebih baik pasti dia akan berpaling. Kalau dilihat-lihat Dika tampan juga kak gak kalah dari kak Franz."
"Aku tidak seperti itu Moni" kak Lia yang tadinya duduk sekarang berdiri dengan wajah yang sangat kesal dan memukul meja kantin"
"Sudahlah jangan bahas ini, semua berhak untuk menafsirkan sifat seseorang" sambung kak Sarah untuk memecahkan keributan yang sudah bersitegang.
"hei Sarah kamu di sini juga? Bagaimana keadaanmu?" tanya kak Lia perhatian
"Sudah lebih baik kak"
"Kakak yakin dek, gosip tentang kamu mengajak Adrian bolos itu tidak benar. Kamu harus sabar ya menghadapi ujian ini"
"Iya kak makasih sudah percaya padaku kak" senyum kak Sarah yang begitu indah
Aku rasa Riki sangat sayang sama Sarah dia bahkan rela mendorong kursi roda untuk Sarah kemanapun Sarah ingin pergi. Apakah Sarah tidak menyadari itu? Batin Lia
"Riki bawa kakak ke taman, kakak bosan di kantin" senyum kak Sarah meminta bantuan
"Baiklah kak"
__ADS_1
Aku kembali mendorong kursi roda kak Sarah dan menuju taman dekat kelasku.
...
"Gemuk mengapa melihatku seperti itu? Aku tahu aku tampan" senyum David melihat dirinya di kaca jendela kelas membereskan rambutnya sambil melirik Katrina yang memperhatikannya.
"Tidak, aku hanya kebetulan lewat"
"Jangan bohong!" senyum David yang masih merapikan rambut di depan kaca jendela
Alihkan pembicaraan saja. Katrina
"Riki sama Sarah sedang di taman mereka tampak asik sekali. Sepertinya Riki sangat mencintai Sarah" Katrina nunjukku dan kak Sarah
"Memang benar Riki sangat mencintai kak Sarah"
"benarkah?" tanya Katrina penasaran. David yang tadinya membereskan rambut sekarang malah duduk di samping wanita yang bertubuh gemuk tersebut.
"Iya, siapa sih yang tidak mencintai kak Sarah yang cantik itu? Aku saja pernah mencintainya."
"Ohh" ucap Katrina singkat dengan wajah yang ditekuk cemberut. Iya Katrina masih menyimpan rasa pada David.
"Itu dulu sekarang tidak. Aku sudah menemukan seseorang "
"Seseorang yang sangat cinta padaku. Aku tahu mencintai tanpa dicintai itu sangat menyakitkan itulah yang dirasakan Riki sekarang" jelas David
"Itu juga yang dirasakan olehku" sambung Katrina
"Gemuk, orang sepertimu mencintai seseorang. Aku rasa tidak mungkin" tawa jahat David
"Mengapa tidak mungkin?" sambung Kak Katrina jengkel
"dan berhenti memanggilku gemuk. Aku punya nama" cemberut masam Kak Katrina
"Kan Sudah David katakan pada kakak panggil David sayang agar David memanggil kakak dengan sebutan yang menyejukkan hati"
Mulai lagi
"Tidak, cukup panggil kakak saja sudah cukup." David coba bersikap sopan pada orang yang lebih tua darimu seperti diriku ini. Ini merupakan aturan dari sekolah International School
"Tapi aku suka sekali memanggil kakak Katrina dengan sebutan ge-muk" David mengeja sambil tertawa
__ADS_1
Awas saja kau kalau aku kurus
Katrina meninggalkan David dengan wajah kesal bercampur jenggel tapi entah mengapa kadar cintanya pada David tidak pernah hilang malah semakin bertambah.
...
Di taman Dika menghampiriku dan kak Sarah dan tampaknya dia ingin berkenalan.
"hai perkenalkan aku Dika" senyumnya semerbak
"Aku Riki dan ini kakaku Sarah" Sarah mengangguk pelan
"Maaf ya telah merepotkan kak Sarah datang. Saya yang meminta kakak datang hari ini, saya benar-benar tidak tahu kondisi kak Sarah"
"Tidak masalah Dika, kakak juga senang bisa sekolah kalau di rumah kakak merasa bosan" senyum kak Sarah, itulah kak Sarah hatinya sangat mulia ditambah kecantikan yang menghiasi wajah dan tubuhnya.
"Sekali lagi saya minta maaf" tunduk Dika
"Iya saya memaafkanmu Dika" senyum kak Sarah dan aku
Dika pamit untuk pergi meniggalkan kami yang berda di taman.
....
"Sial" tatapan Adrian membuat anak buahnya takut
"Kenapa bos?" tanya Wilan yang berada di dekat Adrian. Adrian mengenggam kerah Wilan kuat.
"Bisa tidak kau diam sejenak" suara tinggi Adrian. Adrian melepaskan genggamannya pada Wilan dan duduk di bangku. Adrian berada di markas mereka yang merupakan bekas perpustakaan.
"Aku sudah membayar jutaan untuk mengeluarkan Sarah, Dini dan Saidah dan ternyata aku masih melihat mereka berkeliaran disini." kesal Adrian memukul meja dengan tangannya.
"Jadi bos uangmu hangus gitu aja di buat kepala sekolah?" tanya Tio
"Iya, si tua bangka itu memang menipuku"
"Ini bukan salah kepala sekolah tapi pemilik sekolah yang baru Dika, kepala sekolah tidak punya banyak leluasa sekarang seperti dulu. Seolah olah Dika sekarang yang akan memegang sekolah sepenuhnya."
"Jadi apa rencanamu Tio?" tanya Adrian meninggi
"Ajak dia bergabung di geng The Trouble Maker dan jadikan dia boneka kita. Setidaknya kita masih bisa mengendalikan sekolah ini melalui dia"
__ADS_1
"Kau pintar sekali Tio, dengan seperti ini aku akan membuat Dini, Sarah dan Saidah keluar sekolah dan masuk daftar hitam sekolah setelah mereka benar-benar menentangku" senyum Adrian licik
Aku juga telah menjadikanmu boneka Adrian. Batin Tio