Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Belajar Berenang


__ADS_3

Pagi harinya aku berangkat kesekolah dengan David. Udara masih sangat sejuk dan segar. Orang-orang sudah sibuk untuk memulai aktivitas. Kendaraan mulai memadatin jalan. namun, tidak macat. lampu-lampu rumah sudah mulai dimatikan karena matahari lah yang akan menerangi semanjutnya. Aku melihat dari sorot pandangku di jendela mobil. Menghayalkan bagaimana aku benar-benar bahagia sebelum ayah dan ibu meninggal. Kerinduan terhadap sosok yang sudah lama pergi dan tidak akan mungkin kembali.


Setelah sampai kesekolah murid-murid lalu lalang keluar masuk dengan urusan masing-masing. Setelah bel masuk kami belajar dengan hidmat. Bel istirahat berkumandang dengan keras Aku dan David ke kantin seperti biasanya seperti itu lah Rutinitasku setiap harinya. Bel pulang berbunyi aku keluar bersama David menuju gerbang sekolah. Wanita bertubuh gempal dan berbadan besar menemui kami.

__ADS_1


"David, ini jaketmu!" David tersenyum. "Terima kasih ya" kak Katrina membalas senyuman David dengan indah "Seharusnya aku yang berterima kasih, kamu banyak menolongku" senyum kak Katrina penuh dengan kebahagiaan. Kemudian kak Dini menghampiri kami. "Riki, David. Kita langsung ke kolam berenang yuk!" Aku dan David heran "Kenapa mendadak kak?" tanyaku "Bukankah kalian ikut lomba berenang? Waktu kita sudah tidak banyak. Mendengar penjelasan kak Dini kami mulai tersadar akan lomba. Aku dan David pulang kerumah. Kemudian kami mengganti baju dan makan. Lalu menuju kolam berenang Citra. Kak Dini mulai memberikan beberapa pelajaran tentang berenang.


"Riki, kamu kalau berenangnya begitu, kamu tidak akan menang" Aku menunduk "Maaf kak aku tidak begitu mahir berenang" David berenang dengan leluasa bahkan membuat takjud kak Dini. "Riki, berenangnya seperti David, kalau seperti itu kamu tidak akan menang." Aku masih menunduk dan mulai mempelajari yang diajarkan kak Dini.

__ADS_1


Riki kau sangat sulit diajarkan. Aku tidak mau jika kau kalah dari tantangan Adrian kau akan dikeluarkan dari sekolah.


"Riki, besok kita belajar lagi!" Aku tidak mau kau kalah dalam lomba ini" Kak Dini begitu menghawatirkanku. "Iya kak, maaf jika aku terus gagal" Aku tertunduk lesu "Ayo kita coba lagi" ucap kak Dini. Kak Dini benar-benar menjadi pelatih dadakan yang sangat serius mengajari kami. Bahkan dia tidak segan-segan marah jika gerakan atau pernafasan yang salah.

__ADS_1


Hari semakin petang, matahari yang tadinya sangat menyengat kini telah ingin tenggelam. Kami memutuskan untuk selesai belajarnya. Kemudian mengganti baju kami. Dan kembali kerumah masing-masing. Aku binggung sekali jika aku kalah dari Adrian aku bakal keluar dari sekolah. Jika murid dikeluarkan dari sekolah International School dengan tidak hormat, maka sekolah manapun tidak mau menerima murid tersebut. Aku merasa ngeri dan takut jika semua itu menimpaku. Tapi aku tahu, kak Sarah dalam bahaya jika dia terus bersama Adrian yang punya niat buruk.


Hari mulai malam aku mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah. Aku membaca buku pelajaran. Setelah lelah belajar, aku mengecek ponsel. Melihat media sosial, dan berbalas pesan dengan kak Lia. Aku juga sempat heran dengan dia, mengapa dirinya bisa memiliki nomor WA ku. Aku belum pernah memberinya no wa ku. Tetapi tidak bisa di pungkiri kehebatan kak Lia, satu sekolah pun tahu kalau dia adalah orang yang serba tahu tentang SMA International School. Ratu gosip adalah gelar yang disematkan untuk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2