Aku Mencintai Kakak Kelas

Aku Mencintai Kakak Kelas
Menagih janji


__ADS_3

Aku pulang dengan perasaan bahagia karena merasa puas bisa mengalahkan ketua osis yang sok hebat itu. Besoknya aku berangkat ke sekolah dengan perasaan bahagia dan teman-teman menyambutku dengan wajah yang berbinar.


Seluruh siswa dan siswi dikumpulkan di aula untuk menyambut juara baru. Mereka yang dulunya menganggapku rendah sekarang menjadi berdecak kagum. Wajah Adrian sangat terlihat marah dan emosi melihatku naik podium bak pemenang international. Setelah ucapan selamat kepadaku acara penyambutan kecil-kecilan berakhir.


Aku mendekati Adrian untuk menagih janjinya padaku.


"Kak Adrian" senyumku pada Adrian


"Kau mau pamer padaku?"


"Tidak, tapi aku ingin menagih janjimu padaku"


"Baiklah aku akan meninggalkan Sarah untukmu"


"bagus kak, dan aku tidak akan keluar dari sekolah ini?"


"Iya, sudah sana pergi!"


Akhirnya tantangan telah aku menangkan kak Dini masih heran akan kemenanganku. Dia yang menjadi pelatih dadakan saja tidak percaya. Dia menghampiriku untuk bertanya.


"Dek kakak tidak menyangka?"


"Iya kak aku tahu"


"kau hebat Riki kakak bangga padamu"


"Terima kasih kak ini berkat ajaran kak"

__ADS_1


"bukan ini karena kerja kerasmu"


ohh ini semua akibat latihan dari Dini. Batin Tio


Tio menghampiri Adrian untuk melaporkan percakapan yang aku dan Dini bicarakan.


"Bos Adrian"


"Apa?" Wajah Adrian masih kesal


"Riki menang akibat Dini" ujar Tio


"Iya aku sudah tahu itu aku memperhatikan mereka pada saat latihan. Terus apa maumu?"


"Kenapa Dini tidak kita keluarkan saja dari sekolah ini" senyum Tio licik


"Udah lah bos walaupun dia banyak berkorban untuk the trouble maker tapi penghianatannya tidak bisa diampuni." Marah Tio


"Aku malas mengeluarkan uang untuk mengeluarkan Dini dari sekolah."


"Ancam saja dia untuk pindah sekolah kalau dia tidak mau pindah sekolah keluarkan saja dia dari sekolah pasti dia takut. Karena siapapun yang keluar dari sekolah ini sekolah manapun tidak mau menerimannya. Dengan seperti ini dia akan menurut padamu."


"Benar juga kau adalah orang yang dapat diandalkan"


"Iya bos"


Tio tersenyum licik karena telah memberi saran dan diterima. Adrian berangkat meninggalkan Tio dan mulai merencanakan sesuatu.

__ADS_1


Sekolah International school selalu dikendalikan oleh ketua osis. Ketua osis sangat menguasai semua aspek di sekolah. Hal ini lah yang harus di waspadai.


Setelah aku bertemu dengan Dini aku ke kantin dan melihat David bersama Katrina.


"Seru ini berduan" gelak tawaku


"Apan sih Riki gabung sini" ajak David


"Hei kak" senyumku pada kak Katrina


"Iya dek, selamat ya atas kemenanganmu"


"Terima kasih ya kak, David juga menang itu ucapin juga" senyumku


"Udah tadi" balasnya tersenyum


Bel masuk dimulai aku, David dan Katrina beranjak dari kantin dan menuju kelas. Aku melihat wajah sinis dari Hendri yang melihatku dan David. Entah apa maksud tatapannya itu? Hendri terus menunjukkan ketidaksukaannya padsku dan David.


"Itu Hendri kenapa ki?"


Ternyata David menyadari tatapan dari Hendri yang memang sangat membingungkan berbeda dari biasanya.


"Tidak tahu Vid"


"Sudahlah jangah hiraukan dia"


Aku dan David duduk dan menyilangkan tangan semua murid murid duduk hening karena yang masuk adalah pak Mahmud guru matematika yang paling ditakuti di sekolah.

__ADS_1


Guru tersebut menjelaskan dengan tegas dan jelas terkadang timbul ancaman darinya apabila kami tidak bisa menjawab pertanyaan darinya. Dia memang guru yang bisa dibilang kiler dan menakutkan.


__ADS_2