
Setelah sampai di aula aku dan dan David duduk di sebelah wanita yang sibuk berselfi sampai-sampai aku muak melihatnya.
hem aku sekolah di tempat bertaraf internasional namun, sepertinya sangat menjengkelkan di banding sekolah bertaraf biasa.
Tidak terasa acara penyambutan murid baru dimulai. Kata sambutan diberikan kepada ketua osis yang bernama Adrian. Lalu muncul gadis tadi yang menyapaku dia di pentas memperkenalkan diri dan memberi arahan dan peraturan yang ada di sekolah International School.
"Riki itu kakak yang tadi ya? Wah.....dia cantik sekali kalau dilihat dari sini."
David berhentilah mengaguminya aku bosan melihatmu terus berkata dia cantik.
Aku hanya diam dan mengangukkan kepala.
David terlihat kesal. "Riki kenapa kau diam saja?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa Vid aku memang pendiam dan tidak suka banyak bicara."
Jadi maksudmu aku banyak bicara? Payah sekali dirimu heran juga lihat dirimu Ki mengapa kamu dingin sekali padaku? Aku jadi penasaran padamu Ki dan ingin menjadi sahabatmu.
Setelah penyambutan murid baru kami di ajak melihat-lihat lingkungan sekolah. Kakak kelas menunjukkan lokasi-lokasi yang sebelumnya tidak kami ketahui.
Gubrakkkk.seorang gadis menabrakku. David geram dan marah karena kecerobohan gadis itu. "Jalan lihat-lihat dong pake mata. Kau menabarak temanku." wanita itu tertunduk meminta maaf. "Maaf, maaf aku tidak sengaja. "Wajahku tanpa ekspresi melihatnya. "Iya aku maafkan" aku menjawab dengan dingin. Gadis itu tersenyum berterima kasih padaku. "Terima kasih ya telah memaafkanku" Aku diam tanpa kata bahkan tidak mengubris ucapannya. Gadis itu pergi sepertinya kesal sekali karena aku tidak menjawab ucapan terima kasihnya.
"lihat wanita itu! Dia tomboy sekali. Lihat dia! Gaya jalannya sama sekali tidak menunjukkan seorang wanita feminim" Aku melihat David dengan menyeritkan kepala. "Aku tidak peduli dengan dia ataupun gayanya."
"Heh dek, kenalan dong! Aku Anita" sambil mengulurkan tangan kepadaku dan David. David dengan sigab membalas tangan kak Anita. Saya David kak dan ini Riki teman saya"sambil menepuk lenganku. Aku pun mengangguk sopan.
Kak Anita menunjukkan lokasi-lokasi yang menurut kami asing dan dia menjelaskan satu demi satu lokasi tersebut. Dengan beraninya David menanyakan media sosial dan nomor wa kak Anita "kak hemm" David sambil menggoyangkan tubuhnya kekanan dan kekiri. Boleh tidak, minta no wa kak? Anita mengulurkan tangan "sini ponselmu dek" David memberikan ponselnya pada kak Anita. Kak Anita mulai mengetik satu persatu nomor wa ke ponsel David dan membuka facebok dan instagram David. Dia mengirim permintaan pertemanan dan memfollow dirinya sendiri. "Kau dek tidak mau nomor wa dan media sosial kakak?" tanya kak Anita "tidak kak, lagi pula aku tidak punya ponsel" Kak Anita kaget "wah masa si, kamu tidak punya ponsel? aku mengangguk pelan "iya kak memangnya kenapa ada yang salah?"
__ADS_1
"Tidak ada yang salah si dek,cuma aneh aja"
Aku sangat geram memangnya kenapa kalau tidak punya ponsel. Iya, iya aku tahu aku tidak sekaya kalian.
"aneh kenapa kak?" kak Anita menatapku lama
menyesal aku menyapa mereka ternyata yang satu itu miskin, bahkan ponsel saja dia tidak punya. Kak Anita
"kak aneh kenapa"? suaraku meninggi membuat dia tersentak. "Hm kenapa kamu bisa sekolah disini, sepertinya kamu bukan anak orang kaya?
geramnya aku hem aku harus sabar, tenang dan menjaga sikapku.
David melihatku sepertinya dia sudah paham maksud ekspresiku. "Hehe kak dia pemenang olimpiade sains oleh sebab, itu dia bisa sekolah disini." Kak Anita tampak malas mengobrol dengan kami. "oh begitu ya?
__ADS_1
Kak Anita mulai melangkah pergi dan meninggalkan kami kemudian menyapa adik kelas yang berpenampilan keren dan eksotis.